hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Hewan Omnivora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Omnivora. Tampilkan semua postingan

Bilby, Kado Pemerintah Australia Untuk Royal Baby Kerajaan Inggris


Royal Baby
Pangeran William (kanan) dan istrinya Kate Middleton (tengah) yang menggendong bayi kerajaan di urutan ketiga pewaris tahta Inggris, meninggalkan rumah sakit St Mary, Selasa (23/7/2013) petang waktu setempat. Tampilan pertama "royal baby" ini disambut meriah warga setempat. | BEN STANSALL / AFP
Kerajaan Inggris mempunyai anggota keluarga baru setelah Kate Middletone melahirkan bayi dengan berat lahir 3,7 kilogram pada hari Senin, 22 Juli 2013 pukul 16.24 waktu setempat.Atas kelahiran putra pertama pasangan Pangeran William dan Putri Kate Middleton tersebut, pemerintah Australia memberikan hadiah boneka Bilby kepada The Royal Baby. 

Bilby adalah binatang khas Australia, selain koala dan kanguru, yang penampilannya menyerupai tikus dan kebanyakan hidup di daerah gurun di pedalaman Australia. Bilby merupakan salah satu satwa yang sekarang terancam punah karena serangan dari binatang lain seperti kucing. 
Bilby
Bilby, Hewan Khas Australia
Nama Bilby sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Aborigin Yuwaalaraay bagian utara New South Wales, yang berarti tikus berhidung panjang. Bilby mempunyai ciri fisik berupa moncong dan telinga yang panjang. Ukuran tubuh mereka berkisar antara 29–55 cm in length. 

Bilby adalah hewan nokturnal yang biasa memakan biji-bijian, buah, jamur,serangga, larva, dan berbagai binatang kecil lainnya. Bilby terkenal ahli sebagai binatang penggali tanah. Mereka dapat membangun sebuah sistem terowongan yang berfungsi sebagai rumah dan persembunyian dari predator. Saat menggali, seekor bilbi betina akan menghadap belakang untuk menghindarkan kantongnya dari kemasukan debu dan tanah. Masa kehamilan seekor Bilby berkisar 12 – 14 hari, salah satu yang tercepat di antara mammalia. 

Bilby yang juga menjadi simbol Paskah, selain kelinci, merupakan masalah hama yang serius di Australia. Mereka telah menyebabkan kerusakan yang tak terhitung ke seluruh benua Australia. Bilby dulunya dibawa ke Australia oleh orang Eropa sehingga orang kaya bisa pergi berburu. Sedikit yang mereka menyadari kerusakan yang akan ditimbulkan saat itu. 

Untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan, terdapat berberapa konservasi Bilbby salah satunya terdapat di Arid Recovery Reserve di Australia bagian selatan dan Currawinya National Park di Queensland. Hal ini diikuti dengan munculnya beberapa konservasi di Peron Peninsula, the Australian Wildlife Conservancy's, Scotia, Yookamurra Sanctuariesdan Kanyana Wildlife Rehabilitation Centre.

referensi: wikipedia dan  kompas

0 komentar

Mengenal Chinchilla, Chinca Kecil Berbulu Lembut Dari Pegunungan Andes


Chinchilla


Chinchilla adalah hewan bertelinga besar yang berasal dari pegunungan Andes, Amerika Selatan. Nama "chinchilla" secara harfiah berarti "Chincha kecil," nama dari suku Chincha di Andes yang memakai bulu kulit chinchilla. Di Tiongkok, hewan ini disebut lóng māo, yang dapat diartikan sebagai "kucing naga." Saat ini ada 2 spesies chinchilla yang masih hidup, yaitu Chinchilla Brevicaudata dan Chinchilla Lanigera. Chincilla Lanigera memiliki fisik lebih kurus dan ekor lebih panjang. 

Hewan ini penampilannya sekilas mirip tupai tanah, tetapi lebih kuat dan besar. Hewan ini cocok dipelihara di daerah dengan iklim yang dingin. Mereka tidak dapat hidup di daerah dengan cuaca yang cukup panas, jadi jika ingin memeliharanya Anda harus memastikan hewan peliharaan ini tetap dingin. Mereka membutuhkan kandang yang cukup luas dan leluasa untuk dapat bergerak dengan bebas. Walaupun masih sedikit jumlahnya, binatang ini juga sudah mulai dipelihara di Indonesia. 

Chinchilla memiliki bulu yang sangat halus dan harus secara secara rutin dimandikan dengan debu vulkanik untuk membuang minyak dan tetesan air yang mengumpul di rambut tebal mereka. Rambut mereka sangat lebat sehingga parasit kulit (seperti kutu) tidak akan dapat hidup karena akan mati tercekik. Sebagai perbandingan, jika rambut manusia tumbuh dari tiap folikel, maka seekor chinchilla memiliki 50 rambut dari satu folikel. Warna bulunya sendiri bervariasi, tapi yang paling banyak ditemui adalah warna abu-abu, biru, atau putih.

Chinchilla adalah hewan nokturnal yang mencari makan di malam hari. Mereka merupakan hewan omnivora yang suka memakan rumput, buah, biji, serangga, dan telur burung. Di siang hari, mereka lebih banyak tinggal di dalam lubang atau celah bebatuan. Di alam liar, Chinchilla hidup secara berkelompok di mana satu kelompok anggotanya bisa mencapai 100 ekor.

Chinchilla merupakan buruan dari sejumlah predator seperti burung pemangsa, musang, ular, dan kucing besar. Jika terancam bahaya, Chinchilla akan begerak menuju lubang persembunyiannya sehingga musuhnya tidak dapat menggapainya. Metode pertahanan tersebut dibantu oleh kemampuan chinchilla bergerak cepat dan melompat. Mereka diketahui bisa melompat hingga setinggi 1,8 m. Chinchilla juga bisa melepaskan bulunya atau menyemprotkan air seni ke arah musuhnya.

Chinchilla hidup secara monogami dan tidak memiliki musim kawin yang spesifik. Mereka bisa melakukan reproduksi kapan saja. Sesudah melakukan perkawinan, chinchilla akan memasuki periode kehamilan yang mencapai 111 hari. Setelah lahir, anakan chincilla akan menyusu pada induknya hingga usia sekitar 8 minggu. Seekor chinchilla bisa hidup hingga usia 10 tahun (20 tahun dalam tangkapan) dan mencapai ukuran 30 cm.

Karena bulunya yang halus, chinchilla kemudian diburu oleh manusia untuk dijadikan bahan pakaian. Di awal abad ke-20, bulu chinchilla bisa dihargai $ 100.000. Imbasnya, chinchilla kini menghadapi bahaya kepunahan akibat eprburuan liar. Selain itu, perusakan habitat juga ikut memberikan andil dalam menurunnya populasi chinchilla. Saat ini perburuan chinchilla sudah ditentang dan dilindungi dengan Convention on International Trade of Endangered Animals (CITES). Untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik untuk diambil bulunya maupun untuk dijadikan hewan peliharaan saat ini chinchilla sudah diternakkan secara massal. 

KLASIFIKASI 
Kingdom : Animalia 
Filum : Chordata 
Kelas : Mammalia 
Ordo : Rodentia 
Famili : Chinchillidae 
Genus : Chinchilla (Bennett, 1829) 

Referensi: about.com dan wikipedia

0 komentar

Sugar Glider, Si Imut nan Menggemaskan

Sugar Glider

Anda tertarik dengan binatang kecil yang sangat “unyu-unyu” ini? Nama binatang yang sangat eksotik ini adalah Sugar Glider atau sering disingkat dengan inisial “SG”.

Sugar Glider yang memiliki nama latin Petaurus Brevicep merupakan binatang sejenis tupai pohon yang hidup di hutan Belantara Australia, Indonesia (Papua), Papua Nugini, hingga Tasmania. Sugar Glider ini merupakan mammalia kecil yang mempunyai ukuran tubuh hanya berkisar antara 24-30 cm dan berat sekitar 4-6 ons.

Binatang ini dinamai Sugar Glider karena kegemarannya terhadap makanan yang manis-manis. Sugar Glider termasuk binatang marsupial atau binatang berkantung. Seekor betina Sugar Glider ini memiliki kantung seperti yang terdapat pada pada Kanguru dan Koala.

Akhir-akhir ini Sugar Glider sedang naik daun dan sangat digemari untuk dijadikan sebagai binatang peliharaan karena penampilannya yang terlihat imut dan lucu. Selain itu, ukuran tubuhnya yang kecil membuatnya bisa dibawa kemana-mana karena bisa dimasukan dalam saku sampai muncullah istilah Sugar Glider sebagai peliharaan saku.

Sugar Glider termasuk dalam katergori binatang omnivora.  Mereka gemar memakan makanan berupa buah-buahan manis seperti pisang, apel, apricot, blackberry (bukan smartphone lho ya…),blueberry, Ceri , anggur, madu, nangka, Kiwi, manga, melon, papaya, Markisa, pir, nanas, semangka dan lain-lain. Selain itu, Sugar Glider juga suka makan sayuran seperti Asparagus, rebung,  Brokoli,  Kubis, wortel,  seledri,  Jagung,  Mentimun, Kacang Hijau,  jamur, lobak, Kacang polong, labu kuning,  lobak,  Bayam, ubi, Tomat dan Lobak Hijau.

Sugar Glider merupakan binatang yang berkoloni. Seekor  jantan biasanya melakukan poligami dengan sejumlah betina. Sugar glider sendiri tidak mengenal musim kawin dalam bereproduksi . Seekor betina dapat melahirkan 1-2 Joey (sebutan untuk Sugar Glider yang masih kecil) yang biasanya akan terus berada dalam kantung induknya selama 2 bulan. Setelah itu, mereka akan keluar dari kantung induknya (istilahnya out of pouch/oop). Seekor Sugar Glider dapat hidup sampai mencapai umur 5-10 tahun.

Jenis Sugar Glider:
Black Beauty / Grey
Cinnamon
Lion
White Face
White Tip
Powdered Mosaic
Platinum / Platinum Champagnes
Leucistic
Albino
Creme-Ino 

Referensi: wikipedia dan kompasiana 

0 komentar

Mengenal Babi Hutan

Foto Babi Hutan
Babi Hutan atau dikenal juga dengan nama Celeng, memiliki nama latin Sus Scrofa. Merupakan babi dari genus Sus, bagian dari keluarga Suidae. Spesies tersebut memiliki banyak subspesies dan merupakan nenek moyang dari babi yang diternak.

Babi Hutan tersebar di berbagai penjuru dunia, mulai dari Eropa Tengah dan Utara, Daerah Mediterania, dan banyak di Asia, termasuk Jepang dan ke Selatan hingga Indonesia, dan Australia.

Ukuran tubuh Babi Hutan bermacam-macam dari yang kecil hingga yang besar. Bahkan ada yang ukurannya bisa menyaingin Babi Hutan Raksasa (Giant forest hog). Tinggi Babai Hutan dewasa diukur dari pundaknya sekitar 55 - 110 cm. Babi Hutan dewasa dapat memiliki panjang 90 hingga 200 cm. Itu belum ditambah dengan panjang ekornya yang bisa mencapai 15 - 40 cm. Berat babi hutan rata-rata sekitar 50 - 90 kg, tergantung dari daerah tempat tinggalnya.

Babi Hutan jantan memiliki taring panjang yang terus tumbuh dari gigi taring atas dan bawah mereka. Taring yang panjang tersebut berguna sebagai senjata sekaligus alat bantu. Panjang taring babi hutan normalnya adalah sekitar 6 cm. Namun bebrerapa ada yang bisa mencapai 12 cm. Babi Hutan betina juga memiliki taring, tetapi cenderung lebih kecil.

Saat merasa terancam, babi hutan jantan akan menurunkan kepalanya dan menyeruduk si pengganggu dengan taring tajam dan kuatnya. Sementara babi hutan betina biasanya akan mengangkat kepalanya dan menggigit si pengganggu.
Foto Babi Hutan di Kebun Binatang Gembiraloka
Babi Hutan memang merupakan salah satu mangsa Harimau. Namun harimau selalu menghindari menyerang Babi Hutan jantan yang sudah dewasa, karena dalam beberapa kasus, harimau ada yang mati karena tertusuk tanduk si babi hutan. Manusia juga harus sangat waspada terhadap hewan yang satu ini, apalagi jika si babi hutan sedang bersama anak kecilnya.

Anak babi hutan memiliki warna yang berbeda dengan babi hutan dewasa. Mereka memiliki bulu yang berwarna cokelat dengan garis-garis atau tutul berwarna krem di sekujur tubuhnya. Garis-garis tersebut akan semakin menghilang seiring bertambahnya umur si babi hutan. 

Babi Hutan jantandewasa biasanya hidup menyendiri kecuali pada saat musim kawin. Namun babi hutan betina dan anaknya akan hidup dalam satu kelompok yang disebut sounder. Satu sounder biasanya terdiri dari sekitar 20 ekor babi hutan, tetapi ada juga yang berisi lebih dari 50 ekor.

Biasanya kelompok tersebut, terdiri dari 2 atau 3 induk babi dengan anak-anaknya. Dan salah satu induk babi akan menjadi yang paling dominan. Struktur grup tersebut akan berubah ketika salah satu betina (entah itu si induk atau si anak) tengah siap kawin dan melakukan migrasi.

Babi Hutan terkadang menjadi binatang nokturnal, tetapi terkadang juga menjadi binatang crepuscular (aktif saat senja dan fajar). Mereka adalah binatang omnivora. Apapun yang mereka temui bisa mereka makan, mulai dari rumput hingga bangkai. Bahkan di Australia, babi hutan juga menjadi predator bagi anak-anak domba dan rusa muda.


Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Beruang Cokelat, spesies beruang yang penyebarannya paling luas di dunia

foto beruang cokelat kodiak
Beruang Cokelat merupakan spesies beruang yang penyebarannya paling luas di dunia. Mereka hidup di daerah hutan dan pegunungan di Amerika Utara bagian Utara, Eropa, dan Asia. Berbeda dengan beruang kutub yang karnivora, beruang cokelat merupakan binatang omnivora.

Beruang cokelat merupakan binatang soliter (penyendiri), kecuali untuk beruang betina yang sedang mengasuh anaknya. Namun pada suatu waktu di suatu tempat di Alaska anda dapat melihat puluhan beruang cokelat berkumpul di sungai untuk menangkap ikan salmon yang tengah bermigrasi besar-besaran menuju hulu.

Pada masa tersebut, para beruang akan berpesta ikan salmon, dan mengumpulkan cadangan lemak untuk perisapan hibernasi. Pada hari-hari itu mereka dapat makan sebanyak 40 kg makanan setiap harinya, dan beratnya bisa menjadi 2x lipat sebelum masa hibernasi.

Para beruang kemudian akan menggali lubang untuk berhibernasi selama musim dingin. Biasanya mereka akan menggali lubang di lereng-lereng bukit. Beruang-beruang betina akan melahirkan pada masa hibernasi ini. Biasanya mereka akan melahirkan sepasang anak beruang.

Anak-anak beruang cokelat ini akan menyusu kepada ibunya sampai musim semi dan akan tinggal bersama sampai sekitar dua setengah tahun kedepan. Biasanya beruang cokelat betina akan melahirkan setiap 3 tahun sekali.

Beruang Cokelat dewasa merupakan hewan yang sangat kuat. Mereka adalah puncak rantai makanan di wilayahnya. Meskipun demikian, kebanyakan dari mereka lebih senang makan kacang-kacangan, buah-buahan, daun, dan akar. Meski terkadang mereka juga memangsa binatang lain seperti hewan pengerat hingga rusa.

Beruang cokelat terbesar di dunia ditemukan di pesisir British Columbia dan Alaska, serta di pulau lain seperti Kodiak. Meskipun badan mereka sangat besar, mereka adalah binatang yang sangat cepat dalam bergerak. Mereka dapat bergerak hingga 48 km/jam.

Beruang Cokelat atau brown bear ini dapat menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi manusia. Terutama jika mereka merasa terkejut atau terganggu, dan juga ketika seorang manusia tidak beruntung bertemu dengan beruang cokelat betina yang sedang mengasuh anak.

Ada beberapa subspesies dari beruang coklat, antara lain : Beruang coklat Syria, Beruang coklat Kodiak, Beruang coklat Alaska, Beruang Grizzly dan Beruang coklat Meksiko.
Referensi : Wikipedia dan National Geographic

0 komentar

Mengenal Beruang Madu, jenis beruang paling kecil di dunia

Foto Beruang Madu di Kebun Binatang Gembiraloka
Beruang Madu merupakan jenis beruang yang paling kecil dari 8 jenis beruang lainnya yang ada di dunia. Beruang Madu merupakan salah satu binatang endemik Indonesia. Mereka adalah binatang khas dari provinsi Bengkulu.

Beruang Madu memiliki panjang tubuh sekitar 1,40 m dengan tinggi sekitar 70 cm dan berat antara 50 - 65 kg. Beruang Madu memiliki bulu hitam yang pendek dan berkilau. Bulunya merupakan yang paling pendek dan yang paling halus dibandingkan dengan jenis beruang lainnya. Saat bayi, bulu beruang madu lebih lembut, tipis, dan berkilau.

Telapak kaki beruang madu tidak ditumbuhi bulu, sehingga mereka bisa bergerak cepat hingga 48 km/jam. Hewan ini memiliki tubuh yang kuat, kuku yang panjang dan kuat di keempat lengannya, dan indera penciuman yang sangat tajam.

Hewan ini termasuk jenis hewan omnivora atau pemakan segalanya. Lidah beruang Madu yang panjang berfungsi untuk menjilat madu dari sarang lebah dan untuk menangkap serangga. Beruang Madu juga termasuk pemanjat pohon yang handal.

Beruang Madu lebih sering ditemukan di atas pohon dengan ketinggian sekitar 2 - 7 m. Di ketinggian pohon seperti itulah biasanya beruang madu membuat sarangnya dari potongan ranting. Habitat Beruang madu adalah di daerah hutan hujan tropis di wilayah Asia Tenggara. Penyebarannya meliputi Pulau SUmatera, kalimantan, Indocina, Semenanjung Malaya serta Burma. Oleh karena tinggal di wilayah tropis, beruang madu tidak mengenal hibernasi.
gambar beruang madu di kebun binatang
Yang unik dari Beruang Madu ini adalah, ketika mereka memakan buah, mereka akan menelan biji buah tersebut secara utuh. Sehingga biji tersebut akan keluar lagi bersama kotoran beruang madu dan tumbuh menjadi pohon baru di tempat yang jauh dari pohon induknya. Sehingga beruang madu dianggap berjasa dalam penyebaran tanaman buah berbiji besar seperti durian dan cempedak.

Beruang Madu termasuk binatang nokturnal. Mereka lebih aktif di malam hari. Mereka juga termasuk binatang soliter atau binatang yang suka menyendiri. Kecuali beruang madu betina yang sedang mengasuh anaknya.

Beruang Madu tidak memiliki musim kawin. Mereka bisa kawin kapan saja asalkan si betina sudah siap kawin. Lama kandungan beruang madu sekitar 95 - 96 hari. Biasanya dalam sekali persalinan, beruang madu akan melahirkan 2 ekor anakan. Anak-anak mereka tersebut akan disusui hingga usia 18 bulan dan baru dilepas hidup sendiri setelah 2 tahunan. Bayi beruang madu akan tetap di sarang sampai mereka bisa berjalan sendiri mencari makan bersama induknya.

Ancaman terbesar beruang madu adalah semakin sempitnya habitat mereka sebagai akibat dari penebangan liar dan perluasan lahan penduduk dan pertanian. Sejak tahun 1979, beruang madu sudah dikategorikan sebagai hewan terancam punah Apendiks I oleh CITIES.

O iya, sepertinya, Beruang Madu termasuk salah satu binatang yang cerdas loh. Buktinya, pada saat saya pergi ke kebun binatang Gembiraloka, ada atraksi beruang madu. Di bagian akhir nanti akan saya tunjukkan videonya.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio