hewan liar

Tampilkan postingan dengan label ARSITEKTUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARSITEKTUR. Tampilkan semua postingan

Desain Balok Statis Tak Tentu

Desain Balok Statis Tak Tentu
Proses desain balok menerus sama saja dengan proses desain balok sederhana. Apabila momen maksimum yang dapat terjadi pada struktur telah diketahui, selanjutnya ditentukan penampang struktur yang cukup untuk memikul momen itu. Prinsip mengenai distribusi material secara optimal di suatu penampang melintang juga dapat diterapkan pada balok menerus.

Beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan dalam desain balok statis tak tentu ini diuraikan sebagai berikut:

(1) Desain Momen, secara praktis seperti pada Tabel.
(2) Penentuan Penampang Balok Menerus
Penentuan ukuran suatu penampang melintang balok menerus tergantung pada besar momen yang ada pada penampang tersebut.
Tinggi struktur yang dibentuk disesuaikan dengan momen lentur yang ada.

(3) Penggunaan Titik Hubung Konstruksi
Karena alasan pelaksanaan, kesulitan sering terjadi dalam membuat elemen struktur menerus yang panjang, karena seringnya digunakan titik pelaksanaan (construction joints). Untuk memudahkan
pembuatan titik konstruksi, titik-titik itu diletakkan di dekat, atau pada titik belok. Dengan demikian, titik pelaksanaan tidak perlu dirancang untuk memikul momen. Jadi hanya merupakan titik hubung sendi.
Dengan menggunakan kondisi momen nol pada titik belok, perilaku balok menerus tersebut dapat dimodelkan sebagai strutur statis tertentu.

(4) Pengontrolan Distribusi Momen
Momen yang timbul pada balok menerus dapat dirancang secara cermat oleh perencana. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengatur bentang dan beban pada struktur.

Beton bertulang merupakan salah satu contoh material yang cocok untuk digunakan pada balok menerus. Kontinuitas dapat diperoleh dengan mengatur penulangan balok beton bertulang tersebut. Tulangan baja diletakkan pada daerah dimana terjadi tegangan tarik. Banyaknya tulangan di setiap lokasi tergantung pada momen yang timbul.

Selengknya tentang ANALISIS SISTEM STRUKTUR BANGUNAN

0 komentar

Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang

e. Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
Rangka batang bidang memerlukan material lebih sedikit daripada rangka batang tiga dimensi untuk fungsi yang sama. Dengan demikian, apabila rangka batang digunakan sebagai elemen yang membentang satu arah, sederetan rangka batang bidang akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan sederetan rangka batang ruang (tiga dimensi).
Sebaliknya, konfigurasi tiga dimensi seringkali terbukti lebih efisien dibandingkan beberapa rangka batang yang digunakan untuk membentuk sistem dua arah. Rangka batang tiga dimensi juga terbukti lebih efisien bila dibandingkan beberapa rangka batang yang digunakan sebagai rangka berdiri bebas (tanpa balok transversal yang menjadi penghubung antar rangka batang di tepi atas). Hal ini seperti ditunjukan pada Gambar



Selengkapnya tentang ANALISIS SISTEM STRUKTUR BANGUNAN

0 komentar

Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangka Batang)

Beberapa bentuk konfigurasi eksternal rangka batang yang umum digunakan seperti ditunjukan pada Gambar . Konfigurasi eksternal selalu berubah-ubah, begitu pula pola internalnya. Konfigurasi-konfigurasi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, tinjauan struktural maupun konstruksi.


Masing-masing konfigurasi mempunyai tujuan yang berbeda. Beberapa hal yang menjadi bahasan penting dalam konfigurasi rangka batang adalah :

(1) Faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal memang bukanlah hal yang utama dalam menentukan konfigurasi rangka batang. Namun faktor eksternal juga dapat mempengaruhi bentuk-bentuk yang terjadi.

(2) Bentuk-bentuk Dasar
Ditinjau dari segi struktural maupun konstruksi, bentuk–bentuk dasar yang digunakan dalam rangka batang merupakan respon terhadap pembebanan yang ada. Gaya-gaya internal akan timbul sebagai respon terhadap momen dan gaya geser eksternal. Momen lentur terbesar pada umumnya terjadi di tengah rangka batang yang ditumpu sederhana yang dibebani merata, dan semakin mengecil ke ujung. Gaya geser eksternal terbesar terjadi di kedua ujung, dan semakin mengecil ke tengah.

(3) Rangka Batang Sejajar
Pada rangka batang dengan batang tepi sejajar, momen eksternal ditahan terutama oleh batang-batang tepi atas dan bawah. Gaya geser eksternal akan dipikul oleh batang diagonal karena batang-batang tepi berarah horisontal dan tidak mempunyai kontribusi dalam menahan gaya arah vertikal. Gaya-gaya pada diagonal umumnya bervariasi mengikuti variasi gaya geser dan pada akhirnya menentukan desain batang.

(4) Rangka Batang Funicular
Rangka batang yang dibentuk secara funicular menunjukan bahwa secara konsep, batang nol dapat dihilangkan hingga terbentuk konfigurasi bukan segitiga, namun tanpa mengubah kemampuan struktur dalam memikul beban rencana. Batang-batang tertentu yang tersusun di sepanjang garis bentuk funicular untuk pembebanan yang ada merupakan transfer beban eksternal ke tumpuan. Batang-batang lain adalah batang nol yang terutama berfungsi sebagai bracing. Tinggi relatif pada struktur ini merupakan fungsi beban dan lokasinya.

c. Tinggi Rangka Batang
Penentuan tinggi optimum yang meminimumkan volume total rangka batang umumnya dilakukan dengan proses optimasi. Proses optimasi ini membuktikan bahwa rangka batang yang relatif tinggi terhadap bentangannya merupakan bentuk yang efisien dibandingkan dengan rangka batang yang relatif tidak tinggi. Sudut-sudut yang dibentuk oleh batang diagonal dengan garis horisontal pada umumnya berkisar antara 300 – 600 dimana sudut 450 biasanya merupakan sudut ideal.
Berikut ini pedoman sederhana untuk menentukan tinggi rangka batang berdasarkan pengalaman. Pedoman sederhana di bawah ini hanya untuk pedoman awal, bukan digunakan sebagai keputusan akhir dalam desain.

Jenis Rangka Batang :
Rangka batang dengan beban relatif ringan dan berjarak dekat
Tinggi :
1/20 dari bentangan

Jenis Rangka Batang  :
Rangka batang kolektor sekunder yang memikul reaksi yang dihasilkan oleh rangka batang lain
Tinggi :
1/10 dari bentangan

Jenis Rangka Batang :
Rangka batang kolektor primer yang memikul beban sangat besar, misalnya: rangka batang yang memikul beban kolom dari gedung bertingkat banyak
Tinggi :
1/4 atau 1/5 dari bentangan


Selengkapnya tentang ANALISIS SISTEM STRUKTUR BANGUNAN

0 komentar

Penawaran Besi Tua ke JayaSteel

Berikut komentar penawaran besi tua atau besi bekas atau scrap.

Dijual scrap pipa tubing grade A ex perminyakan 60.000 ton panjang 3-6m. Diameter 15-50cm. Ketebalan 16-18mm. 3000/kg(sampai tempat buyer) 08381266** pin:2770** pada Harga Pasaran Besi Tua
   
Dijual besi WF 400 dan WF 600 ada 400 ton, harga rp 4.300/ kg nett, fee out 300. Lokasi tangerang. Minat hub. 0812 3831 1622 pada Harga Pasaran Besi Tua

    sebagai balasan besi tua ex alat berat sekarang di harga berapa yaa, dari gama firmanyah.

Dijual besi WF 400 dan WF 600 ada 400 ton harga rp 4.300/ kg nett, fee out 300. Lokasi Tangerang. Minat hub. 0812 3831 1622 pada Harga Pasaran Besi Tua

    sebagai balasan Bos. Scrap ex mesin. Alat berat dan tembag kena berapa? serius Bos., dari

SPESIFIKASI JARING UDANG/JARING KANTONG/JARING BANGKOK/JARING TRAMEL NET.
   
Dijual besi ex Kereta Api 20.000ton.surat dodumen lengkap tidak melalui tender siap angkat.Harga Rp3.000/kg.Minat serius Hub Is** hp 0851703**.email:iskan**@gmail.com. pada Harga Pasaran Besi Tua

Salam besi tua hub:0821896** pada Harga Pasaran Besi Tua
   
Salam besi tua bila anda serius jual besi tua kami solusinya berani harga bersaing tinggi si** Hub:0821896** pada Harga Pasaran Besi Tua
   

0 komentar

Struktur Dinding dengan Paku

Struktur dinding ini diselenggarakan bersama-sama dengan pekerjaan penggalian atau pemotongan tanah (excavation). Tanah diperkuat saat dilakukan pemotongan. Perkuatan dengan paku ini menggunakan batang yang ditanam satu dengan yang lain dengan sudut miring ke bawah sebesar 38o dari bidang datar tanah (Gambar). Penanaman paku dilakukan dari atas ke bawah (Gambar).

Sedangkan penyelenggaraan dinding yang relatif tipis dilakukan dari bawah ke atas. Kesuksesan pemasangan ini sangat tergantung dari: (1) pemilihan tanah yang cocok untuk penanaman paku, (2) penggunaan bahan yang berkualitas, dan kelengkapan peralatan yang cocok. Tanah yang cocok umumnya berupa tanah kohesif, pasir yang diperkeras, atau batu pecah yang dipadatkan.
 
Gambar Perilaku perkuatan dinding dengan paku

Tahapan pemasangan dinding dengan paku (nailed Wall) dilustrasikan seperti sebagaimana gambar. Pada tahap 1 dilakukan pemotongan tanah. Tinggi pemotongan ini harus diperhitungkan agar pemotongan tidak terlalu tinggi untuk mencegah keruntuhan. Pada tahap 2 dilakukan pengeboran untuk pemasangan paku. Tahap 3 adalah pemasangan paku. Perlu diingat pemasangan disarankan dari atas ke bawah sebagai upaya untuk keamanan pelaksanaan konstruksi, yakni mengindarkan keruntuhan tanah saat pelaksanaan. Pada tahap selanjutnya dilakukan pelapisan dinding, yang disemprotkan untuk kecepatan pelapisan.

 
Gambar  Tahapan Konstruksi dinding dengan paku atau jangkar


Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah
Selengkapnya tentang PONDASI

0 komentar

Kestabilan Geser Dinding Penahan

Untuk memberikan kekuatan yang cukup melawan geseran horisontal, dasar dinding penahan harus memeiliki kedalaman minimum 3 ft (1m) di bawah muka tanah. Untuk dinding permanen, kekuatan tersebut harus stabil tanpa adanya struktur penahan pasif di bagian kaki dinding. Jika syarat kekuatan diatas tak mencukupi, dapat ditambahkan pengunci geser di bawah telapak pondasi atau tiang pancang untuk menahan geseran. Selain persyaratan kekuatan tersebut, harus dipertimbangkan pula adanya kemungkinan bahaya erosi akibat aliran maupun pengaruh hujan. Bagian-bagian utama dari struktur dinding penahan terhadap geser dapat ditunjukkan pada gambar .

Gambar  Bagian struktur dinding penahan tanah
 
Selengkapnya tentang PONDASI 

Selengkapnya tentang Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah
 

0 komentar

Permasalahan Arsitektur - PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR

Belajar Permasalahan Arsitektur merupakan perluasan dan pendalaman tentang penelusuran dan pemecahan masalah arsitektur; teori dan paradigma dalam konteks kerangka dasar dan proses perancangan arsitektur. Setelah mengikuti pelajaran ini, diharapkan memiliki pemahaman, kemampuan serta wawasan tentang pemecahan masalah disain arsitektur maupun masalah dalam penelitian bidang arsitektur.



SUMBER PUSTAKA
  • Altman, Irvin (1980), Culture and Environment, Brooke/Cole Publishing Company, California.
  • Attoe, Wayne, 1978, Architecture and Critical Imagination, John Wiley & Sons, Chichester.
  • Broadbent, Geoffrey, 1973, Design in Architecture, John Wiley & Sons, Great Britain.
  • Broadbent, Geoffrey, Richard Bunt and Tomas Llorens, 1980, Meaning & Behaviour in the Built Environment, John Wiley & Sons, Chichester.
  • Fletcher, Banister (1950), History of Architecture, BT Bestford, London.
  • Handler, A. Benyamin., 1995, Pendekatan Sistem Kepada Arsitektur, Bagian I, Cetakan Ketiga, Intermatra, Bandung.
  • Heimsath, Clovis AIA., 1995, Arsitektur dari segi Perilaku; Menuju Proses Perancangan Yang Dapat Dijelaskan, Cetakan Kedua, Intermatra, Bandung.
  • Jones, J. Christopher., 1970, Design Methods; Seeds of human futures, Wiley Interscience, London.
  • Jencks, Charles, 1982, Modern Movenment in Architecture, Penguin Book, Great Britain.
  • Lang, Jon, 1987, Creating Architectural Theory:The Role of the Behavioral Sciences in Environmental Design, Van Norstrand Reinhold Company Inc., New York.
  • Markus, T.A., P.Whyman, 1972, Building Performance: Building Performance Research Unit, Applied Science Publisher Ltd. London.
  • Paul Alan (1993), The Theory of Architecture: Concepts, Themes and Practices, Van Nostrand Reinhold, New York.
  • Rapoport, Amos., 1969, House, Form and Culture, Prentice Hall Inc. Englewood Cliffs, New Jersey. White, Edward T., 1985, Concept Soucebook, Architectural Media.
  • Snyder, James C. & Anthony J. Catanese, 1979, Introduction to Architecture, Mc GrawHill Inc. USA.
  • Ven, Cornelis Van de, 1987, Ruang Dalam Arsitektur, Penerjamah Imam Djokomono, Gramedia Pustaka Utama 1995, Jakarta. Johnson,
  • Von Meiss, Pierre, 1991, Elements of Architectur: From form to place, E &FN SPON, London.
  • Zevi, Bruno, 1957, Architecture as Space: How to Look at Architecture, Translated by Milton Gendel, Horizon Press, New York.

Kompetensi
i.    Mampu memahami kedudukan teori dalam penelusuran dan pemecahan masalah arsitektur;
ii.    Mampu memahami keterkaitan dan hubungan teori arsitektur dalam pemecahan masalah arsitektur;
iii.    Mampu memahami hubungan teori ilmu-ilmu lain dalam pemecahan masalah Arsitektur


 Indikator
i.    Mampu menyebutkan dan menguraikan kedudukan teori dalam pemecahan masalah;
ii.    Mampu menyebutkan dan menguraikan keterkaitan dan hubungan teori arsitektur dalam pemecahan masalah;
iii.    Mampu menyebutkan dan menguraikan teori ilmu-ilmu lain dalam pemecahan masalah arsitektur


KOMPETENSI/INDIKATOR
  • Teori dan Teori Arsitektur dalam Penelusuran dan  Pemecahan Masalah
  • Teori dan Teori Arsitektur dalam Penelusuran dan  Pemecahan Masalah
  • Kedudukan dan hubungan Paradigma Mitologis & Kosmologis dalam Penelusuran dan Pemecahan Masalah
  • Kedudukan dan hubungan Paradigma-paradigma Estetika dalam Penelusuran dan Pemecahan Masalah
  • Kedudukan dan hubungan Paradigma Sosial  dalam Penelusuran dan Pemecahan Masalah
  • Kedudukan dan hubungan Paradigma Rationalism dan Kultur  dalam Penelusuran dan Pemecahan Masalah
  • Kedudukan dan hubungan Paradigma Post-Modernism dan
  • Environmentalism  dalam Penelusuran dan Pemecahan Masalah
  • Ujian Tengah Semester
  • Hubungan Teori dan Paradigma dalam Konteks Pendekatan Pemecahan Masalah
  • Hubungan Teori dan Paradigma dalam Konteks Pendekatan Pemecahan Masalah
  • Hubungan Teori dan Paradigma dalam Konteks Pendekatan Pemecahan Masalah
  • Malasah Arsitektur dalam konteks riset arsitektur
  • Malasah Arsitektur dalam konteks riset arsitektur
  • Disain Riset Arsitektur

.

0 komentar

Ayo Belajar TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN

. LINGKUP PEKERJAAN DAN PERATURAN BANGUNAN
. Ruang Lingkup Pekerjaan Bangunan
. Peraturan Bangunan
. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
. Kriteria Desain dalam Penyelenggaraan Bangunan
. Manajemen Pelaksanaan Konstruksi
Pelelangan Proyek Konstruksi

. PENGGUNAAN PROGRAM KOMPUTER DALAM TEKNIK BANGUNAN
. Aplikasi Komputer dalam Teknik Bangunan
. Aplikasi Program MS Office dalam Teknik Bangunan
. Aplikasi Program MS Project dalam Teknik Bangunan
. Aplikasi Program STAAD/Pro dalam Teknik Bangunan
 . Aplikasi Program AutoCad dalam Teknik Bangunan


STATIKA BANGUNAN
Elemen-elemen Sistem Struktur Bangunan
. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur
 Macam-macam Gaya dalam Struktur Bangunan
Cara Menyusun Gaya
 Statika Konstruksi Balok Sederhana
 Analisis Rangka Batang (Truss) Sederhana
Dasar-Dasar Tegangan

 ANALISIS SISTEM STRUKTUR BANGUNAN
 Struktur Rangka Batang
 Struktur Balok
Struktur Kolom
Sistem Struktur pada Bangunan Gedung Bertingkat

DAYA DUKUNG TANAH DAN PONDASI
Tanah dan Sifat-sifatnya
Daya Dukung Tanah
Pondasi
Dinding Penahan (Retaining Wall): tekanan lateral tanah dan struktur penahan tanah


 TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BAJA
 Sifat Baja sebagai Material Struktur Bangunan
Jenis Baja Struktural
 Konsep Sambungan Struktur Baja
 Penggunaan Konstruksi Baja

 TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI BETON
 Sifat dan Karakteristik Beton sebagai Material Bangunan
 Material Penyusun Beton Bertulang
 Konstruksi dan Detail Beton Bertulang
Aplikasi Konstruksi Beton Bertulang

 TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN DENGAN KONSTRUKSI KAYU
. Sifat Kayu sebagai Material Konstruksi
 Penggolongan Produk Kayu di Pasaran
Sistem Struktur dan Sambungan dalam Konstruksi Kayu
Aplikasi Struktur dengan Konstruksi Kayu

TEKNIK STRUKTUR BANGUNAN JEMBATAN
Klasifikasi dan Bentuk Jembatan
 Elemen Struktur Jembatan
 Pendirian Jembatan
 Pendukung Struktur Jembatan

0 komentar

Cara menghitung Berat Wiremesh

Cara menghitung Berat Wiremesh

Berikut cara menghitung berat wiremesh dicopy dari http://www.jayasteel.com/2015/04/daftar-berat-wiremesh-dan-cara.html.

Menghitung berat wiremesh bisa dihubungkan dengan cara menghitung berat besi beton yang bisa dilihat disini. Caranya persis sama. Perbedaannya hanya pada panjang. Panjang besi beton, kalau ukuran khusus juga bisa berbeda-beda tergantung permintaan.
Besi beton standar panjang 12 meter, sedangkan wire mesh untuk konstruksi panjang total besinya adalah 156,6 meter per lembar. Untuk per roll ya tinggal dikalikan sepuluh yakni menjadi 1566 meter.

Cara menghitung berat besi beton (polos) yang juga bisa digunakan untuk wiremesh adalah:
Diameter x Diameter x Panjang x 0,006165

Untuk wiremesh, angka 156,6 meter sebagai panjang total besi didapat dari jumlahnya baris dengan panjang 2,1 sebanyak 36 batang, dan banyaknya kolom dengan panjang 5,4 meter sebanyak 15 batang.

Dengan menghitung semua besi pada panjang kali lebar maka didapat hasil sebagai berikut:
2,1 x 36 + 5,4 x 15 = 156,6 (meter)

Demikian cara menghitung berat wire mesh ini semoga bisa membantu. Daftar berat wiremesh bisa dilihat disini. Daftar harga wiremesh bisa dilihat disini.

Karena daftar harga produk sewaktu-waktu bisa berubah, untuk update harga bisa minta info melalui sms ke nomor 082140 031 207; 08564 8891 871


0 komentar

Jenis Pintu dan Jendela

Pintu dan jendela biasanya dikelompokkan sesuai dengan bagaimana bukaannya, hal ini juga sangat erat hubungannya dengan jenis perangkat alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai untuk melekatkan daun pintu/jendela pada rangkanya.

1. Jenis Pintu
Dilihat dari cara membukanya daun pintu, pintu dibedakan menjadi:
a. Pintu sorong (slide a door) yang membukanya didorong horisontal ke kiri/kanan atau vertikal ke sisi atas, daun-daun pintu ini ditempatkan pada belakang rangka atau pada alat/rel, bagian jendela dapat dibuka penuh.


b. Pintu lipat, yang membukanya dengan cara didorong dan melipat di kanan/kiri, daun-daun pintu diletakan/digantung pada alat/rel, bagian pintu dapat dibuka ± 90%.


c. Pintu Gulung (roll a door), yang membukanya dengan cara digulung di atas, daun-daun pintu digulung pada alat, bagian pintu dapat dibuka penuh.



d. Pintu sayap tunggal/ganda, daun pintu digatung pada sisi dalam/luar rangka dengan alat/engsel. Pintu ini dibedakan menjadi pintu kiri/pintu kanan. Untuk mengetahui perbedaan ini dengan cara pada saat kita berdiri dan punggung menempel pada alat penggantung, apabila bukaan daun pintu sesuai dengan gerakan membuka tangan kiri maka pintu tersebut adalah pintu kiri demikian juga untuk pintu kanan.
Bagian pintu dapat dibuka penuh.


Jenis Jendela
Persyaratan dan Fungsi PINTU dan JENDELA

Selengkapnya tentang PINTU dan JENDELA

0 komentar

Belajar Bahan Bangunan di Teknik Sipil

Belajar mengkomunikasikan dan membuat gambar secara grafis dan mengkomunikasikan melalui norma dan standarisasi gambar teknik. Belajar memahami dan mengenal dasar-dasar ilmu bahan/material yang digunakan pada sistem membangun.

Pelajaran Gambar Teknik berisi tentang teori grafis dan aplikasinya ke dalam standar tulisan huruf dan angka, macam-macam garis, skala, botasi, symbol, proyeksi orthografi denah, tampak, potongan, konstruksi bayangan, situasi, tapak, penampang kontur, dan segi banyak melalui konstruksi sudut.
Ilmu Bahan Bangunan berisi pengetahuan tentang bahan dan teknologi material bangunan yang meliputi bahan dasar diantaranya, pasir, krikil, batu, bata, porland cemen, batako, kayu, besi/baja, alumunium, dan kaca. Selain bahan dasar diberikan pengetahuan tentang bahan rekayasa bangunan yang terdiri dari bahan rekayasa bangunan bawah yaitu semen clean set, geotekstil, sedangkan bahan rekayasa bangunan atas meliputi lantai, kusen pintu jendela, langit-langit/ceilling dan penutup.

Pengertian  dan ruang lingkup Ilmu Bahan Bangunan
Macam-macam bahan Agregat kasar (pasir, krikil, portland  cement)
Bahan pengisi; batu, bata, batako.
Kayu sebagai bahan bangunan
Bahan Besi/Baja sebagai komponen utama struktur bangunan
Bahan alumunium dan kaca
Clean Set Cement sebagai bahan rekayasa bangunan bawah
Geotekstil sebagai bahan rekayasa bangunan bawah
Lantai keramik, granit, marmer, sebagai bahan rekayasa bangunan
Kusen kayu, kusen alumunium sebagai bahan rekayasa bangunan
Asbes, Gypsum, Triplek, multiplek, sebagai bahan rekayasa langit¬langit (ceiling),

Daftar Buku / Buku Utama / Referensi :
-    Hart F, Henn W, and Sontag R Multi Storey Building In Steel. Granada Publishing. London.
-    Anonim. Persyaratan Umum Beton Bertulang di Indonesia (PUBI-1982) Pusat Penelitian dan  Pengembangan Pemukiman. Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Bandung


Belajar MANAJEMEN KONSTRUKSI di Teknik Sipil

0 komentar

Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM)

Ditetapkannya NSPM dimaksudkan untuk memberikan panduan dan kemudahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam bidang pekerjaan konstruksi untuk melaksanakan kegiatan pembangunan prasarana dan sarana guna mempertahankan mutu pekerjaan atau bahkan dalam skala tertentu untuk menjaga kepentingan masyarakat agar tidak dirugikan akibat dampak pembangunan di bidang pekerjaan konstruksi (PU).

NSPM Kimpraswil terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok SNI sebanyak 13 bagian dan kelompok pedoman, petunjuk manual teknis sebanyak enam bagian yang keseluruhannya merupakan standar atau bagian dari norma, standar, pedoman dan manual dalam penyelenggaraan bidang pekerjaan umum. SNI disahkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sedang pedoman, petunjuk, manual teknis ditetapkan oleh instansi pengawasan pembangunan yaitu departemen Pekerjaan Umum.

Beberapa NSPM adalah:
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara bangunan gedung
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara keselamatan bangunan
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Struktur Bangunan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Air bersih.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Air Minum Perkotaan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Bendung, Bendungan, Sungai, Irigasi, Pantai.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Keselamatan Bangunan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara bangunan jembatan
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Lalulintas, lingkungan jalan, sanitasi dan persampahan

Peraturan Bangunan
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Bangunan
Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM)

0 komentar

Teknik Sipil

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Cabang-cabang ilmu teknik sipil dengan aplikasi, antara lain:

STRUKTUR, cabang yang mempelajari masalah struktural dari material yang digunakan untuk pembangunan. Beberapa pilihan jenis material bangunan diantaranya: baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

GEOTEKNIK, cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penye-lidikan laboratorium.

MANAJEMEN KONSTRUKSI, cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan peker-jaan, pengembalian modal, biaya proyek, serta semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

HIDROLOGI dan LINGKUNGAN, cabang yang mempelajari air dan lingkungan alam, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air, dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi, waduk/bendungan, kanal hingga teknik penyehatan.

TRANSPORTASI, cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

INFORMATIKA TEKNIK SIPIL, cabang baru yang mempelajari penerapan teknologi komputer untuk perhitungan dan pemodelan sebuah sistem dalam proyek pembangunan atau penelitian bangunan. Mencakup bidang ini antara lain berupa pemodelan struktur bangunan (struktural dan material atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic Information System).

Bidang Ilmu dalam Teknik Bangunan
Teknik Sipil
Arsitektur
Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP)

0 komentar

Jenis pekerjaan konstruksi

Di Indonesia, jenis pekerjaan konstruksi disebutkan dalam undang-undang jasa konstruksi (UU no 18 tahun 1999), meliputi:

Pekerjaan arsitektural yang mencakup antara lain pengolahan bentuk dan massa bangunan gedung berdasarkan fungsi serta persyaratan yang diperlukan setiap pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan sipil yang mencakup antara lain pembangunan pelabuhan, bandar udara, jalan kereta api, pengamanan pantai, saluran irigasi atau kanal, bendungan, terowongan, struktural gedung, jalan, jembatan, reklamasi rawa, pekerjaan pemasangan perpipaan, pekerjaan pemboran, dan pembukaan lahan.

Pekerjaan mekanikal dan elektrikal merupakan pekerjaan pemasangan produk-produk rekayasa industri.
− Pekerjaan mekanikal mencakup antara lain pemasangan turbin, pendirian dan pemasangan instalasi pabrik, kelengkapan instalasi bangunan, pekerjaan pemasangan perpipaan air, .minyak dan gas.
− Pekerjaan elektrikal mencakup antara lain pembangunan jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan, pemasangan instalasi kelistrikan, telekomunikasi beserta kelengkapannya.

Pekerjaan tata lingkungan mencakup antara lain: pekerjaan pengolahan dan penataan akhir bangunan maupun lingkungannya.

Ruang Lingkup Pekerjaan Bangunan
Lingkup Pekerjaan dan Proyek Bangunan
Jenis pekerjaan konstruksi

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio