hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Hewan endemik Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan endemik Indonesia. Tampilkan semua postingan

Menenal Kuskus Bermata Biru, Binatang Endemik Indonesia Timur


kuskus bermata biru
Indonesia memang negara yang sunggguh kaya, baik dari sumber daya alam maupun hal-hal unik yang terdapat di dalamnya. Salah satu hal unik yang bisa ditemukan di Indonesia adalah seekor hewan yang mempunyai mata mirip “turis mancanegara” karena berwarna biru.

Kuskus Tutul Bermata Biru (Blue-Eyed Spotted Cuscus) atau Kuskus Tutul Biak adalah spesies marsupial dari keluarga Phalangeridae. Kuskus jenis ini merupakan hewan endemik dari Pulau Biak dan Pulau Supiori di daerah Teluk Cenderawasih di Papua Barat, Indonesia.

Kuskus termasuk binatang herbivora dan suka menyendiri. Mereka memiliki ciri-ciri berupa muka yang bundar dan telinga yang kecil, serta bulu yang lebat. Selain itu, binatang yang mamalia ini mempunyai ekor panjang yang kuat dan liat dan berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari dahan ke dahan.

Kuskus sering dianggap berasal dari jenis yang sama dengan kukang walaupun mereka adalah spesies yang berbeda. Kuskus terdiri atas beberapa spesies yang terkelompokkan dalam 5 genus yakni Ailurops, Phalanger, Spilocuscus, Strigocuscus, dan Trichosurus.

Pada tahun 2004, Kuskus Tutul Biak sudah termasuk jenis hewan yang sulit ditemukan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perburuan liar dan habitat yang rusak. Oleh International Union for Conservation of Nature, hewan ini dikategorikan sebagai spesies terancam punah. Survei terbaru gagal menemukan Kuskus Tutul Biak liar.

Selain Kuskus Tutul Biak, Kuskus bermatabiru juga bisa fitemukan di Ternate dan Tidore, Maluku. Kuskus ini meerupakan jenis Blue-eyed Cuscus  dan merupakan kuskus satwa endemik pulau tersebut yang baru teridentifikasi pada tahun 1995. Tetapi status konservasi mereka saat ini juga termasuk dalam kategori vulnerable.

referensi: wikipedia dan kaskus

0 komentar

Primata Terkecil di Dunia Asli Indonesia



Singapuar 
Ini dia spesies asli Indonesia yang mempunyai ukuran mungil dan wajah unik yang seolah seperti melotot. Singapuar yang memiliki nama latin Tarsius Bancanusini disebut-sebut sebagai primata terkecil di dunia. Hal ini didasari fakta bahwa Singapuar hanya memiliki berat berkisar antara 80-140 gram dengan panjang berkisar antara 12-15 cm.
Singapuar memiliki mata yang tajam dan besar, tetapi ia hanya bisa melihat dengan jelas pada malam hari, sedangkan pada siang hari pandangannya agak rabun. Yang unik dari singapuar ini adalah bahwa bola matanya tidak dapat bergerak ke kiri dan kanan sehingga ia tidak bisa melirik ke sekitarnya. Untungnya, ia terbantu dengan kemampuan lehernya untuk berputar 180 derajat sehingga ia tetap bisa mengamati sekitarnya. Singapuar memiliki tubuh dengan bulu lembut dan mirip beludru berwarna cokelat abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda.

Singapuar temasuk binatang nokturnal yang aktif mencari makanan pada malam hari. Makanan mereka adalah para serangga kecil. Mereka banyak menghabiskan waktunya di atas pepohonan dan melompat dari satu pohon ke pohon lain. Walaupun ukuran tubuhnya cukup kecil, singapuar dapat melompat cukup jauh hingga kurang lebih sejauh 3 meter.

Singapuar adalah binatang soliter atau penyendiri. Mereka tidak pernah hidup secara berkelompok. Bahkan jika mereka ditempatkan dalam satu kelompok, maka mereka akan melukai dirinya sendiri karena mengalami stress.

Saat ini Singapuar termasuk ke dalam satwa dalam kategoti terancam punah. Di Indonesia, penyebaran Singapuar meliputi daerah di Sumatera bagian Selatan dan Tenggara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan

Referensi: wikipedia

0 komentar

Kasih Sayang Anak-Bunda ala Binatang

“Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu,” itulah sepenggal lirik lagu milik Iwan Fals yang sangat populer di Indonesia. Tahukah anda kalau kemesraan seperti itu ternyata juga bisa dirasakan dan ditunjukkan oleh binatang, seperti ditunjukkan oleh beberapa bayi dan sang induk yang saling berbagi kasih sayang seperti terangkum dalam foto-foto berikut ini.

Induk Pudu dan Bayinya
Pudu
Seekor induk Pudu terlihat sangat menyayangi bayinya yang baru lahir pada 20 Mei 2013 lalu di Kebun Binatang Dettroit, Amerika Serikat. Pudu adalah spesies rusa kecil yang hidup di hutan di Amerika Selatan.

Orang Utan dan Bayinya
 
Otan
Kasih sayang seekor induk dan bayinya juga nampak pada foto ini. Seekor bayi Orang Utan berusia satu bulan tidur di atas gendongan sang induk. Momen ini terjadi di Kebun Binatang Singapura.

Macan Tutul dan Bayinya
Leopard

Setelah lolos dari kejaran Serigala yang lapar di padang rumput Masai Mara, Kenya, anak Macan Tutul ini memeluk induknya seolah ingin mengadu dan bercertia kepada induknya atas kejadian tersebut.

Babi Liar dan Bayinya
Celeng

Di Ngorongoro Crater, Tanzania, Afrika Timur, pada akhir Januari 2013 seorang fotografer berhasil menjepret seekor bayi Babi Liar yang tengah bermain bersama induknya.

Flamingo dan Bayinya

Flamingo
Lihatlah bagaimana seekor induk pink flamingo begitu memperhatikan bayinya yang baru lahir pada 19 Juni 2013 di Kebun Binatang Riverbanks, Columbia.

Kuda Nil dan Bayinya
Kuda Nil
Seekor bayi Kuda Nil yang baru berusia dua hari berjalan mengikuti induknya di Kebun Binatang Basel, Swiss.

Referensi: tempo


0 komentar

Hewan-Hewan Kesepian Di Dunia

Hidup sendiri dan tidak mempunyai kawan tentunya tidak pernah menjadi keinginan siapapun yang hidup di dunia ini. Seperti umat manusia yang kesepian dan galau jika tidak mempunyai pasangan hidup, hewan pun bisa menjadi kesepian dan terisolasi hingga mengakibatkan mereka terancam punah.
Berikut 6 spesies langka yang menjadi hewan paling kesepian di dunia ini:

Ikan Mangarahara cichlid
Ikan Mangarahara cichild
Ikan Mangarahara cichlid merupakan spesies ikan langka yang sudah sangat jarang dapat ditemukan di alam liar dan terancam punah. Saat ini, dua ekor ikan Mangarahara cichlid yang masih tersisa semuanya berjenis kelamin laki-laki sehingga tidak memungkinkan untuk saling membuahi dan menghasilkan keturunan. Dengan demikian, kedua ikan yang ada di Kebun Binatang Berlin akan segera punah jika tidak dapat segera menemukan betina (pasangannya).

Kura-kura Lonesome George

Lonesome George
Kura-kura Lonesome George merupakan spesies terakhir dari subspesies Geochelone elephantopus abingdoni yang juga menjadi ikon dari Pulau Pinta, Kepulauan Galapagos. Kura-kura darat raksasa ini termasuk  hewan yang berumur panjang dan mampu bertahan hidup lebih dari 100 tahun. Sayangnya, George meninggal tahun lalu tanpa sempat berhasil kawin dan menghasilkan keturunan untuk melanjutkan subspesiesnya.

Macan tutul amur
Macan Tutul Amur
Macan tutul amur yang merupakan biantang endemik hutan di Rusia Timur adalah spesies kucing besar yang tangkas dan pintar. Jumlahnya saat ini sangat sedikit dan diperkirakan hanya tersisa 30 ekor di planet ini. Penampilannya yang sangat mencolok dan khas dengan motif leopardnya yang tutul-tutul menarik para pemburu ilegal untuk membunuh dan mengambil kulitnya untuk kemudian dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Badak jawa
Badak Jawa
Badak Jawa, yang merupakan maskot bagi Indonesia, termasuk satwa yang dilindungi dan terancam punah. Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Barat saat ini hanya menyisakan kurang dari 100 ekor. Badak Jawa merupakan jenis spesies mamalia besar yang paling langka dan hanya terdapat di Pulau Jawa. Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia berusaha untuk melestarikan spesies ini.

Gorila gunung
Gorilla

Gorila gunung (Gorilla gorilla berengei) yang tinggal di area pegunungan bisa ditemui di Afrika Tengah dan Afrika Timur. Hilangnya habitat karena kerusakan hutan, akibat aktivitas manusia, yang selama ini menjadi rumah bagi mereka memaksa spesies ini berjuang hidup dan beradaptasi di tempat baru. Diperkirakan jumlah gorila saat ini hanya tersisa kurang dari 900 ekor, dan terancam punah.

Lumba-lumba vaquita
Vaquita

Vaquita ialah lumba-lumba mini yang biasa ditemukan di Teluk Meksiko, California. Vauqita tergolong spesies langka yang jumlahnya tinggal tersisa 200 ekor. Jumlah Vaquita semakin menurun seiring maraknya penangkapan Vaquita demi kepentingan industri perikanan.

Sumber: NationalGeographic News


0 komentar

Mengenal Macan Dahan Kalimantan, Kucing liar terbesar di Kalimantan

Foto Macan Dahan Kalimantan
Macan dahan Kalimantan atau disebut juga macan dahan sunda memiliki nama latin Neofelis diardi. Ini adalah jenis kucing liar endemik Indonesia berukuran medium yang hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Meskipun namanya adalah 'macan dahan', pada kenyataannya kucing liar ini tidaklah ada hubungan dengan macan tutul. Kucing ini diberi nama Neofelis diardi untuk menghormati naturalis dan penjelajah Prancis yang bernama Pierre-Médard Diard.

Dulunya, macan dahan sumatera diklasifikasikan sebagai subspecies dari macan dahan (Neofelis nebulosa). Namun sejak tahun 2006 kucing eksotis ini diklasifikasikan sebagai satu spesies tersendiri. Dan pada 14 Maret 2007, sesuai dengan sebuah artikel yang diterbitkan oleh WWF, kucing ini diberi nama macan dahan kalimantan.

Dalam artikel yang diterbitkan WWF tersebut seorang yang bernama Dr. Stephen O'Brien dari U.S. National Cancer Institute mengatakan "Hasil kajian genetik jelas-jelas menunjukkan bahwa macan dahan Kalimantan harus dianggap sebagai spesies yang terpisah".

Macan dahan kalimantan merupakan spesies kucing terbesar di Kalimantan. Kucing ini memiliki berat badan sekitar 12 hingga 25 kg, dengan panjang tubuh sekitar 90 cm. Habitat Macan dahan kalimantan adalah di hutan hujan dataran rendah dengan ketinggian di bawah 1500 mdpl di Kalimantan. Sedangkan di Sumatera, mereka menghuni daerah perbukitan dan pegunungan.

Macan dahan kalimantan berburu di permukaan tanah. Kemampuan memanjatnya yang baik, lebih digunakan untuk melarikan diri dari bahaya. Belum banyak yang diketahui dari kucing langka ini. Namun diperkirakan, macan dahan kalimantan adalah binatagn soliter.

Menurut Red LIst IUCN tahun 2008, populasi macan dahan kalimantan masuk dalam status "Rentan (VU)". Di Kalimantan jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 5.000 - 11.000 ekor di Kalimantan, dan 3000 -  7.000 di Sumatera.

Sebenarnya macan dahan kalimantan sudah dilindungi oleh Undang-Undang. Namun penegakan atas hukum yang sudah ditentukan tidaklah berjalan sebagaimana mestinya.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Lutra Sumatera, berang-berang paling langka di dunia

Foto Lutra Sumatera (Lutra sumatrana)
Lutra Sumatera memiliki nama latin Lutra sumatrana atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama hairy-nosed otter. Satwa endemik Indonesia ini adalah spesies berang-berang paling langka di dunia. Satwa ini sempat dinyatakan punah, hingga pada tahun 1998 mereka ditemukan lagi dalam sekelompok kecil.

Lutra Sumatera merupakan spesies berang-berang berukuran medium. Panjangnya sekitar 1,3 m dengan berat sekitar 7 kg. Jari-jari mereka tertutup selaput dan memiliki cakar yang berkembang dengan baik. Bulunya berwarna cokelat gelap pada bagian atas, dan lebih cerah pada bagian bawah. Bagian moncongnya ditutupi oleh bulu pendek berwarna gelap.

Sebelumnya Lutra Sumatera sempat dianggap sebagai sub-spesies dari Lutra lutra. Namun berdasarkan tes DNA, Lutra Sumatra akhirnya dipastikan adalah satu spesies sendiri, yaitu spesies Lutra sumatrana yang sempat dikabarkan sudah punah pada tahun 1998.

Habitat lutra Sumatera adalah daerah pesisir, dan daerah sekitaran sungai besar. Mereka cenderung soliter, meski terkadang berada dalam sebuah grup kecil yang berisi sekitar 4 ekor lutra. Makanan lutra Sumatera antara lain ikan, dan udang.

Penyebaran lutra Sumatera meliputi Sumatera bagian Selatan, Thailand bagian selatan, barat daya kamboja, dan selatan Vietnam. Kemungkinan besar mereka juga terdapat di Laos, Malaysia, dan Pulau-pulau lain di Indonesia.

Belum ada data resmi mengenai beapa jumlah lutra sumatera yang ada di alam liar. Namun diperkirakan jumlahnya tidaklah banyak. Oleh sebab itu IUCN menetapkan lutra sumatera pada status "Terancam PUnah (EN)".

Referensi : IUCN

0 komentar

Mengenal Kukang Jawa

Foto Kukang Jawa
Kukang Jawa memiliki nama latin Nycticebus javanicus dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Javan slow loris. Mereka adalah spesies kukang yang tinggal di Pulau Jawa bagian Tengah dan Barat.

Dulunya kukang jawa dianggap sebagai subspesies dari kukang Sunda (Nycticebus Coucang). Hingga pada tahun 2000-an penelitian genetik dan morfologi memisahkannya menjadi satu spesies tersendiri. Spesies kukang jawa sendiri ada 2 varian yang dibedakan berdasarkan panjang bulu, dan pewarnaannya.

Kukang jawa memiliki berat sekitaran 565 hingga 687 gram dengan panjang tubuh sekitar 11,5 inci. Mereka adalah binatang arboreal yang menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Pergerakan mereka lambat dengan merambat dari satu pohon ke pohon lain, bukan dengan melompat. Kukang jawa juga termasuk binatang nokturnal, yang lebih aktif di malam hari.

Habitat kukang jawa meliputi hutan primer dan sekunder. Namun mereka terkadang juga dapat ditemukan di hutan bambu, mangrove, dan kebun cokelat. Makanan kukang jawa antara lain buah, getah, kadal, dan telur. Mereka biasa tidur di cabang pohon, terkadang dalam sebuah grup, tetapi lebih sering berkeliaran berpasangan atau sendirian.

Populasi kukang jawa mengalami penurunan yang sangat signifikan, terutama diakibatkan oleh perburuan liar untuk diperjualbelikan di pasar gelap untuk dijadikan hewan piaraan atau untuk bahan pembuatan obat tradisional.

Berkurangnya habitat asli dan penyebarannya yang terbatas, juga menjadi penyebab kelangkaan hewan eksotis ini. Oleh sebab itu IUCN memasukkan kukang jawa dalam status "Terancam PUnah (EN)". Binatang endemik Indonesia ini bahkan juga masuk ke dalam "25 primata paling terancam punah di dunia" selama 2008 - 2010.

Saat ini kukang jawa termasuk binatang yang dilindungi oleh Undang-Undang, dan sejak 2007 masuk dalam daftar CITES Appendix I. Namun, TOLOLnya warga negara Indonesia adalah, sudah tahu dilindungi Undag-Undagn dan sudah berada di area perlindungan, tetapi masih saja diburu. IDIOTnya lagi, hukum yang sudah dibuat, sangat jarang ditegakkan oleh penegaknya. TOLOL!!!
Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Kambing Hutan Sumatera

Mengenal Kambing Hutan Sumatera
Kambing Hutan Sumatera memiliki nama latin Capricornis sumatraensis. Dalam bahasa Inggris kambing ini dikenal dengan nama Sumatran serow. Kambing-kijang ini juga dikenal dengan nama southern serow.

Kambing Hutan Sumatera dapat ditemukan di Pulau Sumatera, dan Semenanjung Thailand-Malaysia. Habitat mereka adalah di hutan primer dan hutan sekunder dekat dengan pegunungan. Mereka aktif pada pagi serta sore hari, dan beristirahat di siang hari di tempat teduh di bebatuan.

Meskipun tidak ada informasi pasti mengenai populasi kambing hutan sumatera di Indonesia, diperkirakan kambing hutan yang hidup di Taman Nasional Gunung Leuser mengalami perkembangan yang pesat. Namun kamera tersembunyi yang dipasang di Hutan Lindung Taratak menunjukkan bahwa populasi kambing hutan sumatera, langka.

Sebuah study yang dilakukan Malaysia menunjukkan, hanya ada sekitar 13 ekor kambing hutan yang mendiami wilayah seluas 7,4 hektar. Berdasarkan data tersebut diperkirakan hanya ada sekitar 500 - 700 ekor kambing hutan Sumatera yang hidup di Semenanjung Malaysia.

Masalah utama yang menyebabkan kelangkaan satwa ini adalah semakin menyempitnya habitat. Selain itu,  perburuan liar juga memiliki andil dalam kelangkaan satwa ini. Mereka diburu, baik di area perlindungan ataupun area bebas, untuk dimakan dagingnya dan sebagai bahan baku obat tradisional.

Bahkan, di sebuah kota yang bernama Pancur Batu, yang terletak di Sumatra Utara, tanduk dari kambing hutan sumatera diperjualbelikan secara bebas, dan dibiarkan saja oleh pemerintah. Padahal, binatang langka ini sudah dilindungi oleh Undang-Undang sejak tahun 1932, dan area seluas 11.904 mil persegi sudah dijadikan sebagai area perlindungan mereka. Tolol kan??? Siapa yang Tolol??? Ya pemerintah lah. Udah bikin Undang-Undang, tapi nggak dipatuhi, malah diem aja.

Saat ini populasi kambing hutan Sumatera berada dalam status "Rentan (VU)" menurut Red List IUCN.

Refrensi : redorbit

0 komentar

Mengenal Gibbon Kalimantan atau Owa-Owa

Foto Gibbon Kalimantan atau Owa-Owa
Gibbon Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan nama Owa-owa atau Kelempiau memiliki nama latin Hylobates muelleri. Satwa ini merupakan jenis primata yang berasal dari family Ungko.

Gibbon Kalimantan memiliki bulu berwarna cokelat atau abu-abu yang menutupi tubuhnya, dengan bulu melingkar berwarna terang di bagian wajahnya. Terdapat juga bulu berwarna gelap menyerupai topi di bagian kepala primata ini.

Gibbon Kalimantan merupakan primata terkecil dalam keluarga Ungko. Primata yang merupakan binatang endemik pulau Kalimantan ini hanya memiliki berat badan rata-rata sekitar 5,7 kg. Gibbon kalimantan jantan akan melindungi keluarganya dengan suara yang panjang dan keras

Habitat Owa-owa adalah di hutan hujan di wilayah Kalimantan bagian Utara dan Timur. Mereka aktif di siang hari untuk mencari makanan berupa buah. Mereka mempunyai lengan yang panjang yang sangat membantu mereka untuk dapat berayun dari satu pohon ke pohon yang lain.

Owa-owa adalah binatang monogami. Mereka hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Belum diketahui secara pasti bagaimana Owa-owa bereproduksi. Namun kemungkinan besar tidaklah jauh berbeda dengan spesies Ungko lainnya. 

Menurut data Red List IUCn, Gibbon Kalimantan atau Owa-owa ini berada dalam status "Terancam Punah (EN)". Oleh karena itu, pemerintah bertindak dengan memberikan perlindungan terhadap primata ini. Diantaranya adalah dengan menjaganya di beberapa Taman Nasional, seperti di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Kayan Mentarang, Taman Nasional Tanjung Puting dan Hutan Lindung Sungai Wain.

Di Malaysia pun sama halnya, Gibbon Kalimantan dilindungi di Hutan Lindung Semengok dan cagar Alam Lanjak Entimau.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Simpei Mentawai atau Simakobou

Mengenal Simpei Mentawai atau Simakobou
Simpei Mentawai memiliki nama latin Simias concolor dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama pig-tailed langur. Primata ini adalah satwa endemik Kepulauan Mentawai, dan tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Di Siberut dan Simasepsep di bagian selatan Pulau Sipura, Pagai Utara, dan Pagai Selatan, primata ini dikenal dengan nama Simakobou. Pulau Pagai Utara dan Selatan ini merupakan daerah penyebaran utama primata ini.

Simpei Mentawai merupakan jenis kera yang memiliki lengan yang panjang. Lengan panjangnya ini sangat membantunya dalam hal memanjat. Panjang tubuh simpei mentawai yang sudah dewasa sekitar 50 cm dengan berat badan mencapai 7 kg.

Simpei Mentawai berbulu hitam-cokelat, dan memiliki wajah yang tidak diselimuti bulu yang juga berwarna hitam. Mereka memiliki hidung pesek yang mendongak ke atas. Primata ini merupakan satu-satunya jenis kera yang berada pada subfamily Colobinae yang memiliki ekor pendek. Panjang ekornya ini hanya sekitar 15 cm.

Simpei Mentawai termasuk binatang yang menghabiskan banyak waktunya di atas pohon (arboreal). Mereka hidup dalam kelompok kecil yang beranggotakan 3 hingga 8 ekor. Dalam kelompok tersebut biasanya terdiri dari satu jantan, satu atau lebih betina, dan anak-anak mereka.

Makanan utama simpei mentawai adalah dedaunan, tetapi mereka memakan buah-buahan juga. Untuk masalah reproduksinya, belum banyak yang dapat diketahui. 

Saat ini Simpei Mentawai termasuk dalam 25 spesies primata di dunia yang paling terancam punah.

Referensi :wikipedia
credit image : matoa.org

0 komentar

Informasi Tentang Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua

Informasi Tentang Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua
Badak Sumatera atau Badak Bercula Dua merupakan spesies badak paling langka di dunia bersama dengan badak jawa. Badak jenis ini merupakan yang paling kecil dari spesies badak saat ini.

Badak Sumatera merupakan binatang yang soliter. Habitat badak sumatera adalah di wilayah dalam dari hutan gunung yang belantara di wilayah Malaysia, Indonesia (Pulau Sumatera), dan kemungkinan juga Myanmar.

Makanan badak sumatera antara lain buah, ranting, daun, dan semak-semak. So, mereka adalah binatang herbivora. Seperti kebanyakan jenis badak lainnya, badak sumatera juga memiliki indera penciuman dan pendengaran yang sangat tajam. Mereka akan meninggalkan semacam bau yang dapat dilacak di seisi hutan yang dapat digunakan untuk menemukan lokasi badak lainnya.

Sebagai spesies badak terkecil, badak sumatera memiliki berat sekitar 800 kg, dan dapat tumbuh hingga setinggi 1,5 m diukur dari pundak, dengan panjang sekitar 2,5 hingga 3,2 m.

Badak Sumatera memiliki 2 tanduk. Panjang tanduk utama bisa tumbuh mencapai 79 cm, sedangkan tanduk sekundernya hanya tumbuh hingga sekitar 10 cm. Tanduk ini adalah senjata pertahanan dari sang badak. Ironisnya, justru karena tanduk inilah badak jadi diburu oleh manusia untuk diambil tanduknya.

Tanduk badak ini diburu untuk digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di China, Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Tanduk badak ini juga berharga di Timur Tengah, khususnya Yaman, dan Afrika Utara untuk digunakan sebagai aksesoris gagang belati.

Saat ini populasi badak Sumatera berada pada status "Kritis (CR)" menurut data Redlist IUCN. Diperkirakan hanya ada sekitar 400 badak sumatera yang saat ini masih ada. Sayangnya kebanyakan badak-badak sumatera yang tinggal di penangkaran atau kebun binatang sangat susah untuk bisa berkembang biak.

Pada tahun 2001, untuk pertama kalinya seekor anak badak sumatera lahir di kebun binatang Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat. Dan merupakan persalinan yang tersukses dalam rentang waktu 100 tahun.

Referensi : national geographic

0 komentar

Informasi Tentang Anoa

Foto Anoa
Anoa terbagi dalam dua jenis yaitu Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), dan Anoa gunung (Bubalus quarlesi). Anoa adalah spesies kerbau kerdil, dan mereka adalah spesies lembu liar terkecil.

Kedua jenis Anoa yang tersebut di atas saat ini berada dalam status terancam punah, karena berkurangnya lahan habitat mereka, dan juga karena perburuan manusia yang mengincar daging, tanduk, dan kulit mereka. Fakta yang menarik dari Anoa adalah, kenyataan bahwa sangat sedikit kebiasaan Anoa yang sudah diketahui. hal ini dikarenakan mereka adalah spesies terancam punah yang paling sedikit dipelajari.

Anoa hanya bisa ditemukan di Pulau Sulawesi, Indonesia. Anoa dataran rendah bisa ditemukan di daerah hutan rawa, sedangkan anoa gunung banyak ditemukan di hutan-hutan yang lebih tinggi. Tidak seperti kebanyakan lembu, Anoa tidak hidup secara berkelompok. Mereka adalah binatang yang soliter atau hanya hidup dengan pasangan mereka saja. Mereka hanya akan bertemu dalam sebuah kelompok Anoa ketika Anoa betina melahirkan.

Anoa paling aktif di pagi dan sore hari ketika suhu udara masih belum terlalu panas. Ketika siang hari dan suhu udara sudah panas, mereka akan beristirahat di tempat yang teduh. Mereka juga senang berendam untuk menjaga tubuh mereka agar tetap dingin.

Anoa dataran rendah memiliki sekitar 76 cm diukur dari pundak, dan beratnya sekitar 300 kg. Ketika masih muda, mereka akan memiliki bulu yang tebal berwarna cokelat muda. Semakin dewasa, bulunya akan semakin tipis dan warnanya akan semakin gelap. 

Anoa memiliki tanda putih di kepala dan kaki mereka, dan sering terlihat ada warna putih berbentuk menyerupai bulan sabit di area tenggorokan mereka. Baik Anoa jantan ataupun Anoa betina keduanya memiliki tanduk yang panjangnya bisa mencapai 38 cm.

Anoa gunung sebenarnya juga memiliki penampilan yang hampir sama. Hanya saja Anoa gunung tetap berbulu tebal hingga dewasa, dan tanduk mereka cenderung lebih kecil. Warna bulu mereka juga sangat jarang terlihat ada bercak putih, baik di kaki, kepala, ataupun leher.

Anoa termasuk binatang Herbivora. Makana utama mereka adalah rumput, tanaman pakis, tanaman muda, dan buah yang jatuh dari pohonnya. Mereka juga meminum air laut untuk memenuhi kebutuhan mineral di tubuh mereka.

Anoa adalah binatang yang pasif dan pemalu. Mereka hanya akan menyerang menggunakan tanduk mereka jika merasa terancam saja  Dan biasanya manusia adalah makhluk yang paling sering membuat mereka merasa terancam.

Anoa siap kawin ketika sudah berumur 2 atau 3 tahun dan akan kawin dan melahirkan sekali dalam setahun. Mereka juga sepertinya tidak memiliki musim kawin. Anoa betina mengalami masa kehamilan selama 275 - 315 hari. Induk Anoa akan melahirkan satu ekor anakan, dan sangat jarang sekali melahirkan lebih dari satu.  Anoa muda akan disapih setelah berusia 6 hingga 9 bulan, dan biasanya rentang hidup Anoa adalah sekitar15 hingga 20 tahun di alam liar.
Masih belum diketahui apakah Anoa Jantan memiliki daerah teritorial atau tidak. Namun diketahui bahwa Anoa Jantan sering menandai pohon menggunakan tanduknya dan mereka akan menggaruk tanah setelah kencing. Belum dapat dipastikan apakah itu bertujuan untuk menandai wilayah kekuasaan atau hanya sekedar untuk menunjukkan tingkat agresi mereka.

Referensi : Indonesian fauna

0 komentar

Mengenal Lebih Dekat Harimau Sumatera

Harimau Sumatera memiliki nama latin Panthera tigris sumatrae. Harimau Sumatera merupakan hewan endemik pulau Sumatera, sehingga hanya bisa ditemui di Pulau Sumatera saja. Mereka adalah salah satu dari 6 subspesies harimau yang sampai saat ini masih ada di bumi. Namun populasi mereka saat ini berada dalam status critically endangered.

Diperkirakan populasi harimau Sumatera di alam bebas saat ini hanya ada sekitar 400 ekor. Mereka adalah predator utama dalam rantai makanan di wilayahnya, sehingga mereka menjaga populasi mangsa mereka di alam liar agar keseimbangan rantai makanan di wilayahnya tetap terjaga. Namun sepertinya manusia sudah merusaknya.

Habitat Harimau Sumatera (hutan dataran rendah, lahan gambut, dan hutan hujan pegunungan) semakin menyempit akibat pembukaan lahan baru oleh manusia. Sehingga terkadang harimau-harimau ini harus mencari mangsa sampai ke pemukiman warga dan harus mati dibunuh warga yang merasa terancam. Selain itu perburuan liar yang mengincar bagian-bagian tubuh mereka untuk dijual dipasar gelap sebagai perhiasan, bahan obat tradisional, atau jimat membuat populasi mereka semakin menurun drastis.

Populasi Harimau Sumatera di Provinsi Riau yang konon merupakan rumah bagi 33% populasi Harimau Sumatera di alam liar pun semakin menurun. Meski sudah dilindungi oleh Undang-Undang, dalam 25 tahun terakhir, populasi mereka tetap menurun, bahkan hingga 70%.

Ciri-ciri Harimau Sumatera yang paling mudah dilihat antara lain yaitu, warna kulit mereka merupakan yang paling gelap diantara semua spesies harimau. Warna bulu mereka mulai dari kucing kemerah-merahan hingga oranye tua.

Harimau Sumatera merupakan spesies harimau yang bertubuh paling kecil jika dibandingkan dengan spesies harimau lainnya. Tinggi Harimau Sumatera hanya mencapai 60 cm, dengan berat badan mencapai 140 kg. Sementara berat tubuh betinanya hanya sampai 91 kg.
Referensi : WWF

0 komentar

Mengenal Bekantan, si Hidung Panjang dari kalimantan

foto bekantan
Bekantan atau dalam bahasa Inggris disebut Proboscis Monkey, memiliki nama latin Nasalis larvatus. Hewan yang masih termasuk jenis kera ini merupakan hewan endemik sekaligus maskot Propinsi Kalimantan Selatan. Di Kalimantan sendiri binatang ini dikenal juga dengan nama Pika, Kera Belanda, Raseng, Bahara Bentangan, dan Kahau

Bekantan aktif di siang hari. Mereka hidup di daerah pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, hutan bakau, dan terkadang sampai jauh masuk daerah pedalaman. Pada pagi hari biasanya mereka mulai pergi mencari makanan berupa tumbuh-tumbuhan. pada siang hari mereka akan mencari tempat yang teduh untuk beristirahat, dan pada sore hari mereka kembali ke pinggiran sungai untuk mencari makan dan tempat tidur.

Bekantan hidup secara berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya terdiri dari 10 - 20 ekor bekantan. Mirip seperti kelompok Gorilla, kelompok bekantan biasanya dipimpin oleh satu bekantan jantan yang besar dan kuat.

Bekantan jantan memiliki hidung yang lebih mancung, dan rambut pipi bagian belakang berwarna kemerah-merahan. Sedangkan Bekantan betina hidungnya lebih kecil, dan rambut pipi bagian belakang berwarna kekuning-kuningan

Jika biasanya kera sangat takut dengan air, lain dengan Bekantan. Mereka adalah perenang dan penyelam yang ulung. Mereka dapat berenang dan menyelam untuk menyeberangi sungai.

Bekantan baru bisa dianggap dewasa setelah berumur  4-5 tahun. Masa kehamilan bekantan betina adalah sekitar 166 hari atau 5-6 bulan. Dan dalam sekali persalinan mereka hanya melahirkan 1 ekor anakan.

Saat ini bekantan termasuk binatang yang dilindungi oleh Undang-Undang dan termasuk binatang yang populasinya berada di ambang kepunahan.

Referensi :departemen kehutanan

0 komentar

Informasi Tentang Macan Tutul Jawa, si Macan Kumbang

foto macan kumbang atau macan tutul jawa
Macan Tutul Jawa atau sering juga disebut macan kumbang memiliki nama latin Panthera pardus melas. Kucing besar ini merupakan salah satu dari subspesies macan tutul yang hanya bisa ditemukan di hutan-hutan tropis di Pulau Jawa. Dengan kata lain, Macan Kumbang merupakan salah satu hewan endemik Indonesia.

Macan Tutul Jawa memiliki 2 variasi, yaitu berwarna terang, dan berwarna hitam. Namun sepertinya yang berwarna hitam lebih banyak. Nah, yang berwarna hitam inilah yang lebih dikenal dengan nama Macan Kumbang. Disebut demikian karena pada umumnya mereka memiliki bulu yang menyerupai warna sayap kumbang yang hitam mengkilap dengan bintik-bintik gelap yang hanya akan tampak jika berada di bawah cahaya.

Hewan yang menjadi identitas Provinsi Jawa Barat ini merupakan jenis macan tutul yang berukuran paling kecil jika dibandingkan dengan spesies macan tutul lainnya yang ada di dunia. Ukuran tubuh macan kumbang jantan cenderung lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuh betinanya.

Hewan predator ini memiliki indera penciuman dan penglihatan yang tajam. Dan mereka adalah pemanjat pohon yang ulung. Warna bulu macan kumbang yang hitam akan membantunya beradaptasi dengan lingkungan hutan lebat yang gelap. Terlebih lagi karena binatang ini lebih aktif berburu di malam hari. Mangsa Macan Kumbang adalah hewan-hewan penghuni hutan yang ukurannya lebih kecil darinya.

Hewan yang suka menyendiri (Soliter) ini merupakan satu-satunya spesies kucing besar di Pulau Jawa.yang masih tersisa. Sejak 2007, IUCN memasukkan Macan Kumbang sebagai salah satu hewan yang berstatus "Kritis". Dan terdaftar dalam status Appendix I oleh CITES.

Saat ini, hewan yang dilindungi UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999 ini hanya dapat ditemui di beberapa cagar alam di Pulau Jawa, seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Referensi :  wikipedia

0 komentar

Mengenal Beruang Madu, jenis beruang paling kecil di dunia

Foto Beruang Madu di Kebun Binatang Gembiraloka
Beruang Madu merupakan jenis beruang yang paling kecil dari 8 jenis beruang lainnya yang ada di dunia. Beruang Madu merupakan salah satu binatang endemik Indonesia. Mereka adalah binatang khas dari provinsi Bengkulu.

Beruang Madu memiliki panjang tubuh sekitar 1,40 m dengan tinggi sekitar 70 cm dan berat antara 50 - 65 kg. Beruang Madu memiliki bulu hitam yang pendek dan berkilau. Bulunya merupakan yang paling pendek dan yang paling halus dibandingkan dengan jenis beruang lainnya. Saat bayi, bulu beruang madu lebih lembut, tipis, dan berkilau.

Telapak kaki beruang madu tidak ditumbuhi bulu, sehingga mereka bisa bergerak cepat hingga 48 km/jam. Hewan ini memiliki tubuh yang kuat, kuku yang panjang dan kuat di keempat lengannya, dan indera penciuman yang sangat tajam.

Hewan ini termasuk jenis hewan omnivora atau pemakan segalanya. Lidah beruang Madu yang panjang berfungsi untuk menjilat madu dari sarang lebah dan untuk menangkap serangga. Beruang Madu juga termasuk pemanjat pohon yang handal.

Beruang Madu lebih sering ditemukan di atas pohon dengan ketinggian sekitar 2 - 7 m. Di ketinggian pohon seperti itulah biasanya beruang madu membuat sarangnya dari potongan ranting. Habitat Beruang madu adalah di daerah hutan hujan tropis di wilayah Asia Tenggara. Penyebarannya meliputi Pulau SUmatera, kalimantan, Indocina, Semenanjung Malaya serta Burma. Oleh karena tinggal di wilayah tropis, beruang madu tidak mengenal hibernasi.
gambar beruang madu di kebun binatang
Yang unik dari Beruang Madu ini adalah, ketika mereka memakan buah, mereka akan menelan biji buah tersebut secara utuh. Sehingga biji tersebut akan keluar lagi bersama kotoran beruang madu dan tumbuh menjadi pohon baru di tempat yang jauh dari pohon induknya. Sehingga beruang madu dianggap berjasa dalam penyebaran tanaman buah berbiji besar seperti durian dan cempedak.

Beruang Madu termasuk binatang nokturnal. Mereka lebih aktif di malam hari. Mereka juga termasuk binatang soliter atau binatang yang suka menyendiri. Kecuali beruang madu betina yang sedang mengasuh anaknya.

Beruang Madu tidak memiliki musim kawin. Mereka bisa kawin kapan saja asalkan si betina sudah siap kawin. Lama kandungan beruang madu sekitar 95 - 96 hari. Biasanya dalam sekali persalinan, beruang madu akan melahirkan 2 ekor anakan. Anak-anak mereka tersebut akan disusui hingga usia 18 bulan dan baru dilepas hidup sendiri setelah 2 tahunan. Bayi beruang madu akan tetap di sarang sampai mereka bisa berjalan sendiri mencari makan bersama induknya.

Ancaman terbesar beruang madu adalah semakin sempitnya habitat mereka sebagai akibat dari penebangan liar dan perluasan lahan penduduk dan pertanian. Sejak tahun 1979, beruang madu sudah dikategorikan sebagai hewan terancam punah Apendiks I oleh CITIES.

O iya, sepertinya, Beruang Madu termasuk salah satu binatang yang cerdas loh. Buktinya, pada saat saya pergi ke kebun binatang Gembiraloka, ada atraksi beruang madu. Di bagian akhir nanti akan saya tunjukkan videonya.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Banteng, Binatang yang konon suka menyeruduk

Foto banteng jantan di kebun binatang gembiraloka
Banteng (Bos javanicus) terlihat sangat mirip dengan sapi. Apakah mereka bersaudara??? Yup, banteng masih satu kerabat dengan sapi. Binatang bertanduk ini ditemukan di Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Jawa, Kalimantan, and Bali. Dan baru dibawa ke Australia pada tahun 1849.

Banteng termasuk binatang herbivora. Makanan Banteng tentu saja rumput dan tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan. Terdapat 3 jenis banteng liar yang sudah diketahui yaitu  Banteng javanicus javanicus (dapat ditemukan di Madura, Jawa, dan Bali), Banteng javanicus lowi (dapat ditemukan di Kalimantan, banteng jantan justru yang berwarna coklat bukan yang berwarna hitam), dan Banteng javanicus birmanicus (dapat ditemukan di Indocina, tetapi spesies yang ini sudah dimasukkan kedalam kategori terancam punah oleh IUCN).

Ukuran tubuh banteng bisa dibilang lebih besar dari ukuran sapi biasa. Ukuran tubuh banteng betina cenderung lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tubuh banteng jantan. Tinggi badan banteng dapat mencapai 1,6 m dengan panjang tubuh mencapai 2,3 m. Sementara berat tubuh banteng sekitar 680 hingga 810 kg. Bahkan berat badan banteng jantan bisa mencapai 1 ton atau lebih.
Foto Banteng di kebun binatang gembiraloka
Ciri-ciri khas banteng adalah mempunyai bulu putih di bagian kaki bawah dan pantat, serta warna putih di sekitar mata dan moncong. Meskipun demikian, ada beberapa banteng yang tidak memiliki ciri-ciri tersebut. 

Ciri-ciri banteng jantan antara lain memiliki kulit berwarna cokelat gelap atau biru-hitam, memiliki punuk di bagian pundak, dan memiliki tanduk panjang yang melengkung ke atas. Sedangkan ciri-ciri banteng betina adalah memeiliki kulit berwarna cokelat kemerahan, tidak berpunuk, dan tanduknya pendek mengarah kedalam.

Sebenarnya Banteng dapat aktif disiang ataupun dimalam hari. Namun di lingkungan yang padat manusia, mereka cenderung akan menyesuaikan diri dan menjadi binatang nokturnal (aktif di malam hari).  Banteng cenderung hidup secara berkelompok. Biasanya mereka hidup dalam kelompok yang terdiri dari 2 sampai 30 ekor banteng.  
gambar banteng betina
Populasi banteng liar kian waktu kian menurun, akibat dari ekspansi besar-besaran manusia yang menjarah habitat mereka. Saat ini para banteng di Indonesia menggantungkan hidup mereka di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, dan Taman Nasional Alas Purwo. Serta beberapa sudah ada yang terdampar di kebun binatang.

O iya, beberapa banteng liar sudah berhasil dijinakkan sejak puluhan atau mungkin ratusan tahun lalu oleh masyarakat Indonesia. Banteng jinak tersebut dikenal dengan nama Sapi Bali. Baik banteng jinak ataupun banteng liar, keduanya dapat dikawinkan satu-sama lain.
foto banteng di kebun binatang

gambar banteng di kebun binatang

Referensi : wikipedia

0 komentar

Foto-Foto Orang Utan di Kebun Binatang Gembiraloka

foto orang utan di kebun binatang gembiraloka
Foto-foto orang utan ini gue ambil waktu gue jalan-jalan ke kebun binatang Gembiraloka, Yogyakarta, beberapa hari yang lalu. Dua ekor orang utan yang gue ambil fotonya ini sepertinya adalah anak dan induknya. Mereka tinggal satu kandang dan hidup begitu harmonis.

Si orang utan muda terlihat jauh lebih aktif dibandingkan dengan si orang utan dewasa. Seolah terlihat cari perhatian, si orang utan muda terus saja bertingkah, bergerak ke sana kemari. Sednagkan yang dewasa cenderung santai dan tenang. Hanya sesekali saja bergerak untuk 'menyapa' para pengunjung.

Hmm, kasihan kedua orang utan itu sudah kehilangan habitat mereka.
foto orang utan di kebun binatang gembiraloka 01

foto orang utan di kebun binatang gembiraloka 02

foto orang utan di kebun binatang gembiraloka 03

foto orang utan di kebun binatang gembiraloka 04

0 komentar

Mengenal Rusa Bawean, hewan endemik Jawa Timur

Gambar Rusa Bawean
Rusa Bawean atau yang memiliki nama latin Axis kuhlii ini merupakan hewan endemik Jawa Timur (hanya dapat dijumpai di Jawa Timur), tepatnya di Pulau Bawean yang masih merupakan bagian dari kabupaten Gresik.
Rusa Bawean merupakan binatang langka asli Indonesia yang populasinya saat ini sungguh mengkhawatirkan. IUCN bahkan telah menggolongkan hewan langka asli Indonesia ini kedalam kategori terancam punah. Diperkirakan salah satu spesies rusa ini saat ini hanya tinggal tersisa sekitar 300-an ekor di alam liar.
Rusa Bawean merupakan hewan nokturnal (aktif dimalam hari). Biasanya mereka hidup dalam sebuah kelompok kecil yang berisi rusa betina dengan anak-anaknya. Atau jika sedang musim kawin, ikutserta juga seekor pejantan dalam kelompok tersebut.
Ukuran tubuh Rusa Bawean jantan diperkirakan memiliki tinggi badan antara 60 hingga 70 cm, panjang ekor 20 cm, dan panjang tubuhnya sekitar 140 cm, dengan berat badan rusa bawean dewasa sekitar 50 hingga 60 kg.
Warna bulu Rusa Bawean adalah cokelat, dengan ciri khas rusa jantan adalah tanduk yang bercabang tiga dengan panjang sekitar 25 hingga 47 cm. Tanduk inilah yang akan digunakan oleh Rusa Bawean jantan untuk menarik perhatian betina ketika musim kawin.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Kuskus Beruang Sulawesi, hewan berkantung asal Sulawesi

kuskus beruang sulawesi
Kuskus Beruang Sulawesi merupakan salah satu hewan endemik Indonesia yang hanya bisa ditemui di Pulau Sulawesi. Hewan yang juga disebut Kuse ini tinggal di atas-atas pohon di hutan Sulawesi dan memakan dedaunan serta buah-buahan. Mereka tergolong binatang soliter (penyendiri), tetapi pada saat musim kawin mereka akan hidup dalam kelompok kecil yang berisi induk dan anak-anaknya.
Pergerakan kuskus beruang tergolong tidak biasa. Kuskus beruang akan menggunakan ekornya untuk mencengkeram ranting pada saat berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Mungkin kita akan sedikit kesulitan untuk menemukannya di alam liar karena selain dia tinggalnya di atas pohon, binatang unik ini juga termasuk binatang yang pendiam. Bahkan dia tidak akan bersuara kalau tidak merasa terganggu atau terancam.
Ukuran tubuh kuskus beruang yaitu memiliki panjang tubuh sekitar 1,1 m diukur dari ujung kepala hingga ujung ekor. Perlu diketahui, panjang ekor kuskus beruang mencapai hampir sepanjang tubuhnya. Berat badan kuskus beruang bisa mencapai 8 kg.
Hewan unik ini hanya mengalami masa melahirkan sekali atau dua kali saja dalam satu tahun. Kuskus beruang memiliki kantung yang berfungsi untuk menggendong anak-anaknya. Seperti layaknya kangguru, kantong kuskus beruang juga terdapat pada bagian perut.
Hal lain yang unik yang dimiliki oleh hewan pohon ini adalah kegemarannya tidur. Hampir sama dengan Koala, hewan langka ini juga gemar sekali tidur. Hal ini mereka lakukan untuk membantu proses pencernaannya. Jika spesies kuskus biasanya aktif di malam hari (nokturnal), lain lagi dengan kuskus beruang yang justru lebih aktif di siang hari.
Populasi kuskus beruang semakin hari semakin menurun. Hal ini disebabkan karena penyempitan habitat serta perburuan liar. Yeah, kita doakan saja semoga manusia semakin sadar dan menjaga kelestarian kuskus beruang si binatang langka asli Indonesia ini.


Referensi : hafizsumarno dan kidnesia

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio