hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenian. Tampilkan semua postingan

Praktek Tata Panggung

Praktek Tata Panggung

Praktek tata panggung dimulai sejak menerima naskah lakon yang hendak dipentaskan. Tidak bisa seorang penata panggung hanya bekerja berdasarkan pesanan seorang sutradara untuk membut set tertentu tanpa membaca naskah lakon terlebih dahulu. Penata panggungbukanlah seorang pekerja yang hanya menjalankan perintah dari sang sutradara atau penata artistik (sutradara artistik). Ia harus mampu mengembangkan imajinasinya dan mewujudkannya dalam karya tata panggung.

Mempelajari Naskah

Seperti yang telah diuraikan di atas, tugas penata panggung dimulai sejak ia menerima naskah lakon yang akan dimainkan. Seluruh imajinasi ruang atau tempat berlangsungnya cerita dapat dipelajari melalui naskah lakon. Tugas penata panggung pada tahap ini adalah menemukan detil lokasi kejadian pada setiap adegan dalam cerita. Semuanya ditulis dengan lengkap dan didata.

- Lokasi kejadian (menunjukkan tempat berlangsungnya cerita)
- Waktu kejadian (menunjukkan tahun, dekade, atau era kejadian)
- Bentuk atau struktur bangunan sesuai dengan lokasi dan waktu
- Model atau gaya perabot sesuai dengan lokasi dan waktu
- Lingkungan tempat kejadian (suasana lingkungan yang mendukung)
- Peralatan apa saja yang diperlukan (piranti tangan untuk para pemain seperti; tongkat, senjata, dan lain sebagainya) - Perpindahan lokasi kejadian dari babak atau adegan satu ke adegan lain
- Suasana yang dikehendaki pada setiap adegan

Semua data tersebut digunakan untuk pedoman pembuatan set. Perkiaraan gambaran lengkap set sudah bisa didapatkan melalui datadata tersebut. Selanjutnya, penata panggung bisa membuat sketsa tata panggung berdasar data tersebut. Sketsa ini masih berupa gambaran kasar yang membutuhkan penyesuaian dengan konsep tata artistik secara menyeluruh. Misalnya, lokasi kejadian adalah di sebuah ruang tamu dalam rumah sederhana di pedesaan. Penata panggung kemudian secara bebas membuat sketsa ruang tersebut.

Diskusi Dengan Sutradara dalam Tata Panggung


Menghadiri Latihan

Setelah menentukan gambar tata panggung, maka trugas penata panggung adalah menghadiri latihan. Tata panggung tidak hanya berkaitan dengan keindahan set dekor tetapi juga berkaitan dengan lalu lintas pemain di atas panggung. Tata panggung yang baik tidak ada gunanya jika tidak dapat menyediakan ruang bermain yang leluasa bagi
para aktor. Pertimbangan area permainan sangatlah penting.
Bagaimanapun juga tata panggung tidaklah dapat bergerak atau
hidup sebagaimana aktor. Oleh karena itu, ruang yang disediakan untuk
para aktor dapat menghidupkan gambaran tata panggung yang telah
dibuat. Untuk mengetahui detil gerak-gerik aktor di atas pentas maka
jalan yang terbaik adalah menghadiri latihan. Semakin sering menghadiri
latihan, penata panggung akan semakin tahu ruang yang dibutuhkan oleh
aktor untuk bergerak. Dengan demikian ia dapat memperkirakan volume
set dekor yang akan dibuat.

Mempelajari Panggung dalam Praktek Tata Panggung


Membuat Gambar Rancangan Tata Panggung


Penyesuaian Akhir
Seperti yang telah disebutkan di atas. Setelah mendapatkan
penyesuaian dari tim artistik tahap berikutnya adalah membuat gambar
rancangan final sesuai kesepakatan. Untuk memberikan kejelasan baik
bagi sutradara, pemain, dan tim artistik lain, gambar rancangan ini dibuat
dari berbagai macam sudut. Minimal tiga sudut yaitu tampak depan,
sudut kiri atas, dan sudut kanan atas. Jika ada dekor khusus maka harus
dibuatkan gambar detil secara khusus. Di bawah ini adalah serangkaian
gambar rancangan final hasil penyesuaian akhir yang dilihat dari tiga
sudut, yaitu tampak depan atas, kiri atas, dan kanan atas.

 
Desain tata panggung 2 tampak kiri atas

Membuat Maket
Tahap akhir sebelum proses pengerjaan tata panggung adalah
membuat maket atau replika tata panggung. Langkah ini bukanlah suatu
keharusan dalam proses penataan panggung, tetapi maket akan
memberikan gambaran nyata tata panggung yang akan dikerjakan. Kru
tata panggung menggunakan maket sebagai dasar kerja visualisasi tata panggung yang sesungguhnya. Berdasar maket ini pula, sutradara dapat
memberikan arahan blocking langsung secara konkrit kepada aktor.

Pergantian atau perpindahan perabot kecil yang ada dalam tata
panggung juga dapat dijelaskan dengan baik melalui maket. Intinya,
dengan adanya maket maka pemain akan mendapatkan gambaran
sejelas-jelasnya tata panggung yang disediakan.

Pengerjaan Praktek Tata Panggung

Selengkapnya tentang TATA PANGGUNG untuk Pementasan / Teater

0 komentar

Relaksasi -Olah Tubuh - PEMERANAN / Teater

Relaksasi
Relaksasi adalah memposisikan tubuh dalam kondisi yang rileks, tanpa tegangan. Akan tetapi, meskipun tubuh rileks bukan berarti berada dalam keadaan pasif (tanpa bergerak). Relaksasi melepaskan kekangan yang ada dalam tubuh melalui gerakan-gerakan lembut yang teratur.
Keteraturan gerak seirama dengan nafas sehingga ketegangan otot-toto tubuh kembali mengendur. Relaksasi merupakan hal yang penting bagi semua pemeran. Oto-otot tubuh yang menegang membawa dampak yang kurang baik bagi emosi sehingga mempengaruhi konsentrasi.
Pemeran pemula biasanya sulit bersikap rileks. Hal ini disebabkan ketidaksiapan fisik dan semosi saat berada di hadapan penonton.
Dengan kata lain, dalam keadaan rileks, aktor akan menunggu dengan tenang dan sadar dalam mengambil tempat dan melakukan akting. Untuk mencapai relaksasi atau mencapai kondisi kontrol mental maupun fisik diatas panggung, konsentrasi adalah tujuan utama.
Ada bermacam-macam bentuk relaksasi, lakukan relaksasi yang sesuai dengan keadaan pikiran. Relaksasi bisa dilakukan dengan cara tai-chi, yoga. Pada sub bab ini akan dibahas relaksasi dalam bentuk yoga. Yoga sebenarnya adalah seni daya tubuh yang dilakukan melalui perpaduan antara pernafasan, pose tubuh dan konsentrasi sehingga jiwa atau pikiran kita menjadi relaks. Pose tubuh dalam yoga disebut dengan asana. Dasar-dasar dari yoga yang perlu diperhatikan, adalah cinta kasih, kejujuran, kesederhanaan, kesucian, dan tidak gila hormat. Yoga selain sebagai relaksasi juga dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Pedoman melakukan relaksasi adalah sebagai berikut.
a. Konsentrasi pada nafas, bila perlu rasakan perjalanan udara mulai dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
b. Santai dan kendorkan semua pikiran, otot-otot, dan jangan ada yang mengganggu atau terjadi ketegangan.
c. Gunakan nafas segitiga, yaitu menghirup, menahan, dan menghembuskan nafas dengan hitungan yang sama.
d. Pilihlah pose-pose yang sesuai dengan kemampuan, jangan memaksakan suatu pose tetapi tidak merasa nyaman.

Pose-pose yoga yang dapat digunakan untuk latihan relaksasi ini adalah sebagai berikut.

Dhanurasana (Pose Busur)
a. Posisi badan telungkup kaki dilipat ke atas, nafas biasa.
b. Tangan menarik kaki yang dilipat tadi sehingga posisi badan seperti busur, goyang-goyangkan pada perut.
c. Ketika menarik dan mengoyangkan badan, nafas ditahan.
d. Pergunakanlah nafas segitiga, yaitu ketika menarik, menahan, dan menghembuskan nafas hitungannya sama. Misalnya menarik nafas dengan 10 hitungan, berarti menahan dan menghembuskan 10 hitungan dan seterusnya.
 
Pose busur

Garudasana (Pose Garuda)
a. Posisi duduk kaki dilipat saling menumpuk, tarik nafas diiringi dengan dengan posisi tangan membentang lurus di kanan dan kiri tubuh.
b. Tahan nafas, terus menarik tangan dalam posisi menyembah sambil menghembuskan nafas. Lakukan paling sedikit 8 kali.
 
Pose garuda

Pavartasana (Pose Gunung)
a. Posisi duduk kaki dilipat saling menumpuk, tangan diangkat lurus di atas kepala. Ketika mengangkat tangan diiringi dengan menarik nafas.
b. Condongkan badan ke kanan sambil menahan nafas.
c. Posisi tubuh lurus kembali dan menurunkan tangan sambil menghembuskan nafas.
d. Ulangi lagi posisi dan gerak tersebut tetapi sekarang badan condong ke kiri. Lakukan secara bergantian sebanyak 8 kali ke kanan dan kiri.

 
Pose gunung


Sirshasana (Rajanya Pose)
a. Posisi duduk dengan kaki sebagai alas, tarik nafas, dan tahan.
b. Posisi sujud dengan tangan membentuk segi tiga di samping kepala, pelan-pelan angkat badan dan kaki ke atas sampai lurus.
c. Posisi terbalik (kepala di bawah dan kaki di atas) hembuskan nafas. Pada posisi ini kita bernafas segi tiga yaitu tarik, tahan, hembuskan.
d. Pada awalnya lakukan hanya beberapa menit tetapi semakin sering dilakukan, hitungan waktunya semakin ditambah.
e. Kalau belum ada keseimbangan minta bantuan teman untuk memegangi kaki.

 
Pose sirshasana


Sarvangasana
a. Posisi tidur terlentang dengan tangan di samping badan, terus angkat kaki ke atas sambil menghirup udara.
b. Posisi berdiri pada pundak dan leher. Nafas ditahan dan hembuskan. Pernafasan menggunakan pernafasan segitiga.
c. Lakukan yoga ini mulai dari waktu yang pendek sampai waktu yang panjang.

 
Pose sarvangasana



Matyasana (Pose Ikan)
a. Posisi duduk dengan kaki dilipat saling menumpuk, tangan di samping badan, diteruskan merebahkan diri dengan kaki masih saling terkait.
b. Tangan yang di samping badan terus mengangkat pinggang agar kedudukan dada lebih tinggi. Tangan setelah mengangkat kemudian dipakai sebagai alas kepala.
c. Lakukan dengan pernafasan segitiga sebanyak 10 – 15 kali pernafasan.
 
Pose ikan


Salabhasana (Pose Belalang)
a. Posisi tubuh telungkup rata dengan lantai, kedua tangan santai di samping badan dan menghirup nafas.
b. Angkat kaki kanan ke atas dan nafas ditahan. Ketika kaki diturunkan maka nafas dihembuskan
c. Lakukan dengan kaki secara bergantian.
 
Pose belalang


Bhujangasana (Pose Cobra)
a. Posisi tubuh telungkup rata dengan lantai, tangan dilipat di samping badan.
b. Tangan mendorong dada dan kepala tegak. Dorongan ini diusahakan sampai tangan tegak lurus. Ketika tangan mendorong kita menghirup nafas terus ditahan. Ketika tangan diturunkan kita menghembuskan nafas.
c. Lakukan sampai 10 – 15 kali nafas.

 
Pose cobra


Suryanamaskar (Pose Hormat pada Cahaya)
a. Posisi berdiri, tangan posisi menyembah di dada, dan menghirup nafas panjang.
b. Tangan dibuka dan ayunkan ke belakang sambil menahan nafas.
c. Tangan diayunkan ke depan sampai menyentuh lantai sambil menghembuskan nafas.
d. Posisi jongkok dan kaki kiri ditarik ke belakang sedangkan kedua tangan menahan berat tubuh sambil menghirup nafas panjang.
e. Posisi push-up sambil menahan nafas.
f. Posisi push-up yang diturunkan hanya pada tangan sambil menghembuskan nafas.
g. Posisi tubuh diteruskan dengan pose kobra sambil menarik nafas panjang.
h. Pose kobra dan menarik pinggul ke atas sehingga tangan dan kaki dalam keadaan lurus sambil menahan nafas.
i. Kaki kanan dimajukan sampai tertekuk turun sambil menghembuskan nafas.
j. Bangkit sampai seperti posisi ketiga sambil menghirup nafas.
k. Posisi bangkit dan tangan diangkat ke atas sampai belakang sambil menahan nafas.
l. Posisi berdiri dan menurunkan tangan sammbil menghembuskan nafas. Lakukan latihan sebanyak 8 kali.

 
Pose suryanamaskar

0 komentar

Tata panggung memberikan gambaran Musim

Musim
http://tenda.ok-rek.com/2014/12/daftar-harga-baru-sewa-alat-pesta-terop.html

Suasana dalam satu musim berbeda dengan musim lain. Suasana rumah petani pada musim tanam dan musim panen sangatlah berbeda. Suasana musim hujan di satu daerah dan musim kemarau sangatlah berbeda. Tata panggung dapat memberikan gambaran jelas mengenai musim yang sedang dilalui dalam lakon. Penggunaan warna, perabot sehari-hari serta piranti lain dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui musim yang sedang berjalan. Petani yang digambarkan membawa cangkul atau peralatan menanam dengan latar belakang sawah berair memberikan gambaran susana musim tanam sedangkan petani yang mengangkut padi memberikan gambaran suasana musim panen. Seorang yang berdiri di bawah payung di sebuah teras gedung memberikan gambaran musim hujan sementara seorang yang duduk di serambi rumah dengan hanya mengenakan kaos, mengipas-kipaskan tangannya menggambarkan musim panas. Demikianlah, tata panggung dapat memberikan gambaran musim yang sedang terjadi dalam lakon yang dimainkan.


Selengkapnya tentang Fungsi Tata Panggung (dalam teater)

0 komentar

Panggung Thrust

Panggung thrust seperti panggung proscenium tetapi dua per tiga bagian depannya menjorok ke arah penonton. Pada bagian depan yang menjorok ini penonton dapat duduk di sisi kanan dan kiri panggung. Panggung thrust nampak seperti gabungan antara panggungarena dan proscenium.

http://tenda.ok-rek.com/2014/12/daftar-harga-baru-sewa-alat-pesta-terop.html 
Gambar Panggung Thrust

Untuk penataan panggung, bagian depan diperlakukan seolah panggung Arena sehingga tidak ada bangunan tertutup vertikal yang dipasang. Sedangkan panggung belakang diperlakukan seolah panggung proscenium yang dapat menampilan kedalaman objek atau pemandangan secara perspektif.

Panggung thrust telah digunakan sejak Abad Pertengahan (Medieval) dalam bentuk panggung berjalan (wagon stage) pada suatu karnaval. Bentuk ini kemudian diadopsi oleh sutradara teater modern yang menghendaki lakon ditampilkan melalui akting para pemain secara lebih artifisial (dibuat-buat agar lebih menarik) kepada penonton. Bagian panggung yang dekat dengan penonton memungkinkan gaya akting teater presentasional yang mempersembahkan permainan kepada penonton secara langsung, sementara bagian belakang atau panggung atas dapat digunakan untuk penataan panggung yang memberikan gambaran lokasi kejadian.

Selengkapnya tentang TATA PANGGUNG untuk Pementasan / Teater

0 komentar

Pendinginan - Olah Tubuh - Pemeranan / Teater

Pendinginan
Pendinginan atau peredaan (warm-down) yaitu serial pendek gerakan latihan yang bertujuan untuk menyegarkan kembali kondisi tubuh. Pengenduran otot-otot dilakukan untuk memperbaiki kelenturan tubuh yang menegang akibat latihan inti.

Sasaran dari latihan ini adalah sebagai berikut.
a. Mengakhiri setiap latihan dalam suasana yang menyenangkan.
b. Menetapkan suatu serial gerakan dengan maksud untuk mempertahankan penambahan sirkulasi yang  ingan, meregangkan otot-otot dan melancarkan peredaran darah, serta menstabilkan pernafasan.
c. Memperbaiki kesadaran diri dari kebutuhan-kebutuhan otototot.

Program latihan pendinginan atau peredaan itu adalah sebagai berikut.
a. Berdiri tegak, kaki dibuka + 60 cm, badan condong ke kiri, kaki kanan lurus dan kaki kiri agak ditekuk ke bawah, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri ditempelkan pada paha kaki kiri, tahan sampai 8 hitungan. Ganti badan condong ke kanan.
 
Pendinginan kaki dan sisi luar badan

b. Posisi berdiri masih sama tetapi badan tegak di tengah dan kedua lengan direntangkan ke kiri dan ke kanan lurus bahu, kaki agak ditekuk ke bawah dan lakukan gerakan mengeper ke atas dan bawah, lakukan selama 8 hitungan.
 
Pendinginan kaki dan tangan

c. Posisi berdiri masih sama, kedua tangan lurus ke atas kepala dan condongkan badan ke kiri, tahan sampai 8 hitungan. Ganti badan condong ke kanan dengan hitungan yang sama.
 
Pendinginan tangan dan sisi luar badan

d. Posisi berdiri masih sama, silangkan tangan kanan sejajar bahu di depan dada ke arah kiri dan tangan kiri membantu peregangan tepat pada siku, tahan sampai 8 hitungan. Ganti tangan kiri sejajar bahu di depan dada ke arah kanan dan tangan kanan membantu peregangan tepat pada siku, tahan sampai 8 hitungan.
 
Pendinginan tangan

e. Posisi berdiri masih sama, tangan kanan lurus ke atas di samping kepala dan tangan kiri menekan kepala kearah kiri, tahan sampai 8 hitungan. Ganti tangan kiri lurus dan tangan kanan menekan kepala ke arah kanan dengan hitungan yang sama.
Pendinginan leher


f. Posisi berdiri masih sama, langkahkan kaki kanan ke kanan, lutut kanan ditekuk serong kanan, kaki kiri bertumpu pada tumit, badan condong ke kanan, kedua telapak tangan menempel di atas kedua paha dan ayunkan ke bawah sampai 8 hitungan. Ganti dengan kaki kiri langkahkan ke kiri, lutut kiri ditekuk serong kiri, kaki kanan bertumpu pada tumit, badan condong ke kiri, kedua telapak tangan menempel di atas kedua paha dan ayunkan ke bawah sampai 8 hitungan.
 
Pendinginan lutut dan tumit


g. Posisi berdiri masih sama, tangan di samping badan, mulai tangan diangkat lurus ke atas kepala sambil menghirup napas dalam 4 hitungan dan menurunkan tangan sambil menghembuskan napas dalam 4 hitungan. Lakukan gerakan ini 4 kali dan gerakan yang terakhir dibarengi dengan menutup kaki.
 
Pendinginan dengan pernafasan

Selengkapnya tentang Olah Tubuh - PEMERANAN (Teater)

0 komentar

Olah Tubuh - PEMERANAN (Teater)

Kain Rangrang Pastel Batik

Pemeran atau aktor adalah salah satu elemen pokok dalam pertunjukan teater. Sebelum memainkan karakter, pemeran harus menguasai tubunhya. Oleh karena itu, seorang pemeran harus ikhlas belajar demi pencapaian kualitas tubuh agar enak ditonton. Proses belajar penguasaan tubuh memerlukan waktu yang panjang dan secara kontinu serta tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Pemeran harus bersabar dan tidak boleh ada rasa jenuh dalam melakasanakannya.

Penampilan fisik pemeran dalam pentas berhubungan dengan penampilan watak, sikap, gesture, dan umur peran yang digambarkan. Hal ini juga sangat berhubungan dengan penampilan laku fisik yang digariskan pengarang, sutradara, dan tuntutan peran. Tampilan fisik seorang pemeran adalah tanggungjawab pribadi pemeran.

Seorang pemeran adalah seorang seniman yang memainkan peran yang digariskan oleh penulis naskah dan sutradara. Untuk mewujudkan laku peran di atas pentas, pemeran harus mengetahui, memahami, dan memfungsikan dengan baik alat dan sarana yang akan dipergunakan. Alat dan sarana tersebut adalah tubuh dan jiwanya sendiri. Tidak ubahnya seorang pelukis yang memahami fungsi dan manfaat dari kuas, palet, pensil, cat, kanvas, dan figura. Begitu juga dengan seorang pemeran, dia harus tahu betul cara berjalan yang gagah, jalannya orang yang sudah sangat tua, cara membungkuk, cara menengok, cara melambai, bagaimana posisi punggungnya, dan lain-lain. Oleh karena tubuh pemeran sangat dominan di atas pentas, maka penguasaan tubuh menjadi kewajiban.

Tubuh manusia terdiri dari tulang, urat, dan otot-otot sebagai penghubungnya. Tulang manusia terdiri dari ratusan jenis, mulai tulang tengkorak, tulang leher, tulang badan, tulang tangan, tulang pinggul, dan tulang kaki. Bagian yang paling penting dari tubuh manusia adalah tulang belakang atau tulang punggung. Tulang punggung terdiri dari dua puluh empat buah ruas asli dan sembilan buah ruas palsu (semu). Ruas asli dipisahkan satu dengan yang lain melalui tulang rawan (cartilago) yang berbentuk piringan dan berfungsi untuk memudahkan gerakan tulang satu dengan yang lain. Sedangkan 9 buah ruas palsu menyatu dalam satu kesatuan sehingga tidak memungkinkan untuk menimbulkan gerak. Tulang punggung juga berfungsi sebagai tangkai dari jalinan urat saraf.

Pusat saraf terdiri dari otak dan jaringan urat saraf tulang belakang. Tulang yang berhubungan langsung dengan tulang belakang adalah tulang belikat (Scapula), dan tulang pinggul (Coxae). Cara berbaring, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, dan jatuh sangat dipengaruhi oleh tulang belakang. Elastisitas atau kelenturan tulang belakang berfungsi sebagai peredam goncangan atau shock breaker tubuh.

Dalam pemeranan, posisi tulang belakang dapat menyampaikan pesan atau gambaran pada penonton berbagai kondisi yang dialami. Gambaran ketika sedang tegang atau tenang, letih atau segar, tua atau muda sangat dipengaruhi oleh posisi tulang belakang. Tulang belakang juga membantu keberlangsungan perubahan sikap tubuh dan bunyi suara. Secara anatomis bagian-bagian tulang terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

- Kelompok tulang kepala atau tengkorak (cranium).
- Tujuh buah ruas tulang tengkuk atau leher (vertebra cervicalis).
- Dua belas buah ruas tulang belakang atau punggung (vertebra horacalis).
- Lima buah ruas tulang pinggang (vertebra lubalis).
- Lima buah ruas yang bersatu tulang kelangkang (os sacrum).
- Empat buah ruas yang bersatu tulang ekor (os coccygis).
- Kelompok tulang tangan(extremitas superior).
- Kelompok tulang kaki (extremitas inferior).
- Kelompok tulang dada.

Rangkaian yang dihubungkan dengan tulang belakang adalah pengikat bahu (gelang bahu) yang terdiri dari dua buah tulang selangka dan dua buah tulang belikat (bagian atas), rongga dada, dan gelang panggul atau biasa disebut pinggul (bagian bawah). Tulang punggung atau tulang belakang sangat mempengaruhi pembentukan seluruh tubuh. Apabila tulang punggung ditegangkan, maka koordinasi dan aliran gerak tubuh terhalang (terganggu).

Gerak tubuh manusia juga dipengaruhi sendi-sendi tubuh yang ada. Sendi adalah hubungan yang terbentuk antara dua tulang. Sendi dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu sendi fibrus, sendi tulang rawan, dan sendi sinovil. Sendi fibrus adalah sendi yang tidak dapat bergerak, maka tidak mungkin terjadi pergerakan antara tulangtulangnya. Contoh sendi ini adalah sendi tulang pipih tengkorak.

Sendi tulang rawan yaitu sendi dengan sedikit gerakan dan persendiannya dipisahkan oleh tulang rawan. Contoh sendi ini adalah sendi yang terdapat pada simfilis dan pubis, untuk mempersatukan tulang pubis. Sedangkan sendi sinovil atau diartroses adalah sendi yang dapat bergerak bebas.

Sendi sinovil dibagi menjadi enam jenis, yaitu sendi datar, sendi putar, sendi engsel, sendi condiloid, sendi poros, dan sendi pelana. Sendi datar atau geser adalah sendi yang memiliki dua permukaan datar dari tulang dan saling meluncur antara satu tulang dengan yang lain. Contoh sendi sinovil adalah sendi carpus dan sendi tarsus. Sendi putar, yaitu sendi yang memiliki ujung bulat tepat masuk ke dalam rongga cawan atau mangkuk tulang lainnya yang dapat bergerak ke segala jurusan. Contoh sendi bahu, sendi pinggul. Sendi engsel yaitu sendi yang memiliki satu permukaan yang diterima oleh tulang lainnya sedemikian rupa sehingga hanya memberi kemungkinan gerakan dalam satu bidang saja. Contoh sendi siku. Sendi Condiloid yaitu sendi yang mirip dengan sendi engsel tetapi dapat bergerak dalam dua bidang, ke belakang dan ke depan, ke samping dan ke tengah tetapi tidak rotasi. Contoh sendi pergelangan tangan. Sendi poros atau putar yaitu sendi yang hanya mungkin melakukan putaran seperti pada gerakan kepala. Sendi Pelana yaitu sendi yang timbal balik menerima. Contoh antara trapezium dan tulang metacarpal pertama dari ibu jari yang memberi kebebasan bergerak.

Latihan olah tubuh melatih kesadaran tubuh dan cara mendayagunakan tubuh. Olah tubuh dilakukan dalam tiga tahap, yaitu latihan pemanasan, latihan inti, dan latihan pendinginan. Latihan pemanasan (warm-up), yaitu serial latihan gerakan tubuh untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan cara bertahap. Latihan inti, yaitu serial pokok dari inti gerakan yang akan dilatihkan. Latihan pendinginan atau peredaan (warm-down), yaitu serial pendek gerakan tubuh untuk mengembalikan kesegaran tubuh setelah menjalani latihan inti.

Persiapan dalam Olah Tubuh – PEMERANAN (Teater)
Pemanasan : Olah Tubuh – PEMERANAN (Teater) 
Pemanasan Jari dan Pergelangan Tangan
Pemanasan Siku

Pemanasan Leher

Pendinginan
Relaksasi

0 komentar

Dekorasi Pelaminan Minimalis

Dekorasi Pelaminan Minimalis
 Tak ada satupun manusia di dunia ini ketika proses perkawinannya terjadi secara sangat sederhana, terutama ketika mereka sedang duduk bersanding di pelaminan. Pastinya kita semua ingin menjadi pengantin yang luar bisaa, pengantin yang menjadi perhatian banyak orang, pengantin yang ingin menjadi sorotan mata yang memandang karena itu adalah hari yang sangat special bagi kita yang mengalaminya. Dan itu bisa terjadi jika pelaminan tempat kita bersanding adalah pelaminan yang luar biasa bagus, karena biasanya ini ber implikasi terhadap tingkat kepedean kita ketika diatas pelaminan. Karena pelaminan yang bagus sedikit banyak berpengaruh terhadap penglihatan pengunjung terhadap kita. Dan penglihatan ini tidak hanya dilihat dari sisi yang Nampak saja, tapi juga akan dilihat dari sisi berjouis tidak nya kita. Karena dikalangan masyarakat tertentu itu sangat ber implikasi sekali. Semakin bagus pelaminan akan semakin meningkatkan moralitas pengantinnya, dan itu sudah sangat lumrah terjadi. Tunggu dulu
 Siapa bilang dekorasi pelaminan harus mewah, siapa bilang dekorasi pelaminan harus serba luar biasa, siapa bilang dekorasi pelaminan harus mahal.
 Saya sangat setuju jika dekorasi pelaminan harus bagus, saya setuju bahwa dekorasi pelaminan sedikit banyak mempengaruhi tingkat kepedean pengantinnya, saya juga sangat setuju jika dekorasi pelaminan harus keren karena itu akan mempengaruhi orang yang melihatnya. Karena disadari atau tidak semua mata akan tertuju pada dua hal, yakni pengantin dan pelaminannya.
 Tapi saya sangat tidak setuju jika pelaminan yang dimaksud adalah pelaminan yang mewah, saya sangat tidak setuju jika pelaminan yang dimaksud adalah pelaminan yang serba mahal. Dan saya sangat tidak setuju bahwa dekorasi pelaminan yang bagus selalu dihubungkan dengan tingkat ekonomi masyarakat yang berjouis.


 Dekorasi pelaminan tetaplah dekorasi pelaminan, tingkat indah nya, tingkat bagus nya dan tingkat mewah nya tidak ada hubungannya dengan harga mahal dan kesan mewah. Karena keindahan dan kebagusan itu tergantung kreatifitas desainer, jika desainer adalah orang yang sangat kreatif maka sudah bukan barang mustahil bahwa dekorasi pelaminan yang dihasilkan akan terlihat indah dan bagus. Itu sudah logika umum dan pasti akan terjadi

Bukan hal tabu, bahwa dekorasi pelaminan minimalis juga bisa terlihat bagus. Bukan waktunya dekorasi mewah yang menjadi tujuan, tapi dekorasi pelaminan minimalis juga bisa menjadi alternative jika memang kita menginginkan sesuatu yang indah tapi tak ada biaya maka dekorasi pelaminan minimalis solusinya.
Sekian, Terima kasih… By : Dani Camara

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio