hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Hewan yang dilindungi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan yang dilindungi. Tampilkan semua postingan

Loris, Mammalia Lucu Tapi Mematikan


loris
Lihatlah  wajahnya! Sungguh lucu dan polos bukan binatang ini? Namanya adalah Loris.

Loris memang merupakan salah satu hewan mamalia yang lucu, manis, dan pemalu yang ada di bumi. Sepintas hewan ini kelihatan sangat menggemaskan. Hewan primata yang terancam punah ini dapat ditemukan di Serawak, Borneo dan Filipina selatan juga Indonesia, Vietnam, Bangladesh, India, Cina Selatan dan Thailand. Selama ini, para ilmuwan mengalami banyak kesulitan dalam meneliti binatang ini.

Loris termasuk ke dalam kategori hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Hewan ini memiliki panjang sekitar 6-10 inci (15cm-25cm) dan memiliki mata seperti piring besar yang membantu perburuan malam hari mereka. Makanan utama mereka adalah serangga, tetapi kadang mereka juga memakan buah-buahan dan daun. Saat ini, makhluk ini diperkirakan hanya tersisa 100 spesies di alam liar dan membuat hewan ini masuk di antara lima primata teratas yang paling terancam di dunia.

Beberapa orang kerap menjadikan hewan ini sebagai hewan peliharaan, meskipun tindakan ini salah satu perbuatan yang ilegal. Hewan ini termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah untuk mencegah mereka dari kepunahan.

Namun sebaiknya anda jangan tertipu oleh penampilan Loris ini, hewan ini sesungguhnya termasuk hewan yang sangat beracun dan berbisa. Dikatakan beracun karena Loris menghasilkan racun dalam sikunya melalui kelenjar, yang apabila tertelan oleh anda maka akan memberikan kasus sakit perut extrim. Hal ini sangat membantu mereka  di masa muda untuk melindungi diri mereka dari para predator di alam liar. 

Selain itu, gigitan Loris juga dapat menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Jenis racun toksinnya ringan dan tidak fatal. Kasus kematian pada manusia lebih disebabkan karena syok anafilaksis (anaphylactic shock). 

Referensi: wikipedia

0 komentar

Primata Terkecil di Dunia Asli Indonesia



Singapuar 
Ini dia spesies asli Indonesia yang mempunyai ukuran mungil dan wajah unik yang seolah seperti melotot. Singapuar yang memiliki nama latin Tarsius Bancanusini disebut-sebut sebagai primata terkecil di dunia. Hal ini didasari fakta bahwa Singapuar hanya memiliki berat berkisar antara 80-140 gram dengan panjang berkisar antara 12-15 cm.
Singapuar memiliki mata yang tajam dan besar, tetapi ia hanya bisa melihat dengan jelas pada malam hari, sedangkan pada siang hari pandangannya agak rabun. Yang unik dari singapuar ini adalah bahwa bola matanya tidak dapat bergerak ke kiri dan kanan sehingga ia tidak bisa melirik ke sekitarnya. Untungnya, ia terbantu dengan kemampuan lehernya untuk berputar 180 derajat sehingga ia tetap bisa mengamati sekitarnya. Singapuar memiliki tubuh dengan bulu lembut dan mirip beludru berwarna cokelat abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda.

Singapuar temasuk binatang nokturnal yang aktif mencari makanan pada malam hari. Makanan mereka adalah para serangga kecil. Mereka banyak menghabiskan waktunya di atas pepohonan dan melompat dari satu pohon ke pohon lain. Walaupun ukuran tubuhnya cukup kecil, singapuar dapat melompat cukup jauh hingga kurang lebih sejauh 3 meter.

Singapuar adalah binatang soliter atau penyendiri. Mereka tidak pernah hidup secara berkelompok. Bahkan jika mereka ditempatkan dalam satu kelompok, maka mereka akan melukai dirinya sendiri karena mengalami stress.

Saat ini Singapuar termasuk ke dalam satwa dalam kategoti terancam punah. Di Indonesia, penyebaran Singapuar meliputi daerah di Sumatera bagian Selatan dan Tenggara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan

Referensi: wikipedia

0 komentar

Bilby, Kado Pemerintah Australia Untuk Royal Baby Kerajaan Inggris


Royal Baby
Pangeran William (kanan) dan istrinya Kate Middleton (tengah) yang menggendong bayi kerajaan di urutan ketiga pewaris tahta Inggris, meninggalkan rumah sakit St Mary, Selasa (23/7/2013) petang waktu setempat. Tampilan pertama "royal baby" ini disambut meriah warga setempat. | BEN STANSALL / AFP
Kerajaan Inggris mempunyai anggota keluarga baru setelah Kate Middletone melahirkan bayi dengan berat lahir 3,7 kilogram pada hari Senin, 22 Juli 2013 pukul 16.24 waktu setempat.Atas kelahiran putra pertama pasangan Pangeran William dan Putri Kate Middleton tersebut, pemerintah Australia memberikan hadiah boneka Bilby kepada The Royal Baby. 

Bilby adalah binatang khas Australia, selain koala dan kanguru, yang penampilannya menyerupai tikus dan kebanyakan hidup di daerah gurun di pedalaman Australia. Bilby merupakan salah satu satwa yang sekarang terancam punah karena serangan dari binatang lain seperti kucing. 
Bilby
Bilby, Hewan Khas Australia
Nama Bilby sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Aborigin Yuwaalaraay bagian utara New South Wales, yang berarti tikus berhidung panjang. Bilby mempunyai ciri fisik berupa moncong dan telinga yang panjang. Ukuran tubuh mereka berkisar antara 29–55 cm in length. 

Bilby adalah hewan nokturnal yang biasa memakan biji-bijian, buah, jamur,serangga, larva, dan berbagai binatang kecil lainnya. Bilby terkenal ahli sebagai binatang penggali tanah. Mereka dapat membangun sebuah sistem terowongan yang berfungsi sebagai rumah dan persembunyian dari predator. Saat menggali, seekor bilbi betina akan menghadap belakang untuk menghindarkan kantongnya dari kemasukan debu dan tanah. Masa kehamilan seekor Bilby berkisar 12 – 14 hari, salah satu yang tercepat di antara mammalia. 

Bilby yang juga menjadi simbol Paskah, selain kelinci, merupakan masalah hama yang serius di Australia. Mereka telah menyebabkan kerusakan yang tak terhitung ke seluruh benua Australia. Bilby dulunya dibawa ke Australia oleh orang Eropa sehingga orang kaya bisa pergi berburu. Sedikit yang mereka menyadari kerusakan yang akan ditimbulkan saat itu. 

Untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan, terdapat berberapa konservasi Bilbby salah satunya terdapat di Arid Recovery Reserve di Australia bagian selatan dan Currawinya National Park di Queensland. Hal ini diikuti dengan munculnya beberapa konservasi di Peron Peninsula, the Australian Wildlife Conservancy's, Scotia, Yookamurra Sanctuariesdan Kanyana Wildlife Rehabilitation Centre.

referensi: wikipedia dan  kompas

0 komentar

Kasih Sayang Anak-Bunda ala Binatang

“Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu,” itulah sepenggal lirik lagu milik Iwan Fals yang sangat populer di Indonesia. Tahukah anda kalau kemesraan seperti itu ternyata juga bisa dirasakan dan ditunjukkan oleh binatang, seperti ditunjukkan oleh beberapa bayi dan sang induk yang saling berbagi kasih sayang seperti terangkum dalam foto-foto berikut ini.

Induk Pudu dan Bayinya
Pudu
Seekor induk Pudu terlihat sangat menyayangi bayinya yang baru lahir pada 20 Mei 2013 lalu di Kebun Binatang Dettroit, Amerika Serikat. Pudu adalah spesies rusa kecil yang hidup di hutan di Amerika Selatan.

Orang Utan dan Bayinya
 
Otan
Kasih sayang seekor induk dan bayinya juga nampak pada foto ini. Seekor bayi Orang Utan berusia satu bulan tidur di atas gendongan sang induk. Momen ini terjadi di Kebun Binatang Singapura.

Macan Tutul dan Bayinya
Leopard

Setelah lolos dari kejaran Serigala yang lapar di padang rumput Masai Mara, Kenya, anak Macan Tutul ini memeluk induknya seolah ingin mengadu dan bercertia kepada induknya atas kejadian tersebut.

Babi Liar dan Bayinya
Celeng

Di Ngorongoro Crater, Tanzania, Afrika Timur, pada akhir Januari 2013 seorang fotografer berhasil menjepret seekor bayi Babi Liar yang tengah bermain bersama induknya.

Flamingo dan Bayinya

Flamingo
Lihatlah bagaimana seekor induk pink flamingo begitu memperhatikan bayinya yang baru lahir pada 19 Juni 2013 di Kebun Binatang Riverbanks, Columbia.

Kuda Nil dan Bayinya
Kuda Nil
Seekor bayi Kuda Nil yang baru berusia dua hari berjalan mengikuti induknya di Kebun Binatang Basel, Swiss.

Referensi: tempo


0 komentar

Golden Monkey, Kera Yang Mirip Sun Gokong

Golden Monkey
Siapa yang tak kenal dengan Sun Gokong, Si Kera Sakti yang sangat melegenda dalam cerita rakyat China. Ia diceritakan mempunyai kesaktian yang sangat dahsyat dan mampu berubah wujud dalam 72 bentuk. Selain itu, ia juga sangat lincah dan usil hingga suatu hari kenakalannya membuatnya dihukum oleh sang Buddha dan dikurung di Gunung Lima Jari.
Sun Gokong, Si Raja Kera mempunyai bulu berwarna kuning keemasan dan hal Itulah yang menjadi kemiripan antara ia dan hewan asli China ini. Golden Monkey atau Kera emas, seperti namanya, kera ini memilki kemiripan dengan Sun Gokong dari bulunya yang berwarna keemasan. Selain itu, sosoknya yang lincah dan tekstur wajah yang unik memang sangat mirip dengannya. Ya,..bisa jadi si penulis cerrita terinspirasi setelah berjumpa dengan spesies kera ini.

Kera keemasan ini telah menjadi fauna endemik dataran Tiongkok sejak berabad-abad lalu. Mereka termasuk spesies kera langka dan tergolong satwa yang dilindungi oleh pemerintahan China. Kera ini tidak memiliki kebiasaan menahan napas seperti yang umumnya dilakukan kera-kera lain. Rambutnya memancarkan warna keemasan nan indah, yang dikombinasikan dengan sedikit paduan warna merah dan hitam.

Golden Monkey memiliki kemampuan bertahan hidup yang cenderung lebih kuat dibandingkan spesies kera lain di China. Mereka biasa hidup di hutan-hutan pegunungan di China dan memakan pucuk-pucuk daun, buah-buahan, bibit pinecone, kulit kayu, serangga, burung, maupun telur burung.

Status sebagai kera langka yang disandanganya ,tidak serta merta membuat seluruh orang China berusaha menjaga kelestarian habitat kera yang bernama latinRhinopithecus roxellanae ini. Ada juga beberapa orang yang memanfaatkan keindahan kilauan emas pada bulunya sebagai bahan untuk mantel. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan daging dan tulangnya untuk obat herbal.

Pemerintah China sendiri dalam usahanya untuk melestarikan kera emas yang sangat langka ini telah mendirikan beberapa konservasi. Di antaranya adalah pelestarian di kawasan hutan lindung Shennongjia yang terletak di bagian barat laut Provinsi Hubei, Tiongkok tengah. Hutan belantara yang memiliki lebih 3.700 jenis berbagai tumbuhan dan lebih 1.000 menjadi tempat pelestarian berbagai jenis binatang termasuk kera emas.

Seiring dengan perbaikan lingkungan ekologi di Shennongjia, saat ini populasi kera bulu emas bertambah dari lebih 600 ekor pada masa paling sedikit menjadi lebih 1.200 ekor sekarang ini, dan menjadi pemandangan unik di Shennongjia. Secara moderat, melalui Shennogjia, pemerintah China telah berhasil mengembangkan pariwisata ekologi dan menjaga kelestarian kera berbulu emas.

sumber

0 komentar

Hewan-Hewan Kesepian Di Dunia

Hidup sendiri dan tidak mempunyai kawan tentunya tidak pernah menjadi keinginan siapapun yang hidup di dunia ini. Seperti umat manusia yang kesepian dan galau jika tidak mempunyai pasangan hidup, hewan pun bisa menjadi kesepian dan terisolasi hingga mengakibatkan mereka terancam punah.
Berikut 6 spesies langka yang menjadi hewan paling kesepian di dunia ini:

Ikan Mangarahara cichlid
Ikan Mangarahara cichild
Ikan Mangarahara cichlid merupakan spesies ikan langka yang sudah sangat jarang dapat ditemukan di alam liar dan terancam punah. Saat ini, dua ekor ikan Mangarahara cichlid yang masih tersisa semuanya berjenis kelamin laki-laki sehingga tidak memungkinkan untuk saling membuahi dan menghasilkan keturunan. Dengan demikian, kedua ikan yang ada di Kebun Binatang Berlin akan segera punah jika tidak dapat segera menemukan betina (pasangannya).

Kura-kura Lonesome George

Lonesome George
Kura-kura Lonesome George merupakan spesies terakhir dari subspesies Geochelone elephantopus abingdoni yang juga menjadi ikon dari Pulau Pinta, Kepulauan Galapagos. Kura-kura darat raksasa ini termasuk  hewan yang berumur panjang dan mampu bertahan hidup lebih dari 100 tahun. Sayangnya, George meninggal tahun lalu tanpa sempat berhasil kawin dan menghasilkan keturunan untuk melanjutkan subspesiesnya.

Macan tutul amur
Macan Tutul Amur
Macan tutul amur yang merupakan biantang endemik hutan di Rusia Timur adalah spesies kucing besar yang tangkas dan pintar. Jumlahnya saat ini sangat sedikit dan diperkirakan hanya tersisa 30 ekor di planet ini. Penampilannya yang sangat mencolok dan khas dengan motif leopardnya yang tutul-tutul menarik para pemburu ilegal untuk membunuh dan mengambil kulitnya untuk kemudian dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Badak jawa
Badak Jawa
Badak Jawa, yang merupakan maskot bagi Indonesia, termasuk satwa yang dilindungi dan terancam punah. Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Barat saat ini hanya menyisakan kurang dari 100 ekor. Badak Jawa merupakan jenis spesies mamalia besar yang paling langka dan hanya terdapat di Pulau Jawa. Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia berusaha untuk melestarikan spesies ini.

Gorila gunung
Gorilla

Gorila gunung (Gorilla gorilla berengei) yang tinggal di area pegunungan bisa ditemui di Afrika Tengah dan Afrika Timur. Hilangnya habitat karena kerusakan hutan, akibat aktivitas manusia, yang selama ini menjadi rumah bagi mereka memaksa spesies ini berjuang hidup dan beradaptasi di tempat baru. Diperkirakan jumlah gorila saat ini hanya tersisa kurang dari 900 ekor, dan terancam punah.

Lumba-lumba vaquita
Vaquita

Vaquita ialah lumba-lumba mini yang biasa ditemukan di Teluk Meksiko, California. Vauqita tergolong spesies langka yang jumlahnya tinggal tersisa 200 ekor. Jumlah Vaquita semakin menurun seiring maraknya penangkapan Vaquita demi kepentingan industri perikanan.

Sumber: NationalGeographic News


0 komentar

Mengenal Chinchilla, Chinca Kecil Berbulu Lembut Dari Pegunungan Andes


Chinchilla


Chinchilla adalah hewan bertelinga besar yang berasal dari pegunungan Andes, Amerika Selatan. Nama "chinchilla" secara harfiah berarti "Chincha kecil," nama dari suku Chincha di Andes yang memakai bulu kulit chinchilla. Di Tiongkok, hewan ini disebut lóng māo, yang dapat diartikan sebagai "kucing naga." Saat ini ada 2 spesies chinchilla yang masih hidup, yaitu Chinchilla Brevicaudata dan Chinchilla Lanigera. Chincilla Lanigera memiliki fisik lebih kurus dan ekor lebih panjang. 

Hewan ini penampilannya sekilas mirip tupai tanah, tetapi lebih kuat dan besar. Hewan ini cocok dipelihara di daerah dengan iklim yang dingin. Mereka tidak dapat hidup di daerah dengan cuaca yang cukup panas, jadi jika ingin memeliharanya Anda harus memastikan hewan peliharaan ini tetap dingin. Mereka membutuhkan kandang yang cukup luas dan leluasa untuk dapat bergerak dengan bebas. Walaupun masih sedikit jumlahnya, binatang ini juga sudah mulai dipelihara di Indonesia. 

Chinchilla memiliki bulu yang sangat halus dan harus secara secara rutin dimandikan dengan debu vulkanik untuk membuang minyak dan tetesan air yang mengumpul di rambut tebal mereka. Rambut mereka sangat lebat sehingga parasit kulit (seperti kutu) tidak akan dapat hidup karena akan mati tercekik. Sebagai perbandingan, jika rambut manusia tumbuh dari tiap folikel, maka seekor chinchilla memiliki 50 rambut dari satu folikel. Warna bulunya sendiri bervariasi, tapi yang paling banyak ditemui adalah warna abu-abu, biru, atau putih.

Chinchilla adalah hewan nokturnal yang mencari makan di malam hari. Mereka merupakan hewan omnivora yang suka memakan rumput, buah, biji, serangga, dan telur burung. Di siang hari, mereka lebih banyak tinggal di dalam lubang atau celah bebatuan. Di alam liar, Chinchilla hidup secara berkelompok di mana satu kelompok anggotanya bisa mencapai 100 ekor.

Chinchilla merupakan buruan dari sejumlah predator seperti burung pemangsa, musang, ular, dan kucing besar. Jika terancam bahaya, Chinchilla akan begerak menuju lubang persembunyiannya sehingga musuhnya tidak dapat menggapainya. Metode pertahanan tersebut dibantu oleh kemampuan chinchilla bergerak cepat dan melompat. Mereka diketahui bisa melompat hingga setinggi 1,8 m. Chinchilla juga bisa melepaskan bulunya atau menyemprotkan air seni ke arah musuhnya.

Chinchilla hidup secara monogami dan tidak memiliki musim kawin yang spesifik. Mereka bisa melakukan reproduksi kapan saja. Sesudah melakukan perkawinan, chinchilla akan memasuki periode kehamilan yang mencapai 111 hari. Setelah lahir, anakan chincilla akan menyusu pada induknya hingga usia sekitar 8 minggu. Seekor chinchilla bisa hidup hingga usia 10 tahun (20 tahun dalam tangkapan) dan mencapai ukuran 30 cm.

Karena bulunya yang halus, chinchilla kemudian diburu oleh manusia untuk dijadikan bahan pakaian. Di awal abad ke-20, bulu chinchilla bisa dihargai $ 100.000. Imbasnya, chinchilla kini menghadapi bahaya kepunahan akibat eprburuan liar. Selain itu, perusakan habitat juga ikut memberikan andil dalam menurunnya populasi chinchilla. Saat ini perburuan chinchilla sudah ditentang dan dilindungi dengan Convention on International Trade of Endangered Animals (CITES). Untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik untuk diambil bulunya maupun untuk dijadikan hewan peliharaan saat ini chinchilla sudah diternakkan secara massal. 

KLASIFIKASI 
Kingdom : Animalia 
Filum : Chordata 
Kelas : Mammalia 
Ordo : Rodentia 
Famili : Chinchillidae 
Genus : Chinchilla (Bennett, 1829) 

Referensi: about.com dan wikipedia

0 komentar

Kelinci Sumatera, Belangnya Mirip Harimau

Kelinci Belang Sumatera


Banyak orang menyangka bahwa kelinci adalah binatang “impor”. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah karena memang kelinci yang biasa kita pelihara pada umumnya berasal dar Inggris, Belanda, Jerman dan berbagai negara Eropa lainnya.
Tapi ternyata, Indonesia mempunyai spesies kelinci asli Indonesia yang belum banyak dikenal, bahkan oleh orang Indonesia sendiri.  Spesies kelinci ini bernama Kelinci Sumatera telinga pendek atau Kelinci Belang Sumatera. Spesies kelinci ini merupakan jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra, Indonesia.

Jika pada umumnya seekor kelinci identik dengan telinganya yang panjang, maka spesies kelinci Sumater yang mempunyai nama latin nesolagus netscehri ini mempunyai keunikan tersendiri berupa ukuran telinganya yang pendek. Ukuran tubuhnya pun juga kecil, yakni berkisar hanya sekitar 40 cm dan berat sekitar 1,5 kg.

Kelinci Sumatera mempunyai ciri khusus berupa warna coklat dengan belang hitam membujur lurus di bagian punggungnya. Sedangkan pada bagian perutnya berwarna putih serta ekornya berwarna merah. Di sekitar mata dan sisi kepala di bagian belakang mata hingga pangkal telinga berwarna hitam.

Kelinci Sumatera merupakan binatang nokturnal yang beraktivitas di malam hari. Mereka biasa bersembunyi di dalam lubang atau liang bekas binatang lain. Seperti kelinci lainnya, kelinci liar ini merupakan binatang herbivora yang menyukai pucuk daun muda dan tangkai tanaman yang rendah.

Kelinci ini biasa hidup pada tempat yang sangat terisolasi, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatera. Habitatnya adalah hutan-hutan tropis di beberapa gunung di pulau Sumatera seperti Gunung Kerinci, Gunung Barisan, dan Gunung Leuser. Binatang ini mendiami kawasan pada ketinggian antara 600-1600 meter di atas permukaan laut.

Hewan ini termasuk satwa langka dan dilindungi. Populasi kelinci Sumatera ini juga sangat sedikit. Ancaman terhadap mereka berasal dari rusaknya hutan akibat kebakaran hutan dan perubahan fungsi hutan sebagai habitat alami yang dibuka menjadi lahan pertanian, terutama teh, kopi dan kakao.

Bahkan terdapat aktivitas perburuan terhadap satwa ini, terbukti dengan adanya beberapa foto jebakan menangkap kelinci sumatera di hutan Bukit Barisan. Menipisnya jumlah mereka akibat perburuan hewan ini untuk diambil dagingnya yang lezat. Padahal jika dipelihara mungkin hewan ini juga bisa akan berkembang seperti halnya kelinci peliharaan yang orang sering pelihara. Hal ini juga bisa menambah populasi kelinci sumatera dan menyelamatkan mereka dari kepunahan.


Referensi: kumpulberita dan wikipedia


0 komentar

Rusa Spesies Langka Lahir Di Kebun Binatang New York

Rusa Spesies Langka Southern Pudu


Seekor bayi rusa seberat 1 pound lahir di kebun binatang Queens, New York City bulan lalu. Pihak otoritas lingkungan Amerika Serikat menyatakan bahwa anak rusa yang lahir tersebut adalah spesies rusa terkecil di dunia. Anak rusa dari spesies Southern Pudu tersebut merupakan binatang endemik di Cile dan Argentina yang terancam punah. Ilmuwan dari Wildlife Conservation Society yang mengelola kebun binatang itu kini tengah berusaha melestarikan rusa spesies tersebut.

Southern Pudu sendiri merupakan jenis spesies rusa terkecil di dunia yang ukuran tubuhnya hanya berkisar antara berkisar antara 60-80 cm dan tingginya 25-43 cm. berat binatang ini pun hanya berkisar antara 9-15 kg. Seekor Pudu jantan memiliki tanduk berduri sepanjang 7-10 cm.

Binatang ini termasuk herbivore yang gemar memakan daun, kayu, batang pohon dan buah. Karena ukurannya yang kecil, mereka seringkali harus berdiri di atas hindlegs atau pohon-pohon tumbang, untuk mencapai dedaunan. Mereka akan mengelupas kulit kayu dari pohon muda dengan gigi dan tanduk mereka. Mereka menjadi aktif saat siang hari, dengan aktivitas yang paling aktif di pagi hari, siang dan sore hari. Southern Pudu dapat pergi untuk waktu yang lama tanpa minum, sebagian besar mendapatkan air dari tanaman sukulen.

Rusa spesies ini dapat menyalak jika merasa mendapat ancaman. Selain itu, seperti halnya rusa pada umumnya mereka juga dapat berlari dengan cepat dan melompat, bahkan rusa Southern Pudu ini juga dapat memanjat.

Southern Pudu memiliki  kelenjar pra-orbital yang berfungsi sangat besar. Kelenjar tersebut digunakan untuk komunikasi. Tumpukan besar dari kotoran dapat ditemukan di dekat jalan yang sering mereka lewati dan tempat beristirahatnya. Ini juga dapat digunakan untuk menandai wilayah. Di alam liar mereka akan hidup antara delapan dan sepuluh tahun.

Pudu diklasifikasikan sebagai spesies yang rentan. Populasi mereka pun telah menurun karena habitat hutan primer mereka dihancurkan dan dibersihkan untuk peternakan dan perkembangan manusia lainnya. Saat ini Bristol Zoo Gardens menjadi bagian dari program penangkaran internasional penangkaran untuk spesies mereka.


referensi: animaldiversity dan nydailynews

0 komentar

Siput Pink, Spesies Baru Penghuni Gunung Kaputar


Siput Merah Jambu


Warnanya yang sungguh “feminim”, ukurannya besar, dan tubuhnya berlendir. Inilah speisies baru bernama Siput Merah Jambu, yang memiliki nama ilmiah Triboniophorus aff. Graeffei, asal Gunung Kaputar, Australia.

Siput Merah Jambu memiliki panjang sekitar 20 cm, mereka biasa ditemukan di pohon-pohon pada pagi hari saat udara dingin, basah dan berkabut. Sedangkan pada siang hari, binatang ini biasanya bersembunyi bawah pohon. Mereka kemudian memanjat pohon saat malam tiba untuk memakan lumut dan ganggang yang tumbuh di batang pohon.

Pada awalnya diduga siput ini merupakan bagian dari Siput Segitiga Merah (jenis siput yang umum ditemukan di wilayah itu), tetapi setelah melalui penelitian lebih lanjut spesies ini dinyatakan sebagai spesies yang berbeda.

Jagawana National Parks and Wildlife Service Australia, Michael Murphy mengungkapkan bahwa penelitian baru dalam morfologi dan genetik dari famili Athorcophoridae mengindikasikan bahwa siput kaputar sebagai spesies endemik Gunung Kaputar dan jadi satu-satunya perwakilan famili ini di daratan Australia.

Minimnya jumlah malakolog --peneliti siput dan keong menjadi salah satu alasan siput merah jambu ini tidak mendapat observasi mendalam. Oleh karenanya penelitian mengenai siput ini secepatnya akan dimasukkan dalam publikasi ilmiah.
Puluhan juta tahun lalu, Australia merupakan bagian dari benua selatan yang disebut Gondwana yang meliputi Australia, Papua Nugini, India, sebagian Afrika, dan Amerika Selatan. Alamnya saat itu tertutup hutan hujan, mirip dengan kondisi Papua Nugini sekarang.

Letusan gunung api sekitar 17 juta tahun lalu di Gunung Kaputar membuatnya memiliki sekitar sepuluh kilometer persegi lahan basah dan subur. Sementara, sebagian besar wilayahnya berubah menjadi gurun pasir.

Perubahan ini mengakibatkan tanaman dan hewan yang hidup di Gunung Kaputar berbeda dengan para tetangganya. Menurut Murphy, warna siput yang hidup di daun eucalyptus ini berubah menjadi merah jambu sebagai bentuk kamuflase atau permainan evolusi.

Di dalam sistem rantai makanan, mereka berfungsi sebagai pengurai sampah organik dari pohon untuk kemudian menjadi tanah yang subur. Di dalam ekosistem tersebut, hewan ini juga biasanya menjadi makanan bagi burung dan beberapa hewan lain. Pihak Australia akan mengupayakan berbagai cara untuk mencegahnya punah salah satunya dengan mengambil tindak pelestarian spesies unik ini dan menjadikan gunung habitatnya sebagai "area ekologi terancam punah".



Referensi: wikipedia dan nationalgeographic

0 komentar

Mengenal Numbat, mamalia pemakan rayap dari Australia

Foto Numbat
Numbat merupakan seekor mamalia darat yang memiliki nama latin Myrmecobius fasciatus. Binatang ini dikenal juga dengan nama walputri, atau trenggiling berpita. Mereka hidup di wilayah Barat Australia dan merupakan binatang pemakan serangga, terutama rayap.

Numbat merupakan binatang simbol untuk wilayah Australia Barat, tetapi sayangnya saat ini populasi mereka berada dalam status "Terancam Punah (EN)". Untuk melindungi satwa yang saat ini hanya ditemukan dalam beberapa koloni kecil ini, pemerintah Australia mengadakan sebuah program konservasi.

Numbat memiliki ukuran tubuh kecil dengan panjang hanya sekitar 35-45 cm, diukur hingga ujung ekornya, dimana panjang ekornya hampir sama dengan panjang tubuhnya. Berat badan Numbat berkisar antara 280 gram hingga 700 gram.

Binatang ini memiliki berbagai macam variasi warna, terbentang dari abu-abu muda hingga cokelat kemerahan dengan garis-garis melingkari tubuh berwarna putih, garis hitam yang memanjang dari wajah hingga ujung ekornya, dan bulu bagian atas berwarna lebih kemerahan.

Berbeda dengan binatang marsupial (berkantung) lainnya, Numbat merupakan binatang diurnal (aktif disiang hari). Di siang hari mereka akan berburu rayap sebagai makanan utama mereka dengan menggunakan cakar kuatnya dan lidah yang sangat panjang, ramping, serta lengket untuk menangkap rayap.

Daerah penyebaran Numbat terbentang dari Australia bagian Selatan, Australia Bagian Barat hingga bagian barat daya New South Wales. Namun sejak kedatangan bangsa Eropa ke Australia, daerah penyebaran mereka semakin menyusut. Dan saat ini mereka hanya dapat ditemukan di 2 tempat yaitu di Dryandra Woodland dan Perup Nature Reserve, yang keduanya merupakan daerah di Australia Bagian Barat.

Numbat hanya ditemukan di kawasan hutan eukaliptus, tetapi sekali mereka juga dapat ditemukan di area yang lebih luas seperti hutan semi kering, padang rumput Spinifex, dan bahkan di medan yang didominasi oleh bukit pasir.

Numbat menghabiskan siang harinya untuk berburu rayap sebagai sumber makanan. Sebagai pemakan rayap, dalam sehari Numbat dewasa bisa memakan hingga sekitar 20.000 ekor rayap. Mereka menggali rayap tempat persembunyian rayap menggunakan cakarnya dan memakan menggunakan bantuan lidahnya yang panjang dan lengket. Mereka melacak keberadaan sarang rayap yang ada di dalam tanah dengan menggunakan indera penciumannya.

Numbat dewasa merupakan binatang yang soliter dan teritorial. Seekor numbat jantan atau betina biasanya memiliki daerah teritori sekitar 1,5 km persegi. Pejantan baru akan masuk ke wilayah betina ketika musim kawin tiba.

Hewan pemangsa yang mengancam keberadaan Numbat antara lain ular python, musang merah, serta elang.


Referensi : wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Lutra Sumatera, berang-berang paling langka di dunia

Foto Lutra Sumatera (Lutra sumatrana)
Lutra Sumatera memiliki nama latin Lutra sumatrana atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama hairy-nosed otter. Satwa endemik Indonesia ini adalah spesies berang-berang paling langka di dunia. Satwa ini sempat dinyatakan punah, hingga pada tahun 1998 mereka ditemukan lagi dalam sekelompok kecil.

Lutra Sumatera merupakan spesies berang-berang berukuran medium. Panjangnya sekitar 1,3 m dengan berat sekitar 7 kg. Jari-jari mereka tertutup selaput dan memiliki cakar yang berkembang dengan baik. Bulunya berwarna cokelat gelap pada bagian atas, dan lebih cerah pada bagian bawah. Bagian moncongnya ditutupi oleh bulu pendek berwarna gelap.

Sebelumnya Lutra Sumatera sempat dianggap sebagai sub-spesies dari Lutra lutra. Namun berdasarkan tes DNA, Lutra Sumatra akhirnya dipastikan adalah satu spesies sendiri, yaitu spesies Lutra sumatrana yang sempat dikabarkan sudah punah pada tahun 1998.

Habitat lutra Sumatera adalah daerah pesisir, dan daerah sekitaran sungai besar. Mereka cenderung soliter, meski terkadang berada dalam sebuah grup kecil yang berisi sekitar 4 ekor lutra. Makanan lutra Sumatera antara lain ikan, dan udang.

Penyebaran lutra Sumatera meliputi Sumatera bagian Selatan, Thailand bagian selatan, barat daya kamboja, dan selatan Vietnam. Kemungkinan besar mereka juga terdapat di Laos, Malaysia, dan Pulau-pulau lain di Indonesia.

Belum ada data resmi mengenai beapa jumlah lutra sumatera yang ada di alam liar. Namun diperkirakan jumlahnya tidaklah banyak. Oleh sebab itu IUCN menetapkan lutra sumatera pada status "Terancam PUnah (EN)".

Referensi : IUCN

0 komentar

Mengenal Kukang Jawa

Foto Kukang Jawa
Kukang Jawa memiliki nama latin Nycticebus javanicus dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Javan slow loris. Mereka adalah spesies kukang yang tinggal di Pulau Jawa bagian Tengah dan Barat.

Dulunya kukang jawa dianggap sebagai subspesies dari kukang Sunda (Nycticebus Coucang). Hingga pada tahun 2000-an penelitian genetik dan morfologi memisahkannya menjadi satu spesies tersendiri. Spesies kukang jawa sendiri ada 2 varian yang dibedakan berdasarkan panjang bulu, dan pewarnaannya.

Kukang jawa memiliki berat sekitaran 565 hingga 687 gram dengan panjang tubuh sekitar 11,5 inci. Mereka adalah binatang arboreal yang menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Pergerakan mereka lambat dengan merambat dari satu pohon ke pohon lain, bukan dengan melompat. Kukang jawa juga termasuk binatang nokturnal, yang lebih aktif di malam hari.

Habitat kukang jawa meliputi hutan primer dan sekunder. Namun mereka terkadang juga dapat ditemukan di hutan bambu, mangrove, dan kebun cokelat. Makanan kukang jawa antara lain buah, getah, kadal, dan telur. Mereka biasa tidur di cabang pohon, terkadang dalam sebuah grup, tetapi lebih sering berkeliaran berpasangan atau sendirian.

Populasi kukang jawa mengalami penurunan yang sangat signifikan, terutama diakibatkan oleh perburuan liar untuk diperjualbelikan di pasar gelap untuk dijadikan hewan piaraan atau untuk bahan pembuatan obat tradisional.

Berkurangnya habitat asli dan penyebarannya yang terbatas, juga menjadi penyebab kelangkaan hewan eksotis ini. Oleh sebab itu IUCN memasukkan kukang jawa dalam status "Terancam PUnah (EN)". Binatang endemik Indonesia ini bahkan juga masuk ke dalam "25 primata paling terancam punah di dunia" selama 2008 - 2010.

Saat ini kukang jawa termasuk binatang yang dilindungi oleh Undang-Undang, dan sejak 2007 masuk dalam daftar CITES Appendix I. Namun, TOLOLnya warga negara Indonesia adalah, sudah tahu dilindungi Undag-Undagn dan sudah berada di area perlindungan, tetapi masih saja diburu. IDIOTnya lagi, hukum yang sudah dibuat, sangat jarang ditegakkan oleh penegaknya. TOLOL!!!
Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Gibbon Kalimantan atau Owa-Owa

Foto Gibbon Kalimantan atau Owa-Owa
Gibbon Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan nama Owa-owa atau Kelempiau memiliki nama latin Hylobates muelleri. Satwa ini merupakan jenis primata yang berasal dari family Ungko.

Gibbon Kalimantan memiliki bulu berwarna cokelat atau abu-abu yang menutupi tubuhnya, dengan bulu melingkar berwarna terang di bagian wajahnya. Terdapat juga bulu berwarna gelap menyerupai topi di bagian kepala primata ini.

Gibbon Kalimantan merupakan primata terkecil dalam keluarga Ungko. Primata yang merupakan binatang endemik pulau Kalimantan ini hanya memiliki berat badan rata-rata sekitar 5,7 kg. Gibbon kalimantan jantan akan melindungi keluarganya dengan suara yang panjang dan keras

Habitat Owa-owa adalah di hutan hujan di wilayah Kalimantan bagian Utara dan Timur. Mereka aktif di siang hari untuk mencari makanan berupa buah. Mereka mempunyai lengan yang panjang yang sangat membantu mereka untuk dapat berayun dari satu pohon ke pohon yang lain.

Owa-owa adalah binatang monogami. Mereka hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Belum diketahui secara pasti bagaimana Owa-owa bereproduksi. Namun kemungkinan besar tidaklah jauh berbeda dengan spesies Ungko lainnya. 

Menurut data Red List IUCn, Gibbon Kalimantan atau Owa-owa ini berada dalam status "Terancam Punah (EN)". Oleh karena itu, pemerintah bertindak dengan memberikan perlindungan terhadap primata ini. Diantaranya adalah dengan menjaganya di beberapa Taman Nasional, seperti di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Kayan Mentarang, Taman Nasional Tanjung Puting dan Hutan Lindung Sungai Wain.

Di Malaysia pun sama halnya, Gibbon Kalimantan dilindungi di Hutan Lindung Semengok dan cagar Alam Lanjak Entimau.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Simpei Mentawai atau Simakobou

Mengenal Simpei Mentawai atau Simakobou
Simpei Mentawai memiliki nama latin Simias concolor dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama pig-tailed langur. Primata ini adalah satwa endemik Kepulauan Mentawai, dan tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Di Siberut dan Simasepsep di bagian selatan Pulau Sipura, Pagai Utara, dan Pagai Selatan, primata ini dikenal dengan nama Simakobou. Pulau Pagai Utara dan Selatan ini merupakan daerah penyebaran utama primata ini.

Simpei Mentawai merupakan jenis kera yang memiliki lengan yang panjang. Lengan panjangnya ini sangat membantunya dalam hal memanjat. Panjang tubuh simpei mentawai yang sudah dewasa sekitar 50 cm dengan berat badan mencapai 7 kg.

Simpei Mentawai berbulu hitam-cokelat, dan memiliki wajah yang tidak diselimuti bulu yang juga berwarna hitam. Mereka memiliki hidung pesek yang mendongak ke atas. Primata ini merupakan satu-satunya jenis kera yang berada pada subfamily Colobinae yang memiliki ekor pendek. Panjang ekornya ini hanya sekitar 15 cm.

Simpei Mentawai termasuk binatang yang menghabiskan banyak waktunya di atas pohon (arboreal). Mereka hidup dalam kelompok kecil yang beranggotakan 3 hingga 8 ekor. Dalam kelompok tersebut biasanya terdiri dari satu jantan, satu atau lebih betina, dan anak-anak mereka.

Makanan utama simpei mentawai adalah dedaunan, tetapi mereka memakan buah-buahan juga. Untuk masalah reproduksinya, belum banyak yang dapat diketahui. 

Saat ini Simpei Mentawai termasuk dalam 25 spesies primata di dunia yang paling terancam punah.

Referensi :wikipedia
credit image : matoa.org

0 komentar

Informasi Tentang Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua

Informasi Tentang Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua
Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua merupakan spesies badak paling langka di dunia bersama dengan badak jawa. Badak jenis ini merupakan yang paling kecil dari spesies badak saat ini.

Badak Sumatera merupakan binatang yang soliter. Habitat badak sumatera adalah di wilayah dalam dari hutan gunung yang belantara di wilayah Malaysia, Indonesia (Pulau Sumatera), dan kemungkinan juga Myanmar.

Makanan badak sumatera antara lain buah, ranting, daun, dan semak-semak. So, mereka adalah binatang herbivora. Seperti kebanyakan jenis badak lainnya, badak sumatera juga memiliki indera penciuman dan pendengaran yang sangat tajam. Mereka akan meninggalkan semacam bau yang dapat dilacak di seisi hutan yang dapat digunakan untuk menemukan lokasi badak lainnya.

Sebagai spesies badak terkecil, badak sumatera memiliki berat sekitar 800 kg, dan dapat tumbuh hingga setinggi 1,5 m diukur dari pundak, dengan panjang sekitar 2,5 hingga 3,2 m.

Badak Sumatera memiliki 2 tanduk. Panjang tanduk utama bisa tumbuh mencapai 79 cm, sedangkan tanduk sekundernya hanya tumbuh hingga sekitar 10 cm. Tanduk ini adalah senjata pertahanan dari sang badak. Ironisnya, justru karena tanduk inilah badak jadi diburu oleh manusia untuk diambil tanduknya.

Tanduk badak ini diburu untuk digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di China, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Tanduk badak ini juga berharga di Timur Tengah, khususnya Yaman, dan Afrika Utara untuk digunakan sebagai aksesoris gagang belati.

Saat ini populasi badak Sumatera berada pada status "Kritis (CR)" menurut data Redlist IUCN. Diperkirakan hanya ada sekitar 400 badak sumatera yang saat ini masih ada. Sayangnya kebanyakan badak-badak sumatera yang tinggal di penangkaran atau kebun binatang sangat susah untuk bisa berkembang biak.

Pada tahun 2001, untuk pertama kalinya seekor anak badak sumatera lahir di kebun binatang Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat. Dan merupakan persalinan yang tersukses dalam rentang waktu 100 tahun.

Referensi : national geographic

0 komentar

6 Jenis Harimau yang Saat Ini Masih Hidup

Menurut catatan sejarah, di dunia ini ada 9 subspesies Harimau. Namun 3 diantaranya sudah resmi punah. Harimau-harimau yang kini masih eksis tersebar di Bangladesh, Siberia, India, China, Iran, Afghanistan, dan Asia Tenggara. 6 Jenis Harimau yang Saat Ini Masih Hidup tersebut adalah :

1. Harimau Bengal (Phantera tigris tigris)
Foto harimau Bengal
Harimau jenis ini disebut juga sebagai Harimau India. Daerah penyebaran harimau bengal antara lain India, Bhutan, Bangladesh, dan Nepal. Diperkirakan saat ini Populasi Harimau Bengal tidak lebih dari 2,500 ekor. Pada tahun 2011 dilaporkan jumlah harimau bengal dewasa di India sekitar 1.520-1.909, di Bangladesh 440 ekor, di Nepal 155 ekor, dan di Bhutan 75 ekor. Habitat Harimau Bengal adalah di padang rumput aluvial, hutan hujan tropis, hutan tropis, hutan lembab, hutan kering, dan hutan mangrov.

2. Harimau Indocina (Phantera Tigris Corbetti)
Foto harimau Indocina
Harimau ini juga disebut dengan harimau corbet dan dapat ditemukan di wilayah Kamboja, China, Laos, Thailand, Burma, dan Vietnam. Harimau ini ukurannya lebih kecil dan lebih gelap dibandingkan dengan harimau bengal. Habitat harimau indonecina adalah hutan di daerah gunung atau perbukitan. Diperkirakan populasi harimau indocina saat ini sekitar 350 ekor saja.

3. Harimau Malaya (Panthera Tigris Jacksoni)
Foto harimau Malaya
Mereka hanya dapat ditemukan di daerah bagian selatan dari semenanjung Malaysia. Harimau Malaya merupakan ikon nasional negara Malaysia. Harimau jenis ini baru diakui sebagai salah satu subspesies harimau pada tahun 2004. Saat ini diperkirakan jumlah Harimau Malaya hanya sekitar 500 ekor.

4. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)
Foto harimau Sumatera
Harimau jenis ini hanya bisa ditemukan di Pulau Sumatera. Harimau Sumatera merupakan jenis harimau yang berukuran paling kecil dari semua spesies harimau. Populasi Harimau Sumatera saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 400-500 ekor.  Mereka adalah salah satu spesies yang berstatus 'kritis'.

5. Harimau Siberia (Panthera Tigris Altaica)
Foto Harimau Siberia
Harimau ini juga dikenal dengan nama Harimau Amur karena mereka hidup di wilayah Amur-Ussuri jauh disebelah Timur Siberia.Mereka adalah jenis harimau terbesar dalam keluarganya. Pada tahun 2005 ada sekitar 331-393 ekor harimau Siberia dewasa dan remaja.

6. Harimau Cina Selatan (Panthera Tigris Amoyensis)
Foto Harimau Cina Selatan
Mereka juga sering disebut dengan nama Amoy atau harimau Xiamen. Mereka adalah subspesies harimau yang paling terancam punah saat ini. Bahkan mereka juga pernah masuk dalam 10 binatang paling terancam punah di dunia. Diperkirakan saat ini hanya ada sekitar 59 ekor harimau Cina Selatan, dimana semuanya berada di Cina.

Sementara 3 spesies harimau lainnya yang sudah punah adalah Harimau Bali, Harimau Jawa, dan Harimau Kaspia.

Referensi : wikipedia

0 komentar

10 Hewan di Dunia Yang Paling Terancam Punah

Ada banyak sekali spesies yang ada di dunia ini. Beberapa diantaranya baru-baru ini dikabarkan punah akibat berbagai alasan. Dan berikut ini adalah 10 spesies yang mungkin berada di ujung tanduk kepunahan yang kami dapat dari allaboutwildlife.com.

1. Ivory-Billed Woodpecker (Burung pelatuk berparuh gading)
Foto Ivory-Billed Woodpecker
Burung langka ini hidup atau pernah terlihat di Sebelah Tenggara Amerika Serikat serta Kuba. Burung pelatuk ini sempat dikabarkan punah pada tahun 2004, hingga penampakannya kembali muncul di Arkansas, dan Florida. Namun keberadaannya sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Jika memang burung ini masih ada, diperkirakan jumlahnya sudah sangat sedikit sekali.

2. Amur Leopard (Macan Tutul amur)
Foto Macan Tutul amur
Hewan yang memiliki nama latin Panthera pardus orientalis ini merupakan subspesiesn macan tutul yang sangat sangat langka yang hanya hidup di daerah terpencil dan bersaljlu di hutan sebelah utara di wilayah Primorye, Rusia Timur. Dulunya macan tutul amur juga hidup di Korea dan Utara China, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Pada tahun 2007 jumlah mereka disensus hanya ada sekitar 14-20 yang dewasa, dan 5-6 anakannya.

3. Badak jawa (Javan rhinoceros)
Foto Badak jawa
Hewan yang memiliki nama latin Rhinoceros sondaicus ini merupakan satu dari 5 spesies badak yang paling terancam punah di dunia. Jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 40-60 ekor saja. Itu pun yang terdapat di Ujung Kulon. Dulunya mereka menyebar di beberapa wilayah di Asia Tenggara, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Kebanyakan mati karena diburu untuk diambil cula-nya, yang konon bisa digunakan untuk obat tradisional..

4. Northern sportive lemurs 
Foto Northern sportive lemurs
Memang sangat sulit untuk menyebutkan satu spesies lemur lebih terancam punah dibandingkan dengan spesies lemur lainnya yang jumlahnya sekitar 100 spesies dan semuanya hidup di Pulau Madagaskar. Namun para peneliti baru-baru ini mengatakan bahwa spesies lemur yang memiliki nama latin Lepilemur septentrionalis ini jumlahnya tidak lebih dari 20 ekor saja di alam liar. Konon jenis lemur ini hanya hidup di satu pegunungan kecil di ujung utara pulau Madagaskar.

5. Northern right whale
Foto Northern right whale
Spesies ikan paus yang memiliki nama latin Eubalena glacialis ini merupakan spesies ikan Paus paling terancam punah di dunia. Jumlahnya diketahui hanya sekitar 350 ekor yang bertualang di pantai Atlantik, Kanada, dan Amerika Serikat.

6. Lowland Gorilla (Gorilla Dataran Rendah)
foto western lowland gorilla
Ada dua jenis Gorilla dataran rendah yang hidup di Afrika Barat, yaitu Gorilla dataran rendah barat (Gorilla gorilla) yang populasinya paling banyak dibandingkan dengan 4 spesies gorilla lainnya, yaitu sekitar 100.000 ekor di alam liar, dan Cross River gorilla (Gorilla diehli) yang jumlahnya hanya ratusan. Kedua jenis Gorilla dataran rendah tersebut jumlahnya menurun hingga 60% dalam 25 tahun terakhir. Dan diperkirakan jumlahnya akan terus menurun dalam beberapa dekade mendatang akibat kehilangan habitat, perburuan liar, dan yang paling berpengaruh adalah penyakit.

7. Leatherback sea turtle (Kura-kura laut punggung kulit)
Foto Leatherback sea turtle
Spesies kura-kura yang memiliki nama latin Demochelys coriacea ini merupakan spesies kura-kura terbesar di dunia, dan memiliki jangkauan paling luas dibandingkan dengan spesies kura-kura lainnya. Mereka berenang ke seluruh dunia melewati daerah tropis hingga daerah sub-kutub. Sayangnya, menurut IUCN, pada tahun 1982 hanya ada sekitar 115.000 kura-kura betina dewasa di dunia, dan 14 tahun kemudian, hanya ada 20.000-30.000 saja. Populasinya pun kian menyusut dari waktu ke waktu.
Masalah yang mengancam populasi mereka antara lain, pencurian telur mereka oleh manusia, perburuan liar, perubahan iklim dunia, dan habitat mereka yang tercemar.

8. Siberian Tiger (Harimau Siberia)
Foto Harimau Siberia
Spesies harimau yang memiliki nama latin Panthera tigris altaica ini merupakan kucing besar terbesar di dunia. Beratnya bisa mencapai 300 kg. Akibat perburuan yang berkelanjutan, jumlah harimau Siberia pada tahun 1930-an diketahui hanya sekitar 40 ekor. Setelah hewan ini dilindungi Undang-Undang jumlah mereka pun bisa bertambah hingga 500 ekor saat ini. Meskipun demikian populasi mereka masih terancam oleh perburuan liar, dan hilangnya habitat akibat ekspansi perluasan lahan manusia, dan penebangan liar.

9. Chinese Giant Salamander (Salamander Raksasa dari Cina)
Foto Chinese Giant Salamander
Kadal yang memiliki nama latin Andrias davidianas ini merupakan amphibi terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 6 kaki. Mereka hidup di Cina bagian Tengah, Barat Daya, dan Selatan. Namun kabarnya saat ini Salmander ini sudah tidak terlihat lagi, akibat dari perburuan berlebihan yang menjadikan mereka sebagai sumber makanan.

10. Little Dodo Bird
Foto Little Dodo Bird
Burung unik ini juga disebut burung Manumea oleh penduduk asli Samoa. Hanya sekitar ratusan burung ini yang hidup di dua Pulau Samoa. Dan saat ini mereka semakin menghilang akibat dari perburuan liar dan kehilangan habitat.

Referensi : all about wild life

0 komentar

Mengenal Solenodon, Mamalia Beracun yang Sangat Langka

Foto Hispaniolan solenodon
Solenodon merupakan jenis mamalia berbisa satu-satunya dari keluarga Solenodontidae. Mereka adalah binatang nokturnal yang tinggal di dalam liang dan pemakan serangga. Dan mereka adalah mamalia yang memiliki karakter primitif yang konon spesies ini sudah ada di akhir era dinosaurus.

Solenodon adalah satu dari dua spesies dari family Caribbean soricomorphs. Masih belum jelas apakah family Nesophontidae yang punah pada masa Holocene memiliki hubungan dekat dengan Solenodon atau tidak.

Ada dua spesies Solenodon yang masih hidup saat ini yaitu Cuban solenodon (Solenodon cubanus),dan  Haitian Solenodon atau Hispaniolan solenodon (Solenodon paradoxus). Dua spesies Solenodon yang lain sudah punah selama masa Quarternary.

Penampilan Solenodon menyerupai sosok tikus yang sangat besar. Moncong panjangnya fleksibel, dan pada Haitian Solenodon terdapat ball-and-socket joint di bagian bawah mereka untuk meningkatkan mobilitas. Hal ini memungkinkan mereka untuk menlisik celah-celah sempit tempat mangsa mereka biasanya bersembunyi.

Panjang tubuh Solenodon  sekitar 28 hingga 32 cm diukur dari ujung hidung hingga pantat. Berat badan Solenodon sekitar 0,7 hingga 1 kg. Binatang langka ini terbilang sangat mudah gelisah, sehingga mereka rawan menggigit bahkan dengan gangguan yang sangat minim dan tanpa disengaja.

Solenodon memiliki beberapa sifat yang cukup menarik, dua diantaranya adalah puting susu pada Solenodon betina posisinya sangat dekat dengan pantat, dan liur solenodon yang keluar dari dua gigi taringnya ternyata beracun.

Gejala yang diakibatkan dari terkena racun Solenodon antara lain depresei, susah bernafas, kejang-kejang, dan lumpuh. Bahkan dalam sebuah pengujian menggunakan tikus percobaan, jika terkena racun Solenodon dalam jumlah besar dapat mengakibatkan si tikus mengalami kematian.

Makanan utama Solenodon adalah serangga, cacing tanah, dan beberapa binatang tak bertulang belakang. Mereka juga memakan bangkai binatang bertulang belakang, dan beberapa ada yang memangsa binatang bertulang belakang yang masih hidup seperti reptil kecil, dan amfibi.

Solenodon memiliki indera penciuman yang bagus yang digunakannya untuk menemukan mangsanya. Setelah menemukan mangsanya, Solenodon akan menggunakan kedua kaki depannya untuk mematikan langkah kiri-kanan si mangsa, lalu menggerakkan kepalanya untuk memangsa mangsanya tersebut. Solenodon juga memiliki cakar yang tajam yang akan membantunya dalam berburu mangsa.

Solenodon melahirkan anaknya di dalam sarang. Biasanya dalam sekali persalinan mereka akan melahirkan satu atau dua ekor anakan. Anakan Solenodon akan bersama induknya selama kurang lebih 7 bulan, dan biasanya mereka akan menggantung pada puting susu induknya yang panjang. Dan ketika sudah dewasa, Solenodon adalah binatang soliter, mereka sangat jarang berkomunikasi dengan yang lain kecuali untuk kawin.

Kedua spesies Solenodon saat ini dalam status terancam punah akibat dimangsa oleh musang, khususnya musang jenis Herpestes javanicus auropunctatus yang pada masa kolonial dilatih untuk berburu ular dan tikus seperti kucing dan anjing..

Cuban solenodon sempat dianggap sudah punah, sebelum pada tahun 2003 ditemukan spesies mereka yang masih hidup. Hispaniolan solenodon juga sempat dinyatakan punah karena populasi mereka yang sangat sedikit, serta perilaku mereka yang masih belum terlalu dipahami.

Pembangunan manusia di Kuba dan Hispanola juga memperburuk populasi Solenodon. Habitat mereka pun menjadi terampas yang berimbas pada menyempitnya penyebaran, dan berkurangnya populasi mereka. Binatang ini pun menjadi salah satu binatang yang sangat langka.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio