hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Hewan langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan langka. Tampilkan semua postingan

Loris, Mammalia Lucu Tapi Mematikan


loris
Lihatlah  wajahnya! Sungguh lucu dan polos bukan binatang ini? Namanya adalah Loris.

Loris memang merupakan salah satu hewan mamalia yang lucu, manis, dan pemalu yang ada di bumi. Sepintas hewan ini kelihatan sangat menggemaskan. Hewan primata yang terancam punah ini dapat ditemukan di Serawak, Borneo dan Filipina selatan juga Indonesia, Vietnam, Bangladesh, India, Cina Selatan dan Thailand. Selama ini, para ilmuwan mengalami banyak kesulitan dalam meneliti binatang ini.

Loris termasuk ke dalam kategori hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Hewan ini memiliki panjang sekitar 6-10 inci (15cm-25cm) dan memiliki mata seperti piring besar yang membantu perburuan malam hari mereka. Makanan utama mereka adalah serangga, tetapi kadang mereka juga memakan buah-buahan dan daun. Saat ini, makhluk ini diperkirakan hanya tersisa 100 spesies di alam liar dan membuat hewan ini masuk di antara lima primata teratas yang paling terancam di dunia.

Beberapa orang kerap menjadikan hewan ini sebagai hewan peliharaan, meskipun tindakan ini salah satu perbuatan yang ilegal. Hewan ini termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah untuk mencegah mereka dari kepunahan.

Namun sebaiknya anda jangan tertipu oleh penampilan Loris ini, hewan ini sesungguhnya termasuk hewan yang sangat beracun dan berbisa. Dikatakan beracun karena Loris menghasilkan racun dalam sikunya melalui kelenjar, yang apabila tertelan oleh anda maka akan memberikan kasus sakit perut extrim. Hal ini sangat membantu mereka  di masa muda untuk melindungi diri mereka dari para predator di alam liar. 

Selain itu, gigitan Loris juga dapat menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Jenis racun toksinnya ringan dan tidak fatal. Kasus kematian pada manusia lebih disebabkan karena syok anafilaksis (anaphylactic shock). 

Referensi: wikipedia

0 komentar

Menenal Kuskus Bermata Biru, Binatang Endemik Indonesia Timur


kuskus bermata biru
Indonesia memang negara yang sunggguh kaya, baik dari sumber daya alam maupun hal-hal unik yang terdapat di dalamnya. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di Indonesia adalah seekor hewan yang mempunyai mata mirip “turis mancanegara” karena berwarna biru.

Kuskus Tutul Bermata Biru (Blue-Eyed Spotted Cuscus) atau Kuskus Tutul Biak adalah spesies marsupial dari keluarga Phalangeridae. Kuskus jenis ini merupakan hewan endemik dari Pulau Biak dan Pulau Supiori di daerah Teluk Cenderawasih di Papua Barat, Indonesia.

Kuskus termasuk binatang herbivora dan suka menyendiri. Mereka memiliki ciri-ciri berupa muka yang bundar dan telinga yang kecil, serta bulu yang lebat. Selain itu, binatang yang mamalia ini mempunyai ekor panjang yang kuat dan liat dan berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari dahan ke dahan.

Kuskus sering dianggap berasal dari jenis yang sama dengan kukang walaupun mereka adalah spesies yang berbeda. Kuskus terdiri atas beberapa spesies yang terkelompokkan dalam 5 genus yakni Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, Strigocuscus, dan Trichosurus.

Pada tahun 2004, Kuskus Tutul Biak sudah termasuk jenis hewan yang sulit ditemukan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perburuan liar dan habitat yang rusak. Oleh International Union for Conservation of Nature, hewan ini dikategorikan sebagai spesies terancam punah. Survei terbaru gagal menemukan Kuskus Tutul Biak liar.

Selain Kuskus Tutul Biak, Kuskus bermatabiru juga bisa fitemukan di Ternate dan Tidore, Maluku. Kuskus ini meerupakan jenis Blue-eyed Cuscus  dan merupakan kuskus satwa endemik pulau tersebut yang baru teridentifikasi pada tahun 1995. Tetapi status konservasi mereka saat ini juga termasuk dalam kategori vulnerable.

referensi: wikipedia dan kaskus

0 komentar

Misteri Babi Berbulu Domba



babi berbulu domba


Anda tebtu sudah tidak asing dengan peribahasa serigala berbulu domba yang merupakan kiasan,bagi seseorang yang berpura-pura baik tetapi berhati jahat. Sudah tentu di dunia nyata ini tidak ada serigala yang mempunyai bulu seperti bulu domba.. Tetapi apakah anda pernah mendengar Babi berbulu Domba, apakah ini juga peribahasa juga?

Ternyata tidak sob, mereka memang betul-betul nyata dan hidup di dunia ini. So, makhluk aneh apakah sebenarnya babi berbulu domba ini?

wooly pig
Binatang ini bukan dari hasil hibrida atau persilangan campuran antara babi dan domba. Apalagi hasil olah gambar photoshop.

Pada tahun 2010 silam, situs livescience.com, memberikan penjelasan tentang misteri binatang babi berbulu domba tersebut. Meski bukan tergolong temuan baru, hewan ini masih belum banyak dikenal masyarakat. Kalau dilihat sekilas, tampilan luar hewan ini diselimuti bulu dengan tipe wol seperti domba, tetapi saat dilihat lagi lebih dekat, maka jelas wajah hewan ini adalah babi. Hal ini membuatnya tidak terlihat seperti babi pada umumnya yang biasa kita lihat dengan kulit yang licin dan berwarna merah muda.

Babi ini adalah jenis babi mangalitsa yang berasal dari dataran tinggi di Austria dan Hungaria. Kulit atau tepatnya bulu-bulu wol itu berfungsi melindungi mereka dari suhu ekstreme di Eropa ketika musim dingin.

Babi Mangalitsa bukanlah produk rekayasa genetik. Mereka merupakan binatang hasil dari perkawinan turun-temurun selama ribuan tahun lalu yang tumbuh di peternakan-peternakan biasa. Mangalitsa merupakan keturunan gen kuat babi asli Hungaria dari peranakan Bakony dan Szalontai, yang dengan Sumadijas dari Serbia dan sudah ada lebih dari satu abad yang lalu.

Saat ini mereka termasuk dala kategori hewan langka. Untuk melestarikannya, baru-baru ini debuah kebun binatang di Essex, Inggris menampilkan babi berbulu ini sebgagai salah satu objek di kebun binatang tersebut.

Referensi : livescience.com

0 komentar

Zonkey Lucu Peranakan Zebra-Keledai


Zonkey

Cinta memang suatu hal yang unik dan tidak mengenal batasan. Cinta bisa tumbuh kepada siapa saja tanpa memandang suku, agama, bangsa, dan golongan. Kisah cinta “di luar batas” ini pun terjadi pada Jade (keledai) dan Martin (zebra) hingga akhirnya lahirlah seekor spesies anakan unik dari hasil hubungan mereka yang disebut Zonkey (Zebra-Donkey).

"Bayi itu (zonkey) merupakan satu-satunya dari jenisnya di Italia. Ia berada dalam kondisi kesehatan yang baik," kata Serena. Spesies unik ini lahir di pusat penangkaran binatang Florence, Italia pada Sabtu 20 Juli 2013 waktu setempat.

Zonkey merupakan hasil persilangan antara seekor keledai yang terancam punah dari Amiata dengan zebra yang diselamatkan dari kerusakan hutan. Oleh sang pemilik, Serena Aglietti, bayi zonkey ini diberi nama Baby Ippo.

Saat ini, Baby Ippo terlihat sangat aktif dan suka bermain. Meski memiliki fisik layaknya seekor keledai, namun Zonkey memiliki corak belang berwarna hitam putih seperti zebra. Corak tersebut dapat terlihat jelas pada bagian kaki dan samar pada bagian tubuhnya. Bulu zonkey ini pun lebih mirip dengan bulu zebra ketimbang keledai. Selain itu, Baby Ippo juga memiliki otot-otot layaknya zebra.

Sebenarnya terdapat beberapa zonkey yang pernah lahir di dunia ini, di antaranya di Jerman dan China. Sebelumnya, pada tahun 2010, zonkey bernama Pippi juga lahir di Chestatee Wildlife Preserve , Daglonega, Georgia.

referensi: scienceworldreport dan firenzetoday

0 komentar

Penemuan Spesies Langka Perpaduan Udang, Kepiting dan Kalajengking

Spesies Langka, Ngoang

Baru-baru ini, seorang penduduk asal Kampung Alor Tuman di Marang, Malaysia terkejut ketika melihat sesosok binatang aneh yang di temukannya di hutan. Bentuknya terlihat seperti perpaduan udang windu, kepiting, dan kalajengking.

"Binatang tersebut memiliki 8 kaki dan bagian depannya terlihat seperti kepiting, sedangkan bagian belakang seperti udang. Ini (hewan) juga terlihat seperti kalajengking," kata Ismail.

Ismail Jusoh (49), menemukan makhluk aneh tersebut berada di daun palem ketika dirinya sedang berada di hutan, untuk mengumpulkan daun palem. Walaupun sempat merasa takut, ia akhirnya memutuskan untuk membawa pulang hewan langka itu. Ismail kemudian membawa makhluk temuannya tersebut dengan menyimpannya di sebuah wadah berisi air.

Menurut sebuah situs, makhluk itu dikenal sebagai ngoang  dan  umumnya ditemukan di daerah pantai Sarawak atau Jabot di Johor. Mereka hidup dengan membuat sebuah gundukan tanah sebagai tempat persembunyian. Lebih lanjut, situs tersebut juga menyebutkan makhluk perpaduan 3 jenis binatang itu memang sudah semakin jarang ditemukan, dan kini keberadaannya pun semakin punah. 

Walaupun belum ada sebuah penelitian resmi yang membuktikan seberapa kandungan nutrisi yang terdapat pada ngoang ini, beberapa orang mengkonsumsi ngoang ini sebagai makanan yang lezat dan dapat diigunakan sebagai obat. Sebagian penduduk local mempercayai bahwa spesies udang ini dapat digunakan sebagai penyembuh asma.

referensi: liputan6


0 komentar

Bilby, Kado Pemerintah Australia Untuk Royal Baby Kerajaan Inggris


Royal Baby
Pangeran William (kanan) dan istrinya Kate Middleton (tengah) yang menggendong bayi kerajaan di urutan ketiga pewaris tahta Inggris, meninggalkan rumah sakit St Mary, Selasa (23/7/2013) petang waktu setempat. Tampilan pertama "royal baby" ini disambut meriah warga setempat. | BEN STANSALL / AFP
Kerajaan Inggris mempunyai anggota keluarga baru setelah Kate Middletone melahirkan bayi dengan berat lahir 3,7 kilogram pada hari Senin, 22 Juli 2013 pukul 16.24 waktu setempat.Atas kelahiran putra pertama pasangan Pangeran William dan Putri Kate Middleton tersebut, pemerintah Australia memberikan hadiah boneka Bilby kepada The Royal Baby. 

Bilby adalah binatang khas Australia, selain koala dan kanguru, yang penampilannya menyerupai tikus dan kebanyakan hidup di daerah gurun di pedalaman Australia. Bilby merupakan salah satu satwa yang sekarang terancam punah karena serangan dari binatang lain seperti kucing. 
Bilby
Bilby, Hewan Khas Australia
Nama Bilby sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Aborigin Yuwaalaraay bagian utara New South Wales, yang berarti tikus berhidung panjang. Bilby mempunyai ciri fisik berupa moncong dan telinga yang panjang. Ukuran tubuh mereka berkisar antara 29–55 cm in length. 

Bilby adalah hewan nokturnal yang biasa memakan biji-bijian, buah, jamur,serangga, larva, dan berbagai binatang kecil lainnya. Bilby terkenal ahli sebagai binatang penggali tanah. Mereka dapat membangun sebuah sistem terowongan yang berfungsi sebagai rumah dan persembunyian dari predator. Saat menggali, seekor bilbi betina akan menghadap belakang untuk menghindarkan kantongnya dari kemasukan debu dan tanah. Masa kehamilan seekor Bilby berkisar 12 – 14 hari, salah satu yang tercepat di antara mammalia. 

Bilby yang juga menjadi simbol Paskah, selain kelinci, merupakan masalah hama yang serius di Australia. Mereka telah menyebabkan kerusakan yang tak terhitung ke seluruh benua Australia. Bilby dulunya dibawa ke Australia oleh orang Eropa sehingga orang kaya bisa pergi berburu. Sedikit yang mereka menyadari kerusakan yang akan ditimbulkan saat itu. 

Untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan, terdapat berberapa konservasi Bilbby salah satunya terdapat di Arid Recovery Reserve di Australia bagian selatan dan Currawinya National Park di Queensland. Hal ini diikuti dengan munculnya beberapa konservasi di Peron Peninsula, the Australian Wildlife Conservancy's, Scotia, Yookamurra Sanctuariesdan Kanyana Wildlife Rehabilitation Centre.

referensi: wikipedia dan  kompas

0 komentar

Golden Monkey, Kera Yang Mirip Sun Gokong

Golden Monkey
Siapa yang tak kenal dengan Sun Gokong, Si Kera Sakti yang sangat melegenda dalam cerita rakyat China. Ia diceritakan mempunyai kesaktian yang sangat dahsyat dan mampu berubah wujud dalam 72 bentuk. Selain itu, ia juga sangat lincah dan usil hingga suatu hari kenakalannya membuatnya dihukum oleh sang Buddha dan dikurung di Gunung Lima Jari.
Sun Gokong, Si Raja Kera mempunyai bulu berwarna kuning keemasan dan hal Itulah yang menjadi kemiripan antara ia dan hewan asli China ini. Golden Monkey atau Kera emas, seperti namanya, kera ini memilki kemiripan dengan Sun Gokong dari bulunya yang berwarna keemasan. Selain itu, sosoknya yang lincah dan tekstur wajah yang unik memang sangat mirip dengannya. Ya,..bisa jadi si penulis cerrita terinspirasi setelah berjumpa dengan spesies kera ini.

Kera keemasan ini telah menjadi fauna endemik dataran Tiongkok sejak berabad-abad lalu. Mereka termasuk spesies kera langka dan tergolong satwa yang dilindungi oleh pemerintahan China. Kera ini tidak memiliki kebiasaan menahan napas seperti yang umumnya dilakukan kera-kera lain. Rambutnya memancarkan warna keemasan nan indah, yang dikombinasikan dengan sedikit paduan warna merah dan hitam.

Golden Monkey memiliki kemampuan bertahan hidup yang cenderung lebih kuat dibandingkan spesies kera lain di China. Mereka biasa hidup di hutan-hutan pegunungan di China dan memakan pucuk-pucuk daun, buah-buahan, bibit pinecone, kulit kayu, serangga, burung, maupun telur burung.

Status sebagai kera langka yang disandanganya ,tidak serta merta membuat seluruh orang China berusaha menjaga kelestarian habitat kera yang bernama latinRhinopithecus roxellanae ini. Ada juga beberapa orang yang memanfaatkan keindahan kilauan emas pada bulunya sebagai bahan untuk mantel. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan daging dan tulangnya untuk obat herbal.

Pemerintah China sendiri dalam usahanya untuk melestarikan kera emas yang sangat langka ini telah mendirikan beberapa konservasi. Di antaranya adalah pelestarian di kawasan hutan lindung Shennongjia yang terletak di bagian barat laut Provinsi Hubei, Tiongkok tengah. Hutan belantara yang memiliki lebih 3.700 jenis berbagai tumbuhan dan lebih 1.000 menjadi tempat pelestarian berbagai jenis binatang termasuk kera emas.

Seiring dengan perbaikan lingkungan ekologi di Shennongjia, saat ini populasi kera bulu emas bertambah dari lebih 600 ekor pada masa paling sedikit menjadi lebih 1.200 ekor sekarang ini, dan menjadi pemandangan unik di Shennongjia. Secara moderat, melalui Shennogjia, pemerintah China telah berhasil mengembangkan pariwisata ekologi dan menjaga kelestarian kera berbulu emas.

sumber

0 komentar

Hewan-Hewan Kesepian Di Dunia

Hidup sendiri dan tidak mempunyai kawan tentunya tidak pernah menjadi keinginan siapapun yang hidup di dunia ini. Seperti umat manusia yang kesepian dan galau jika tidak mempunyai pasangan hidup, hewan pun bisa menjadi kesepian dan terisolasi hingga mengakibatkan mereka terancam punah.
Berikut 6 spesies langka yang menjadi hewan paling kesepian di dunia ini:

Ikan Mangarahara cichlid
Ikan Mangarahara cichild
Ikan Mangarahara cichlid merupakan spesies ikan langka yang sudah sangat jarang dapat ditemukan di alam liar dan terancam punah. Saat ini, dua ekor ikan Mangarahara cichlid yang masih tersisa semuanya berjenis kelamin laki-laki sehingga tidak memungkinkan untuk saling membuahi dan menghasilkan keturunan. Dengan demikian, kedua ikan yang ada di Kebun Binatang Berlin akan segera punah jika tidak dapat segera menemukan betina (pasangannya).

Kura-kura Lonesome George

Lonesome George
Kura-kura Lonesome George merupakan spesies terakhir dari subspesies Geochelone elephantopus abingdoni yang juga menjadi ikon dari Pulau Pinta, Kepulauan Galapagos. Kura-kura darat raksasa ini termasuk  hewan yang berumur panjang dan mampu bertahan hidup lebih dari 100 tahun. Sayangnya, George meninggal tahun lalu tanpa sempat berhasil kawin dan menghasilkan keturunan untuk melanjutkan subspesiesnya.

Macan tutul amur
Macan Tutul Amur
Macan tutul amur yang merupakan biantang endemik hutan di Rusia Timur adalah spesies kucing besar yang tangkas dan pintar. Jumlahnya saat ini sangat sedikit dan diperkirakan hanya tersisa 30 ekor di planet ini. Penampilannya yang sangat mencolok dan khas dengan motif leopardnya yang tutul-tutul menarik para pemburu ilegal untuk membunuh dan mengambil kulitnya untuk kemudian dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Badak jawa
Badak Jawa
Badak Jawa, yang merupakan maskot bagi Indonesia, termasuk satwa yang dilindungi dan terancam punah. Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Barat saat ini hanya menyisakan kurang dari 100 ekor. Badak Jawa merupakan jenis spesies mamalia besar yang paling langka dan hanya terdapat di Pulau Jawa. Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia berusaha untuk melestarikan spesies ini.

Gorila gunung
Gorilla

Gorila gunung (Gorilla gorilla berengei) yang tinggal di area pegunungan bisa ditemui di Afrika Tengah dan Afrika Timur. Hilangnya habitat karena kerusakan hutan, akibat aktivitas manusia, yang selama ini menjadi rumah bagi mereka memaksa spesies ini berjuang hidup dan beradaptasi di tempat baru. Diperkirakan jumlah gorila saat ini hanya tersisa kurang dari 900 ekor, dan terancam punah.

Lumba-lumba vaquita
Vaquita

Vaquita ialah lumba-lumba mini yang biasa ditemukan di Teluk Meksiko, California. Vauqita tergolong spesies langka yang jumlahnya tinggal tersisa 200 ekor. Jumlah Vaquita semakin menurun seiring maraknya penangkapan Vaquita demi kepentingan industri perikanan.

Sumber: NationalGeographic News


0 komentar

Kiara "Liliger" Hasil Persilangan Ajaib Harimau Singa

Kiara The Liliger
Liger (lion-tiger) merupakan spesies hasil persilangan  harimau dan singa. Jenis ini tidak akan pernah terjadi di alam liar karena berbagai perbedaan yang dimiliki dua spesies kucing besar ini.
"Jika ada harimau yang mencoba kawin dengan singa betina maka dia akan dikejar oleh gerombolan singa lainnya," demikian diungkapkan Craig Packer, Direktur Lion Research Center di University of Minnesota, Amerika Serikat.

Walaupun sejatinya harimau dan singa meiliki banyak perbedaan baik dari segi geografi maupun mekanisme tingkah laku yang menghindarkan mereka dari kemungkinan untuk kawin satu sama lain, hal ini tidak berlaku di dalam penangkaran. Meskipun terpisah tujuh juta tahun evolusi, pada dasarnya mereka masih cukup berkaitan dan memungkinkan mereka untuk menghasilkan keturunan bersama.

Fenomena inilah yang membuat Kebun Binatang Novosibirsk di Rusia memiliki seekor spesies baru yang disebut Liliger. Liliger merupakan spesies yang merupakan anak dari seekor betina liger (persilangan singa dan harimau) dan seekor singa jantan. Liliger bernama Kiara ini lahir pada pertengahan September 2012 dan menjadi satu-satunya spesies Lililiger yang ada di dunia ini.

Meski unik dan menjadi persilangan yang ajaib, Kiara dianggap sebagai ancaman keberlangsungan harimau dan singa. Percampuran yang tidak alami dari kedua jenis kucing besar tersebut tidak memiliki tujuan konservasi. Di alam liar, jenis seperti Kiara, kemungkinan besar akan bercampur karena kedua orang-tuanya memiliki sifat yang sangat berbeda. Singa adalah spesies sosial, sedangkan harimau adalah penyendiri, kata Parker.

Itulah mengapa badan akreditasi kebun binatang di Amerika Utara, AZA, tidak menyetujui persilangan singa-harimau sperti ini. Mereka lebih fokus pada progam konservasi di alam liardan menganggap beberapa kebun binatang yang melakukan persilangan ini biasanya dimotivasi kepentingan publisitas.

Sumber: NationalGeographic News




0 komentar

Mengenal Chinchilla, Chinca Kecil Berbulu Lembut Dari Pegunungan Andes


Chinchilla


Chinchilla adalah hewan bertelinga besar yang berasal dari pegunungan Andes, Amerika Selatan. Nama "chinchilla" secara harfiah berarti "Chincha kecil," nama dari suku Chincha di Andes yang memakai bulu kulit chinchilla. Di Tiongkok, hewan ini disebut lóng māo, yang dapat diartikan sebagai "kucing naga." Saat ini ada 2 spesies chinchilla yang masih hidup, yaitu Chinchilla Brevicaudata dan Chinchilla Lanigera. Chincilla Lanigera memiliki fisik lebih kurus dan ekor lebih panjang. 

Hewan ini penampilannya sekilas mirip tupai tanah, tetapi lebih kuat dan besar. Hewan ini cocok dipelihara di daerah dengan iklim yang dingin. Mereka tidak dapat hidup di daerah dengan cuaca yang cukup panas, jadi jika ingin memeliharanya Anda harus memastikan hewan peliharaan ini tetap dingin. Mereka membutuhkan kandang yang cukup luas dan leluasa untuk dapat bergerak dengan bebas. Walaupun masih sedikit jumlahnya, binatang ini juga sudah mulai dipelihara di Indonesia. 

Chinchilla memiliki bulu yang sangat halus dan harus secara secara rutin dimandikan dengan debu vulkanik untuk membuang minyak dan tetesan air yang mengumpul di rambut tebal mereka. Rambut mereka sangat lebat sehingga parasit kulit (seperti kutu) tidak akan dapat hidup karena akan mati tercekik. Sebagai perbandingan, jika rambut manusia tumbuh dari tiap folikel, maka seekor chinchilla memiliki 50 rambut dari satu folikel. Warna bulunya sendiri bervariasi, tapi yang paling banyak ditemui adalah warna abu-abu, biru, atau putih.

Chinchilla adalah hewan nokturnal yang mencari makan di malam hari. Mereka merupakan hewan omnivora yang suka memakan rumput, buah, biji, serangga, dan telur burung. Di siang hari, mereka lebih banyak tinggal di dalam lubang atau celah bebatuan. Di alam liar, Chinchilla hidup secara berkelompok di mana satu kelompok anggotanya bisa mencapai 100 ekor.

Chinchilla merupakan buruan dari sejumlah predator seperti burung pemangsa, musang, ular, dan kucing besar. Jika terancam bahaya, Chinchilla akan begerak menuju lubang persembunyiannya sehingga musuhnya tidak dapat menggapainya. Metode pertahanan tersebut dibantu oleh kemampuan chinchilla bergerak cepat dan melompat. Mereka diketahui bisa melompat hingga setinggi 1,8 m. Chinchilla juga bisa melepaskan bulunya atau menyemprotkan air seni ke arah musuhnya.

Chinchilla hidup secara monogami dan tidak memiliki musim kawin yang spesifik. Mereka bisa melakukan reproduksi kapan saja. Sesudah melakukan perkawinan, chinchilla akan memasuki periode kehamilan yang mencapai 111 hari. Setelah lahir, anakan chincilla akan menyusu pada induknya hingga usia sekitar 8 minggu. Seekor chinchilla bisa hidup hingga usia 10 tahun (20 tahun dalam tangkapan) dan mencapai ukuran 30 cm.

Karena bulunya yang halus, chinchilla kemudian diburu oleh manusia untuk dijadikan bahan pakaian. Di awal abad ke-20, bulu chinchilla bisa dihargai $ 100.000. Imbasnya, chinchilla kini menghadapi bahaya kepunahan akibat eprburuan liar. Selain itu, perusakan habitat juga ikut memberikan andil dalam menurunnya populasi chinchilla. Saat ini perburuan chinchilla sudah ditentang dan dilindungi dengan Convention on International Trade of Endangered Animals (CITES). Untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik untuk diambil bulunya maupun untuk dijadikan hewan peliharaan saat ini chinchilla sudah diternakkan secara massal. 

KLASIFIKASI 
Kingdom : Animalia 
Filum : Chordata 
Kelas : Mammalia 
Ordo : Rodentia 
Famili : Chinchillidae 
Genus : Chinchilla (Bennett, 1829) 

Referensi: about.com dan wikipedia

0 komentar

Kelinci Sumatera, Belangnya Mirip Harimau

Kelinci Belang Sumatera


Banyak orang menyangka bahwa kelinci adalah binatang “impor”. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah karena memang kelinci yang biasa kita pelihara pada umumnya berasal dar Inggris, Belanda, Jerman dan berbagai negara Eropa lainnya.
Tapi ternyata, Indonesia mempunyai spesies kelinci asli Indonesia yang belum banyak dikenal, bahkan oleh orang Indonesia sendiri.  Spesies kelinci ini bernama Kelinci Sumatera telinga pendek atau Kelinci Belang Sumatera. Spesies kelinci ini merupakan jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra, Indonesia.

Jika pada umumnya seekor kelinci identik dengan telinganya yang panjang, maka spesies kelinci Sumater yang mempunyai nama latin nesolagus netscehri ini mempunyai keunikan tersendiri berupa ukuran telinganya yang pendek. Ukuran tubuhnya pun juga kecil, yakni berkisar hanya sekitar 40 cm dan berat sekitar 1,5 kg.

Kelinci Sumatera mempunyai ciri khusus berupa warna coklat dengan belang hitam membujur lurus di bagian punggungnya. Sedangkan pada bagian perutnya berwarna putih serta ekornya berwarna merah. Di sekitar mata dan sisi kepala di bagian belakang mata hingga pangkal telinga berwarna hitam.

Kelinci Sumatera merupakan binatang nokturnal yang beraktivitas di malam hari. Mereka biasa bersembunyi di dalam lubang atau liang bekas binatang lain. Seperti kelinci lainnya, kelinci liar ini merupakan binatang herbivora yang menyukai pucuk daun muda dan tangkai tanaman yang rendah.

Kelinci ini biasa hidup pada tempat yang sangat terisolasi, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatera. Habitatnya adalah hutan-hutan tropis di beberapa gunung di pulau Sumatera seperti Gunung Kerinci, Gunung Barisan, dan Gunung Leuser. Binatang ini mendiami kawasan pada ketinggian antara 600-1600 meter di atas permukaan laut.

Hewan ini termasuk satwa langka dan dilindungi. Populasi kelinci Sumatera ini juga sangat sedikit. Ancaman terhadap mereka berasal dari rusaknya hutan akibat kebakaran hutan dan perubahan fungsi hutan sebagai habitat alami yang dibuka menjadi lahan pertanian, terutama teh, kopi dan kakao.

Bahkan terdapat aktivitas perburuan terhadap satwa ini, terbukti dengan adanya beberapa foto jebakan menangkap kelinci sumatera di hutan Bukit Barisan. Menipisnya jumlah mereka akibat perburuan hewan ini untuk diambil dagingnya yang lezat. Padahal jika dipelihara mungkin hewan ini juga bisa akan berkembang seperti halnya kelinci peliharaan yang orang sering pelihara. Hal ini juga bisa menambah populasi kelinci sumatera dan menyelamatkan mereka dari kepunahan.


Referensi: kumpulberita dan wikipedia


0 komentar

Rusa Spesies Langka Lahir Di Kebun Binatang New York

Rusa Spesies Langka Southern Pudu


Seekor bayi rusa seberat 1 pound lahir di kebun binatang Queens, New York City bulan lalu. Pihak otoritas lingkungan Amerika Serikat menyatakan bahwa anak rusa yang lahir tersebut adalah spesies rusa terkecil di dunia. Anak rusa dari spesies Southern Pudu tersebut merupakan binatang endemik di Cile dan Argentina yang terancam punah. Ilmuwan dari Wildlife Conservation Society yang mengelola kebun binatang itu kini tengah berusaha melestarikan rusa spesies tersebut.

Southern Pudu sendiri merupakan jenis spesies rusa terkecil di dunia yang ukuran tubuhnya hanya berkisar antara berkisar antara 60-80 cm dan tingginya 25-43 cm. berat binatang ini pun hanya berkisar antara 9-15 kg. Seekor Pudu jantan memiliki tanduk berduri sepanjang 7-10 cm.

Binatang ini termasuk herbivore yang gemar memakan daun, kayu, batang pohon dan buah. Karena ukurannya yang kecil, mereka seringkali harus berdiri di atas hindlegs atau pohon-pohon tumbang, untuk mencapai dedaunan. Mereka akan mengelupas kulit kayu dari pohon muda dengan gigi dan tanduk mereka. Mereka menjadi aktif saat siang hari, dengan aktivitas yang paling aktif di pagi hari, siang dan sore hari. Southern Pudu dapat pergi untuk waktu yang lama tanpa minum, sebagian besar mendapatkan air dari tanaman sukulen.

Rusa spesies ini dapat menyalak jika merasa mendapat ancaman. Selain itu, seperti halnya rusa pada umumnya mereka juga dapat berlari dengan cepat dan melompat, bahkan rusa Southern Pudu ini juga dapat memanjat.

Southern Pudu memiliki  kelenjar pra-orbital yang berfungsi sangat besar. Kelenjar tersebut digunakan untuk komunikasi. Tumpukan besar dari kotoran dapat ditemukan di dekat jalan yang sering mereka lewati dan tempat beristirahatnya. Ini juga dapat digunakan untuk menandai wilayah. Di alam liar mereka akan hidup antara delapan dan sepuluh tahun.

Pudu diklasifikasikan sebagai spesies yang rentan. Populasi mereka pun telah menurun karena habitat hutan primer mereka dihancurkan dan dibersihkan untuk peternakan dan perkembangan manusia lainnya. Saat ini Bristol Zoo Gardens menjadi bagian dari program penangkaran internasional penangkaran untuk spesies mereka.


referensi: animaldiversity dan nydailynews

0 komentar

Siput Pink, Spesies Baru Penghuni Gunung Kaputar


Siput Merah Jambu


Warnanya yang sungguh “feminim”, ukurannya besar, dan tubuhnya berlendir. Inilah speisies baru bernama Siput Merah Jambu, yang memiliki nama ilmiah Triboniophorus aff. Graeffei, asal Gunung Kaputar, Australia.

Siput Merah Jambu memiliki panjang sekitar 20 cm, mereka biasa ditemukan di pohon-pohon pada pagi hari saat udara dingin, basah dan berkabut. Sedangkan pada siang hari, binatang ini biasanya bersembunyi bawah pohon. Mereka kemudian memanjat pohon saat malam tiba untuk memakan lumut dan ganggang yang tumbuh di batang pohon.

Pada awalnya diduga siput ini merupakan bagian dari Siput Segitiga Merah (jenis siput yang umum ditemukan di wilayah itu), tetapi setelah melalui penelitian lebih lanjut spesies ini dinyatakan sebagai spesies yang berbeda.

Jagawana National Parks and Wildlife Service Australia, Michael Murphy mengungkapkan bahwa penelitian baru dalam morfologi dan genetik dari famili Athorcophoridae mengindikasikan bahwa siput kaputar sebagai spesies endemik Gunung Kaputar dan jadi satu-satunya perwakilan famili ini di daratan Australia.

Minimnya jumlah malakolog --peneliti siput dan keong menjadi salah satu alasan siput merah jambu ini tidak mendapat observasi mendalam. Oleh karenanya penelitian mengenai siput ini secepatnya akan dimasukkan dalam publikasi ilmiah.
Puluhan juta tahun lalu, Australia merupakan bagian dari benua selatan yang disebut Gondwana yang meliputi Australia, Papua Nugini, India, sebagian Afrika, dan Amerika Selatan. Alamnya saat itu tertutup hutan hujan, mirip dengan kondisi Papua Nugini sekarang.

Letusan gunung api sekitar 17 juta tahun lalu di Gunung Kaputar membuatnya memiliki sekitar sepuluh kilometer persegi lahan basah dan subur. Sementara, sebagian besar wilayahnya berubah menjadi gurun pasir.

Perubahan ini mengakibatkan tanaman dan hewan yang hidup di Gunung Kaputar berbeda dengan para tetangganya. Menurut Murphy, warna siput yang hidup di daun eucalyptus ini berubah menjadi merah jambu sebagai bentuk kamuflase atau permainan evolusi.

Di dalam sistem rantai makanan, mereka berfungsi sebagai pengurai sampah organik dari pohon untuk kemudian menjadi tanah yang subur. Di dalam ekosistem tersebut, hewan ini juga biasanya menjadi makanan bagi burung dan beberapa hewan lain. Pihak Australia akan mengupayakan berbagai cara untuk mencegahnya punah salah satunya dengan mengambil tindak pelestarian spesies unik ini dan menjadikan gunung habitatnya sebagai "area ekologi terancam punah".



Referensi: wikipedia dan nationalgeographic

0 komentar

Mengenal Numbat, mamalia pemakan rayap dari Australia

Foto Numbat
Numbat merupakan seekor mamalia darat yang memiliki nama latin Myrmecobius fasciatus. Binatang ini dikenal juga dengan nama walputri, atau trenggiling berpita. Mereka hidup di wilayah Barat Australia dan merupakan binatang pemakan serangga, terutama rayap.

Numbat merupakan binatang simbol untuk wilayah Australia Barat, tetapi sayangnya saat ini populasi mereka berada dalam status "Terancam Punah (EN)". Untuk melindungi satwa yang saat ini hanya ditemukan dalam beberapa koloni kecil ini, pemerintah Australia mengadakan sebuah program konservasi.

Numbat memiliki ukuran tubuh kecil dengan panjang hanya sekitar 35-45 cm, diukur hingga ujung ekornya, dimana panjang ekornya hampir sama dengan panjang tubuhnya. Berat badan Numbat berkisar antara 280 gram hingga 700 gram.

Binatang ini memiliki berbagai macam variasi warna, terbentang dari abu-abu muda hingga cokelat kemerahan dengan garis-garis melingkari tubuh berwarna putih, garis hitam yang memanjang dari wajah hingga ujung ekornya, dan bulu bagian atas berwarna lebih kemerahan.

Berbeda dengan binatang marsupial (berkantung) lainnya, Numbat merupakan binatang diurnal (aktif disiang hari). Di siang hari mereka akan berburu rayap sebagai makanan utama mereka dengan menggunakan cakar kuatnya dan lidah yang sangat panjang, ramping, serta lengket untuk menangkap rayap.

Daerah penyebaran Numbat terbentang dari Australia bagian Selatan, Australia Bagian Barat hingga bagian barat daya New South Wales. Namun sejak kedatangan bangsa Eropa ke Australia, daerah penyebaran mereka semakin menyusut. Dan saat ini mereka hanya dapat ditemukan di 2 tempat yaitu di Dryandra Woodland dan Perup Nature Reserve, yang keduanya merupakan daerah di Australia Bagian Barat.

Numbat hanya ditemukan di kawasan hutan eukaliptus, tetapi sekali mereka juga dapat ditemukan di area yang lebih luas seperti hutan semi kering, padang rumput Spinifex, dan bahkan di medan yang didominasi oleh bukit pasir.

Numbat menghabiskan siang harinya untuk berburu rayap sebagai sumber makanan. Sebagai pemakan rayap, dalam sehari Numbat dewasa bisa memakan hingga sekitar 20.000 ekor rayap. Mereka menggali rayap tempat persembunyian rayap menggunakan cakarnya dan memakan menggunakan bantuan lidahnya yang panjang dan lengket. Mereka melacak keberadaan sarang rayap yang ada di dalam tanah dengan menggunakan indera penciumannya.

Numbat dewasa merupakan binatang yang soliter dan teritorial. Seekor numbat jantan atau betina biasanya memiliki daerah teritori sekitar 1,5 km persegi. Pejantan baru akan masuk ke wilayah betina ketika musim kawin tiba.

Hewan pemangsa yang mengancam keberadaan Numbat antara lain ular python, musang merah, serta elang.


Referensi : wikipedia

0 komentar

6 Hewan Kecil Yang Terancam Punah

Berbagai macam jenis hewan hidup di dunia ini. Dari jutaan spesies yang ada, beberapa diantaranya merupakan hewan berjenis kecil atau imut. Namun faktanya, keberadaan hewan-hewan imut ini saat ini berada dalam kondisi terancam punah.

Ada berbagai macam faktor yang menyebabkan keberadaan mereka saat ini sulit untuk ditemui. Seperti akibat ulah manusia, dan semakin berkurangnya habitat hidup mereka. Dan berikut ini ada 6 hewan kecil yang terancam punah versi on the spot trans7.

1. Quoll
Foto quoll
Sebutannya adalah mamalia predator, tetapi ukurannya tidak lebih besar dari kucing. Quoll dewasa memiliki panjang antara 25 - 75 cm dengan ekor berambut sepanjang 20 - 35 cm. Hewan berkantung ini sangat suka dengan serangga, tikus, dan kadal. Penelitian genetika menunjukkan bahwa Quoll telah berevolusi sekitar 15 juta tahun yang lalu.

Quoll merupakan nenek moyang dari 6 spesies yang berbeda, dimana 4 spesies diantaranya ditemukan di Australia, dan 2 spesies lainnya berada di papua Nugini. Habitat hewan penyendiri ini semakin hari semakin berkurang. Salah satu penyebab utamanya adalah pembanguna perkotaan yang menggusur habitat asli mereka.

2. Kura-Kura Mesir
Foto kura-kura Mesir
Akibat adanya perdagangan ilegal dan perburuan, kura-kura terkecil di dunia ini semakin sulit ditemui. Bahkan saat ini jumlah spesies ini yang tersisa diperkirakan hanya ada sekitar 7500 ekor saja. Jika tidak segera dilakukan konservasi, kemungkinan besar dalam waktu dekat kura-kura jenis ini akan segera punah.

Spesies ini dapat hidup sekitar 10 - 20 tahun. Mereka mempunyai perilaku yang unik, saat udara panas, mereka akan beristirahat di dalam liang atau lubang, dan akan aktif kembali di sore hari ketika suhu mulai mendingin. Selain itu, kura-kura berwarna emas hingga cokelat gelap ini dapat berkamuflase.

3. Kudanil kerdil
Foto kudanil kerdil
Bentuknya memang berbeda dengan kudanil pada umumnya. Kudanil kerdil memiliki kaki dan hidung yang pendek serta memiliki kemampuan berenang yang kurang baik. Kudanil jenis ini memiliki panjang tubuh sekitar 150 - 175 cm, dengan berat badan sekitar 160 - 240 kg.

Status kudanil kerdil saat ini termasuk kritis dan terancam punah. Tercatat hanya ada sekitar 2000 habitat yang tersisa di dunia. Salah satunya terdapat di Afrika Barat. Tubuhnya yang mungil, membuat kudanil jenis ini bergitu rapuh. Namun kudanil kerdil juga memiliki keistimewaan, yaitu memiliki kelenjar keringat yang berfungsi sebagai pendingin tubuh.

4. Numbat
foto numbat
Habitat Numbat berada di Australia bagian Barat. Panjang tubuhnya mencapai 35 - 45 cm. Numbat merupakan pemakan rayap. Hari-harinya banyak dihabiskan untuk mencari rayap. Setiap harinya, numbat dewasa membutuhkan makanan sekitar 20.000 rayap.

Numbat memanfaatkan cakarnya yang sangat kuat dan penciuman yang tajam untuk berburu rayap. Selain itu, hewan bercorak garis-garis ini jarang bersuara. Mereka hanya lebih sering terdengar mendesis atau menggeram, dan hanya bersuara ketika melakukan reproduksi. Keberadaan numbat saat ini terancam punah. Mereka hanya bertahan di suatu habitat kecil di sudut barat daya Australia. Hal ini dikarenakan habitat asli mereka banyak beralih menjadi lahan pertanian dan pertambangan.

5. Musang Kaki Hitam
foto Musang Kaki Hitam
Hewan yang masih memiliki kekerabatan dengan berang-berang ini memiliki kaki pendek dan tubuh memanjang. Sejak abad 20 populasi spesies ini terus mengalami penurunan. Terutama diakibatkan oleh perusakan habitat alami si musang berkaki hitam ini. Berkat sebuah konservasi, ada sekitar 1000 ekor musang tang terselamatkan. 

Musang berkaki hitam sering juga disebut sebagai musang bermata hitam, karena memiliki tanda hitam di kaki, sekitar mata, dan ujung ekor. Mereka adalah pemburu di malam hari. Satu kelompok musang kaki hitam dapat membunuh sekitar 250 ekor anjing padang rumput setiap tahunnya.

6. Chincilla
Foto Chincilla
Hewan ini merupakan salah satu hewan pengerat yang berasal dari pegunungan Andes di Amerika Selatan. Hal yang paling menarik dari binatang yang satu ini adalah bulunya. Bulu chincilla begitu tebal dan halus seperti beludru. Hewan ini tercatat sebagai hewan pemilik bulu paling halus. Karena begitu tebal bulunya, kutu pun tidak bisa menusuk kulitnya. 

Namun karena kelembutan bulunya tersebut, chincilla banyak diburu manusia untuk digunakan sebagai bahan pakaian. Mereka adalah binatang yang aktif di malam hari. Pada siang hari mereka akan menghabiskan waktunya di dalam lubang atau celah bebatuan. 

Hewan ini dapat bergerak cepat dan melompat-lompat. Saat merasa terancam mereka akan berlari dan bersembunyi di dalam lubang. Tercatat Chincilla mampu melompat hingga setinggi 1,8 m. Mereka juga dapat melepaskan bulunya atau menyemprotkan air seni ke arah musuhnya. 

0 komentar

Mengenal Macan Dahan Kalimantan, Kucing liar terbesar di Kalimantan

Foto Macan Dahan Kalimantan
Macan dahan Kalimantan atau disebut juga macan dahan sunda memiliki nama latin Neofelis diardi. Ini adalah jenis kucing liar endemik Indonesia berukuran medium yang hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Meskipun namanya adalah 'macan dahan', pada kenyataannya kucing liar ini tidaklah ada hubungan dengan macan tutul. Kucing ini diberi nama Neofelis diardi untuk menghormati naturalis dan penjelajah Prancis yang bernama Pierre-Médard Diard.

Dulunya, macan dahan sumatera diklasifikasikan sebagai subspecies dari macan dahan (Neofelis nebulosa). Namun sejak tahun 2006 kucing eksotis ini diklasifikasikan sebagai satu spesies tersendiri. Dan pada 14 Maret 2007, sesuai dengan sebuah artikel yang diterbitkan oleh WWF, kucing ini diberi nama macan dahan kalimantan.

Dalam artikel yang diterbitkan WWF tersebut seorang yang bernama Dr. Stephen O'Brien dari U.S. National Cancer Institute mengatakan "Hasil kajian genetik jelas-jelas menunjukkan bahwa macan dahan Kalimantan harus dianggap sebagai spesies yang terpisah".

Macan dahan kalimantan merupakan spesies kucing terbesar di Kalimantan. Kucing ini memiliki berat badan sekitar 12 hingga 25 kg, dengan panjang tubuh sekitar 90 cm. Habitat Macan dahan kalimantan adalah di hutan hujan dataran rendah dengan ketinggian di bawah 1500 mdpl di Kalimantan. Sedangkan di Sumatera, mereka menghuni daerah perbukitan dan pegunungan.

Macan dahan kalimantan berburu di permukaan tanah. Kemampuan memanjatnya yang baik, lebih digunakan untuk melarikan diri dari bahaya. Belum banyak yang diketahui dari kucing langka ini. Namun diperkirakan, macan dahan kalimantan adalah binatagn soliter.

Menurut Red LIst IUCN tahun 2008, populasi macan dahan kalimantan masuk dalam status "Rentan (VU)". Di Kalimantan jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 5.000 - 11.000 ekor di Kalimantan, dan 3000 -  7.000 di Sumatera.

Sebenarnya macan dahan kalimantan sudah dilindungi oleh Undang-Undang. Namun penegakan atas hukum yang sudah ditentukan tidaklah berjalan sebagaimana mestinya.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Lutra Sumatera, berang-berang paling langka di dunia

Foto Lutra Sumatera (Lutra sumatrana)
Lutra Sumatera memiliki nama latin Lutra sumatrana atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama hairy-nosed otter. Satwa endemik Indonesia ini adalah spesies berang-berang paling langka di dunia. Satwa ini sempat dinyatakan punah, hingga pada tahun 1998 mereka ditemukan lagi dalam sekelompok kecil.

Lutra Sumatera merupakan spesies berang-berang berukuran medium. Panjangnya sekitar 1,3 m dengan berat sekitar 7 kg. Jari-jari mereka tertutup selaput dan memiliki cakar yang berkembang dengan baik. Bulunya berwarna cokelat gelap pada bagian atas, dan lebih cerah pada bagian bawah. Bagian moncongnya ditutupi oleh bulu pendek berwarna gelap.

Sebelumnya Lutra Sumatera sempat dianggap sebagai sub-spesies dari Lutra lutra. Namun berdasarkan tes DNA, Lutra Sumatra akhirnya dipastikan adalah satu spesies sendiri, yaitu spesies Lutra sumatrana yang sempat dikabarkan sudah punah pada tahun 1998.

Habitat lutra Sumatera adalah daerah pesisir, dan daerah sekitaran sungai besar. Mereka cenderung soliter, meski terkadang berada dalam sebuah grup kecil yang berisi sekitar 4 ekor lutra. Makanan lutra Sumatera antara lain ikan, dan udang.

Penyebaran lutra Sumatera meliputi Sumatera bagian Selatan, Thailand bagian selatan, barat daya kamboja, dan selatan Vietnam. Kemungkinan besar mereka juga terdapat di Laos, Malaysia, dan Pulau-pulau lain di Indonesia.

Belum ada data resmi mengenai beapa jumlah lutra sumatera yang ada di alam liar. Namun diperkirakan jumlahnya tidaklah banyak. Oleh sebab itu IUCN menetapkan lutra sumatera pada status "Terancam PUnah (EN)".

Referensi : IUCN

0 komentar

Mengenal Kukang Jawa

Foto Kukang Jawa
Kukang Jawa memiliki nama latin Nycticebus javanicus dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Javan slow loris. Mereka adalah spesies kukang yang tinggal di Pulau Jawa bagian Tengah dan Barat.

Dulunya kukang jawa dianggap sebagai subspesies dari kukang Sunda (Nycticebus Coucang). Hingga pada tahun 2000-an penelitian genetik dan morfologi memisahkannya menjadi satu spesies tersendiri. Spesies kukang jawa sendiri ada 2 varian yang dibedakan berdasarkan panjang bulu, dan pewarnaannya.

Kukang jawa memiliki berat sekitaran 565 hingga 687 gram dengan panjang tubuh sekitar 11,5 inci. Mereka adalah binatang arboreal yang menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Pergerakan mereka lambat dengan merambat dari satu pohon ke pohon lain, bukan dengan melompat. Kukang jawa juga termasuk binatang nokturnal, yang lebih aktif di malam hari.

Habitat kukang jawa meliputi hutan primer dan sekunder. Namun mereka terkadang juga dapat ditemukan di hutan bambu, mangrove, dan kebun cokelat. Makanan kukang jawa antara lain buah, getah, kadal, dan telur. Mereka biasa tidur di cabang pohon, terkadang dalam sebuah grup, tetapi lebih sering berkeliaran berpasangan atau sendirian.

Populasi kukang jawa mengalami penurunan yang sangat signifikan, terutama diakibatkan oleh perburuan liar untuk diperjualbelikan di pasar gelap untuk dijadikan hewan piaraan atau untuk bahan pembuatan obat tradisional.

Berkurangnya habitat asli dan penyebarannya yang terbatas, juga menjadi penyebab kelangkaan hewan eksotis ini. Oleh sebab itu IUCN memasukkan kukang jawa dalam status "Terancam PUnah (EN)". Binatang endemik Indonesia ini bahkan juga masuk ke dalam "25 primata paling terancam punah di dunia" selama 2008 - 2010.

Saat ini kukang jawa termasuk binatang yang dilindungi oleh Undang-Undang, dan sejak 2007 masuk dalam daftar CITES Appendix I. Namun, TOLOLnya warga negara Indonesia adalah, sudah tahu dilindungi Undag-Undagn dan sudah berada di area perlindungan, tetapi masih saja diburu. IDIOTnya lagi, hukum yang sudah dibuat, sangat jarang ditegakkan oleh penegaknya. TOLOL!!!
Referensi : wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Kanguru Pohon Goodfellow

Foto Kanguru Pohon Goodfellow
Kanguru Pohon Goodfellow memiliki nama latin Dendrolagus goodfellowi. Binatang unik ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Goodfellow's tree-kangaroo atau ornate tree-kangaroo. Nama kanguru ini diambil dari nama seorang kolektor zoological berkebangsaan Inggris yang bernama Walter Goodfellow.

Kanguru Pohon Goodfellow termasuk ke dalam keluarga Macropodidae bersama dengan kangguru, dan wallaby. Habitat Kanguru Pohon Goodfellow ini adalah di hutan hujan di Pulau Papua. Di Indonesia sendiri mereka dapat ditemukan di sekitaran Papua Tengah. Mereka adalah tipe binatang arboreal yang banyak menghabiskan waktunya di atas pohon.

Seperti kangguru pohon yang lain, kanguru pohon jenis ini memiliki penampilan yang cukup mencolok perbedaannya dengan jenis kangguru darat. Kaki kanguru pohon goodfellow tidak begitu besar jika dibandingkan dengan bagian tubuh depannya. Selain itu kanguru jenis ini juga memiliki cakar yang kuat untuk mencengkeram dahan, serta ekor yang panjang untuk keseimbangan.

Kanguru jenis ini tergolong lambat dan terlihat agak repot ketika bergerak di darat. Namun ketika berada di atas pohon, mereka sangat lincah. Mereka juga merupakan pelompat yang tangguh. Menurut data, mereka dapat melompat dari pohon setinggi 30 kaki ke tanah, tanpa terluka sedikitpun.

Makanan utama kanguru pohon goodfellow adalah daun pohon Silkwood. Namun mereka juga makan daun lain, buh-buahan, sereal, bunga, dan rumput. Mereka memiliki perut yang besar yang berfungsi sebagai media fermentasi lemak, dan untuk membunuh bakteri-bakteri yang terdapat di dedaunan yang mereka makan, mirip dengan perut sapi.

Kanguru pohon Goodfellow memiliki bulu pendek yang tebal yang biasanya berwarna cokelat kacang hingga merah-cokelat. Bagian wajahnya berwarna cokelat-abu-abu dengan kaki dan pipi berwarna kekuningan.

Berat tubuh kanguru pohon goodfellow sekitar 7 kg. Ada 2 jenis kanguru pohon yang masih hidup yaitu Dendrolagus goodfellowi goodfellow dan Dendrolagus goodfellowi buergersi. Namun populasi keduanya tidaklah banyak.

Menurut data Red List IUCN, kanguru pohon goodfellow berada dalam status "Terancam Punah (EN)" akibat dari perburuan liar dan pengrusakan habitat mereka oleh manusia.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Kambing Hutan Sumatera

Mengenal Kambing Hutan Sumatera
Kambing Hutan Sumatera memiliki nama latin Capricornis sumatraensis. Dalam bahasa Inggris kambing ini dikenal dengan nama Sumatran serow. Kambing-kijang ini juga dikenal dengan nama southern serow.

Kambing Hutan Sumatera dapat ditemukan di Pulau Sumatera, dan Semenanjung Thailand-Malaysia. Habitat mereka adalah di hutan primer dan hutan sekunder dekat dengan pegunungan. Mereka aktif pada pagi serta sore hari, dan beristirahat di siang hari di tempat teduh di bebatuan.

Meskipun tidak ada informasi pasti mengenai populasi kambing hutan sumatera di Indonesia, diperkirakan kambing hutan yang hidup di Taman Nasional Gunung Leuser mengalami perkembangan yang pesat. Namun kamera tersembunyi yang dipasang di Hutan Lindung Taratak menunjukkan bahwa populasi kambing hutan sumatera, langka.

Sebuah study yang dilakukan Malaysia menunjukkan, hanya ada sekitar 13 ekor kambing hutan yang mendiami wilayah seluas 7,4 hektar. Berdasarkan data tersebut diperkirakan hanya ada sekitar 500 - 700 ekor kambing hutan Sumatera yang hidup di Semenanjung Malaysia.

Masalah utama yang menyebabkan kelangkaan satwa ini adalah semakin menyempitnya habitat. Selain itu,  perburuan liar juga memiliki andil dalam kelangkaan satwa ini. Mereka diburu, baik di area perlindungan ataupun area bebas, untuk dimakan dagingnya dan sebagai bahan baku obat tradisional.

Bahkan, di sebuah kota yang bernama Pancur Batu, yang terletak di Sumatra Utara, tanduk dari kambing hutan sumatera diperjualbelikan secara bebas, dan dibiarkan saja oleh pemerintah. Padahal, binatang langka ini sudah dilindungi oleh Undang-Undang sejak tahun 1932, dan area seluas 11.904 mil persegi sudah dijadikan sebagai area perlindungan mereka. Tolol kan??? Siapa yang Tolol??? Ya pemerintah lah. Udah bikin Undang-Undang, tapi nggak dipatuhi, malah diem aja.

Saat ini populasi kambing hutan Sumatera berada dalam status "Rentan (VU)" menurut Red List IUCN.

Refrensi : redorbit

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio