hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Badak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badak. Tampilkan semua postingan

Hewan-Hewan Kesepian Di Dunia

Hidup sendiri dan tidak mempunyai kawan tentunya tidak pernah menjadi keinginan siapapun yang hidup di dunia ini. Seperti umat manusia yang kesepian dan galau jika tidak mempunyai pasangan hidup, hewan pun bisa menjadi kesepian dan terisolasi hingga mengakibatkan mereka terancam punah.
Berikut 6 spesies langka yang menjadi hewan paling kesepian di dunia ini:

Ikan Mangarahara cichlid
Ikan Mangarahara cichild
Ikan Mangarahara cichlid merupakan spesies ikan langka yang sudah sangat jarang dapat ditemukan di alam liar dan terancam punah. Saat ini, dua ekor ikan Mangarahara cichlid yang masih tersisa semuanya berjenis kelamin laki-laki sehingga tidak memungkinkan untuk saling membuahi dan menghasilkan keturunan. Dengan demikian, kedua ikan yang ada di Kebun Binatang Berlin akan segera punah jika tidak dapat segera menemukan betina (pasangannya).

Kura-kura Lonesome George

Lonesome George
Kura-kura Lonesome George merupakan spesies terakhir dari subspesies Geochelone elephantopus abingdoni yang juga menjadi ikon dari Pulau Pinta, Kepulauan Galapagos. Kura-kura darat raksasa ini termasuk  hewan yang berumur panjang dan mampu bertahan hidup lebih dari 100 tahun. Sayangnya, George meninggal tahun lalu tanpa sempat berhasil kawin dan menghasilkan keturunan untuk melanjutkan subspesiesnya.

Macan tutul amur
Macan Tutul Amur
Macan tutul amur yang merupakan biantang endemik hutan di Rusia Timur adalah spesies kucing besar yang tangkas dan pintar. Jumlahnya saat ini sangat sedikit dan diperkirakan hanya tersisa 30 ekor di planet ini. Penampilannya yang sangat mencolok dan khas dengan motif leopardnya yang tutul-tutul menarik para pemburu ilegal untuk membunuh dan mengambil kulitnya untuk kemudian dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Badak jawa
Badak Jawa
Badak Jawa, yang merupakan maskot bagi Indonesia, termasuk satwa yang dilindungi dan terancam punah. Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Barat saat ini hanya menyisakan kurang dari 100 ekor. Badak Jawa merupakan jenis spesies mamalia besar yang paling langka dan hanya terdapat di Pulau Jawa. Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia berusaha untuk melestarikan spesies ini.

Gorila gunung
Gorilla

Gorila gunung (Gorilla gorilla berengei) yang tinggal di area pegunungan bisa ditemui di Afrika Tengah dan Afrika Timur. Hilangnya habitat karena kerusakan hutan, akibat aktivitas manusia, yang selama ini menjadi rumah bagi mereka memaksa spesies ini berjuang hidup dan beradaptasi di tempat baru. Diperkirakan jumlah gorila saat ini hanya tersisa kurang dari 900 ekor, dan terancam punah.

Lumba-lumba vaquita
Vaquita

Vaquita ialah lumba-lumba mini yang biasa ditemukan di Teluk Meksiko, California. Vauqita tergolong spesies langka yang jumlahnya tinggal tersisa 200 ekor. Jumlah Vaquita semakin menurun seiring maraknya penangkapan Vaquita demi kepentingan industri perikanan.

Sumber: NationalGeographic News


0 komentar

Informasi Tentang Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua

Informasi Tentang Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua
Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua merupakan spesies badak paling langka di dunia bersama dengan badak jawa. Badak jenis ini merupakan yang paling kecil dari spesies badak saat ini.

Badak Sumatera merupakan binatang yang soliter. Habitat badak sumatera adalah di wilayah dalam dari hutan gunung yang belantara di wilayah Malaysia, Indonesia (Pulau Sumatera), dan kemungkinan juga Myanmar.

Makanan badak sumatera antara lain buah, ranting, daun, dan semak-semak. So, mereka adalah binatang herbivora. Seperti kebanyakan jenis badak lainnya, badak sumatera juga memiliki indera penciuman dan pendengaran yang sangat tajam. Mereka akan meninggalkan semacam bau yang dapat dilacak di seisi hutan yang dapat digunakan untuk menemukan lokasi badak lainnya.

Sebagai spesies badak terkecil, badak sumatera memiliki berat sekitar 800 kg, dan dapat tumbuh hingga setinggi 1,5 m diukur dari pundak, dengan panjang sekitar 2,5 hingga 3,2 m.

Badak Sumatera memiliki 2 tanduk. Panjang tanduk utama bisa tumbuh mencapai 79 cm, sedangkan tanduk sekundernya hanya tumbuh hingga sekitar 10 cm. Tanduk ini adalah senjata pertahanan dari sang badak. Ironisnya, justru karena tanduk inilah badak jadi diburu oleh manusia untuk diambil tanduknya.

Tanduk badak ini diburu untuk digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di China, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Tanduk badak ini juga berharga di Timur Tengah, khususnya Yaman, dan Afrika Utara untuk digunakan sebagai aksesoris gagang belati.

Saat ini populasi badak Sumatera berada pada status "Kritis (CR)" menurut data Redlist IUCN. Diperkirakan hanya ada sekitar 400 badak sumatera yang saat ini masih ada. Sayangnya kebanyakan badak-badak sumatera yang tinggal di penangkaran atau kebun binatang sangat susah untuk bisa berkembang biak.

Pada tahun 2001, untuk pertama kalinya seekor anak badak sumatera lahir di kebun binatang Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat. Dan merupakan persalinan yang tersukses dalam rentang waktu 100 tahun.

Referensi : national geographic

0 komentar

Badak Jawa atau badak bercula satu

Badak Jawa atau badak bercula satu
Badak Jawa atau badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus) merupakan satu dari 5 spesies badak yang masih ada saat ini. Hewan yang termasuk keluarga Rhinocerotidae ini merupakan genus yang sama dengan badak india. 
Meskipun namanya adalah Badak Jawa, sebenarnya spesies badak ini menyebar di Asia Tenggara hingga Tiongkok dan India. Dulunya hewan ini pernah menjadi spesies badak yang paling banyak populasinya. Namun saat ini, jumlahnya justru sangat kritis dan berada diambang kepunahan. Hanya sedikit yang bisa ditemukan di alam liar dan tidak juga terdapat di kebun binatang. 
Saat ini kita hanya bisa menemui badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa dan Taman Nasional Cat Tien, Vietnam, karena informasi terbaru menyebutkan jika populasi Badak Jawa yang ada di India sudah habis. Di Ujung Kulon sendiri ada sekitar 40-50 ekor dan di Vietnam ada sekitar 8 ekor pada tahun 2007. Makanya ada iklan larutan penyegar yang bilang "Nggak ada Badak nggak baik".
Sebenarnya Badak Jawa tidak memiliki predator yang menerornya. Mereka juga tergolong panjang umur hingga 30-45 tahun di alam liar. Berkurangnya populasi Badak Jawa merupakan akibat dari menyempitnya habitat mereka akibat perang vietnam. Selain itu juga diakibatkan oleh perburuan liar untuk mengambil cula-nya yang mencapai harga.$30.000 per kilogram.
Untuk menjaga populasi badak jawa, WWF Indonesia berencana untuk memecah populasi badak jawa ke cagar alam lain yaitu Taman Nasional Halimun di Gunung Salak. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dari bencana alam yang dapat memusnahkan populasinya secara tidak diduga. Selain itu hal ini juga bertujuan untuk merenggangkan kompetisi wilayah dan sumber makanan dengan banteng yang juga hidup di Ujung Kulon.
Badak Jawa memiliki tinggi sekitar 1,4–1,7 m dengan panjang antara 3,1 hingga 3,2 m serta memiliki struktur kulit yang menyerupai baju baja. Ukuran ini lebih kecil jika dibandingkan dengan Badak India. Sedangkan ukuran culanya merupakan yang terkecil dari spesies badak lainnya yaitu kurang dari 20 cm.
Hewan besar ini sebenarnya bukan hewan yang agresif. Mereka hewan yang tenang dan cenderung akan menjauh jika mendeteksi adanya manusia. Namun saat membesarkan anaknya, badak betina akan lebih agresif untuk memastikan anaknya tidak diganggu.
Mereka senang berkubang untuk mnjaga suhu tubuh dan mencegah penyakit dan parasit. Namun mereka tidaklah menggali kubangannya sendiri. Mereka lebih suka menggunakan kubangan alami atau yang dibuat oleh hewan lainnya kemudian memperlebarnya dengan menggunakan cula mereka.
Daerah kekuasaan Badak jantan lebih besar dari badak betina. Badak Jantan akan menandai wilayah mereka dengan urin dan tumpukan kotoran mereka. Namun tidak diketahui apakah sering ada perang perebutan wilayah atau tidak, karena peneliti hanya menggunakan kamera dan mengetest kotoran mereka saja untuk mengetahui kondisi badak jawa di alam liar karena badak jawa cenderung akan lari ketika menyadari kedatangan manusia..
Badak Jawa adalah hewan herbivora yang memakan tanam-tanaman. Mereka dapat menghabiskan hingga 50 kg makanan sehari. Diketahui badak jawa butuh garam sebagai nutrisi tubuhnya. Karena tanaman di ujung kulon tidak mengandung garam, sesekali badak akan meminum air laut untuk memperoleh nutrisi yang dibutuhkannya tersebut.
Badak Jawa Betina siap kawin pada usia 3 - 4 tahun sedangkan jantan pada usia 6 tahun. Interval kelahiran badak ini sekitar 4 - 5 tahun. Selain itu, anaknya baru dilepas dari induknya setelah umur 2 tahun. Namun belum banyak yang dipelajari dari spesies ini karena susah untuk melakukan pengamatan secara langsung. Namun yang pasti, perkembangbiakannya yang bisa dibilang susah ini juga menjadi salah satu penyebab kelangkaan badak Jawa.


Referensi : wikipedia

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio