hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Mammalia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mammalia. Tampilkan semua postingan

Bilby, Kado Pemerintah Australia Untuk Royal Baby Kerajaan Inggris


Royal Baby
Pangeran William (kanan) dan istrinya Kate Middleton (tengah) yang menggendong bayi kerajaan di urutan ketiga pewaris tahta Inggris, meninggalkan rumah sakit St Mary, Selasa (23/7/2013) petang waktu setempat. Tampilan pertama "royal baby" ini disambut meriah warga setempat. | BEN STANSALL / AFP
Kerajaan Inggris mempunyai anggota keluarga baru setelah Kate Middletone melahirkan bayi dengan berat lahir 3,7 kilogram pada hari Senin, 22 Juli 2013 pukul 16.24 waktu setempat.Atas kelahiran putra pertama pasangan Pangeran William dan Putri Kate Middleton tersebut, pemerintah Australia memberikan hadiah boneka Bilby kepada The Royal Baby. 

Bilby adalah binatang khas Australia, selain koala dan kanguru, yang penampilannya menyerupai tikus dan kebanyakan hidup di daerah gurun di pedalaman Australia. Bilby merupakan salah satu satwa yang sekarang terancam punah karena serangan dari binatang lain seperti kucing. 
Bilby
Bilby, Hewan Khas Australia
Nama Bilby sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Aborigin Yuwaalaraay bagian utara New South Wales, yang berarti tikus berhidung panjang. Bilby mempunyai ciri fisik berupa moncong dan telinga yang panjang. Ukuran tubuh mereka berkisar antara 29–55 cm in length. 

Bilby adalah hewan nokturnal yang biasa memakan biji-bijian, buah, jamur,serangga, larva, dan berbagai binatang kecil lainnya. Bilby terkenal ahli sebagai binatang penggali tanah. Mereka dapat membangun sebuah sistem terowongan yang berfungsi sebagai rumah dan persembunyian dari predator. Saat menggali, seekor bilbi betina akan menghadap belakang untuk menghindarkan kantongnya dari kemasukan debu dan tanah. Masa kehamilan seekor Bilby berkisar 12 – 14 hari, salah satu yang tercepat di antara mammalia. 

Bilby yang juga menjadi simbol Paskah, selain kelinci, merupakan masalah hama yang serius di Australia. Mereka telah menyebabkan kerusakan yang tak terhitung ke seluruh benua Australia. Bilby dulunya dibawa ke Australia oleh orang Eropa sehingga orang kaya bisa pergi berburu. Sedikit yang mereka menyadari kerusakan yang akan ditimbulkan saat itu. 

Untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan, terdapat berberapa konservasi Bilbby salah satunya terdapat di Arid Recovery Reserve di Australia bagian selatan dan Currawinya National Park di Queensland. Hal ini diikuti dengan munculnya beberapa konservasi di Peron Peninsula, the Australian Wildlife Conservancy's, Scotia, Yookamurra Sanctuariesdan Kanyana Wildlife Rehabilitation Centre.

referensi: wikipedia dan  kompas

0 komentar

Heboh Penemuan Fosil Unta Raksasa Kanada

Ilustrasi Unta Raksasa

Unta sudah barang tentu menjadi satwa yang popular dan identik dengan lingkungan padang pasir dari jazirah Arab. Tapi siapa sangka kalau ternyata unta juga pernah hidup di kawasan arktik yang bersuhu dingin hingga mencapai 18 derajat celcius.

Ya, baru-baru ini sebuah bukti diungkapkan oleh para peneliti bahwa mereka pernah hidup di wilayah Kanada Tinggi Arktika. Diperkirakan hal ini terjadi di Pulau Ellesmere sekitar 3,5 juta tahun silam. Hal ini terungkap setelah ditemukannya sisa fosil seekor unta raksasa berusia 3,5 juta tahun yang ditemukan di Pulau yang terletak di kawasan utara Kanada tersebut. Unta raksasa tersebut berukuran 30 persen lebih besar dibandingkan dengan unta yang ada saat ini.

Para peneliti menganalisa sisa fosil unta tersebut menggunakan metode sidik jari kolagen dengan mengukur jumlah protein tulang yang disebut Tipe I kolagen. Mamalia memiliki karakteristik yang diukur dari jumlah protein tersebut, yang mana protein ini dapat bertahan lebih lama dari banyak molekul biologis lainnya di dalam tubuh.

Seorang paleobiologi, Natalia Rybczynski, dari The Canadian Museum of Nature di Ottawa menyatakan bahwa temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa unta yang saat ini ada berasal dari unta raksasa yang dulunya pernah tinggal di hutan Arktika yang memiliki suhu lebih hangat dibanding hari ini. Hal ini tentu mengejutkan karena biasanya kita mengaitkan unta dengan habitat yang kering dan setengah gersang.

Unta termasuk ke dalam genus Camelus, yang berasal dari Amerika Utara selama periode Eosen atau kurang lebih sekitar 45 juta tahun yang lalu. Mereka kemudian menyebrang ke Eurasia melewati Bering Isthmus, yang merupakan jembatan antara Alaska dan Rusia.

Para peneliti menemukan sekitar 30 potongan tulang yang merupakan bagian tibia/ tulang kering unta. Dari lokasi penemuan fosil tersebut. Para peneliti memperkirakan unta Amerika bergerak ke arah utara kurang lebih 1.200 kilometer. Tim peneliti memperkiran bahwa pada saat itu terjadi sebuah periode yang dikenal sebagai periode pertengahan Pliosen hangat. Suhu global kala itu diperkirakan dua sampai tiga derajat Celcius, lebih hangat dibandingkan saat ini. Sedangkan lokasi tempat unta ditemukan bersuhu sekitar 18 derajat Celcius, dengan suhu rata-rata 1,4 derajat Celcius.

Referensi : nationalgeographic


0 komentar

Jokia dan Sangduen, Persahabatan Manusia dan Gajah Buta

Jokia dan Shangduen
Persahabatan memang sesuatu yang tidak mengenal batasan. Demikianlah kiranya kata-kata yang dapat mewakili kisah persahabatan seorang wanita asal Thailand bernama Chailert Sangduen (40) dengan seekor gajah buta bernama Jokia. 

Awalnya, Jokia adalah seekor gajah yang dipekerjakan di sebuah usaha penebangan kayu liar. Ia dipaksa untuk menarik gelondongan kayu, meskipun dalam kondisi hamil. Terlalu keras bekerja, ia pun mengalami keguguran dan mogok kerja sebagai perlawanannya. Menanggapi aksi Jokia mogok kerja tersebut, seorang mahout -pawang gajah sekaligus pemilik- membidiknya dengan ketapel yang secara tidak sengaja tepat mengenai mata kiri Jokia hingga buta. Jokia pun membalas dengan mematahkan leher lelaki itu dengan belalainya.

Si mahout yang marah lantas memanah mata kanan Jokia yang membuatnya menjadi buta total dan kemudian mengikatnya dengan rantai. Dalam keadaan tak bisa melihat, ia masih tetap dipaksa untuk mengangkut gelondogan kayu jati.

Suatu hari ketika Sangduen mengunjungi lokasi penebangan, ia menyaksikan Jokia sedang dipukuli oleh pemiliknya. Melihat penderitaan yang dialami Jokia, Sangduen yang berprofesi sebagai pemilik biro perjalanan di Chiang Mai memutuskan untuk membeli dan merawat sang gajah malang tersebut.

Jokia sendiri bukanlah hewan pertama yang dirawat dan dilindungi oleh Sangduen. Di rumahnya, Sangduen memelihara 30 ekor anjing yang dibuang ataupun terluka. Ia juga memberi makan 200 ekor anjing tak bertuan. Jokia adalah satu dari 17 gajah dewasa yang telah diselamatkannya.Kemudian mereka ditempatkan di dalam hutan seluas 385 hektare, yang terletak 55 kilometer di utara hutan perbukitan Chiangmai, Thailand bagian utara. Sangduen menyebut lahan luas itu sebagai Suaka Gajah. Lahan tersebut merupakan milik pribadi Sangduen dan sebagian lahan yang ia sewa dari pemerintah. 

Dedikasi Sangduen terhadap bintang sungguh luar biasa, Ia pun disebut sebagai pelopor gerakan tindakan beradab terhadap binatang. Bahkan baru-baru ini ia pun mendapatkan penghargaan dari sebuah yayasan di Polandia. 

referensi: chiangraitimes dan nationalgographic

0 komentar

Kelinci Sumatera, Belangnya Mirip Harimau

Kelinci Belang Sumatera


Banyak orang menyangka bahwa kelinci adalah binatang “impor”. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah karena memang kelinci yang biasa kita pelihara pada umumnya berasal dar Inggris, Belanda, Jerman dan berbagai negara Eropa lainnya.
Tapi ternyata, Indonesia mempunyai spesies kelinci asli Indonesia yang belum banyak dikenal, bahkan oleh orang Indonesia sendiri.  Spesies kelinci ini bernama Kelinci Sumatera telinga pendek atau Kelinci Belang Sumatera. Spesies kelinci ini merupakan jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra, Indonesia.

Jika pada umumnya seekor kelinci identik dengan telinganya yang panjang, maka spesies kelinci Sumater yang mempunyai nama latin nesolagus netscehri ini mempunyai keunikan tersendiri berupa ukuran telinganya yang pendek. Ukuran tubuhnya pun juga kecil, yakni berkisar hanya sekitar 40 cm dan berat sekitar 1,5 kg.

Kelinci Sumatera mempunyai ciri khusus berupa warna coklat dengan belang hitam membujur lurus di bagian punggungnya. Sedangkan pada bagian perutnya berwarna putih serta ekornya berwarna merah. Di sekitar mata dan sisi kepala di bagian belakang mata hingga pangkal telinga berwarna hitam.

Kelinci Sumatera merupakan binatang nokturnal yang beraktivitas di malam hari. Mereka biasa bersembunyi di dalam lubang atau liang bekas binatang lain. Seperti kelinci lainnya, kelinci liar ini merupakan binatang herbivora yang menyukai pucuk daun muda dan tangkai tanaman yang rendah.

Kelinci ini biasa hidup pada tempat yang sangat terisolasi, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatera. Habitatnya adalah hutan-hutan tropis di beberapa gunung di pulau Sumatera seperti Gunung Kerinci, Gunung Barisan, dan Gunung Leuser. Binatang ini mendiami kawasan pada ketinggian antara 600-1600 meter di atas permukaan laut.

Hewan ini termasuk satwa langka dan dilindungi. Populasi kelinci Sumatera ini juga sangat sedikit. Ancaman terhadap mereka berasal dari rusaknya hutan akibat kebakaran hutan dan perubahan fungsi hutan sebagai habitat alami yang dibuka menjadi lahan pertanian, terutama teh, kopi dan kakao.

Bahkan terdapat aktivitas perburuan terhadap satwa ini, terbukti dengan adanya beberapa foto jebakan menangkap kelinci sumatera di hutan Bukit Barisan. Menipisnya jumlah mereka akibat perburuan hewan ini untuk diambil dagingnya yang lezat. Padahal jika dipelihara mungkin hewan ini juga bisa akan berkembang seperti halnya kelinci peliharaan yang orang sering pelihara. Hal ini juga bisa menambah populasi kelinci sumatera dan menyelamatkan mereka dari kepunahan.


Referensi: kumpulberita dan wikipedia


0 komentar

Sugar Glider, Si Imut nan Menggemaskan

Sugar Glider

Anda tertarik dengan binatang kecil yang sangat “unyu-unyu” ini? Nama binatang yang sangat eksotik ini adalah Sugar Glider atau sering disingkat dengan inisial “SG”.

Sugar Glider yang memiliki nama latin Petaurus Brevicep merupakan binatang sejenis tupai pohon yang hidup di hutan Belantara Australia, Indonesia (Papua), Papua Nugini, hingga Tasmania. Sugar Glider ini merupakan mammalia kecil yang mempunyai ukuran tubuh hanya berkisar antara 24-30 cm dan berat sekitar 4-6 ons.

Binatang ini dinamai Sugar Glider karena kegemarannya terhadap makanan yang manis-manis. Sugar Glider termasuk binatang marsupial atau binatang berkantung. Seekor betina Sugar Glider ini memiliki kantung seperti yang terdapat pada pada Kanguru dan Koala.

Akhir-akhir ini Sugar Glider sedang naik daun dan sangat digemari untuk dijadikan sebagai binatang peliharaan karena penampilannya yang terlihat imut dan lucu. Selain itu, ukuran tubuhnya yang kecil membuatnya bisa dibawa kemana-mana karena bisa dimasukan dalam saku sampai muncullah istilah Sugar Glider sebagai peliharaan saku.

Sugar Glider termasuk dalam katergori binatang omnivora.  Mereka gemar memakan makanan berupa buah-buahan manis seperti pisang, apel, apricot, blackberry (bukan smartphone lho ya…),blueberry, Ceri , anggur, madu, nangka, Kiwi, manga, melon, papaya, Markisa, pir, nanas, semangka dan lain-lain. Selain itu, Sugar Glider juga suka makan sayuran seperti Asparagus, rebung,  Brokoli,  Kubis, wortel,  seledri,  Jagung,  Mentimun, Kacang Hijau,  jamur, lobak, Kacang polong, labu kuning,  lobak,  Bayam, ubi, Tomat dan Lobak Hijau.

Sugar Glider merupakan binatang yang berkoloni. Seekor  jantan biasanya melakukan poligami dengan sejumlah betina. Sugar glider sendiri tidak mengenal musim kawin dalam bereproduksi . Seekor betina dapat melahirkan 1-2 Joey (sebutan untuk Sugar Glider yang masih kecil) yang biasanya akan terus berada dalam kantung induknya selama 2 bulan. Setelah itu, mereka akan keluar dari kantung induknya (istilahnya out of pouch/oop). Seekor Sugar Glider dapat hidup sampai mencapai umur 5-10 tahun.

Jenis Sugar Glider:
Black Beauty / Grey
Cinnamon
Lion
White Face
White Tip
Powdered Mosaic
Platinum / Platinum Champagnes
Leucistic
Albino
Creme-Ino 

Referensi: wikipedia dan kompasiana 

0 komentar

Luwak, Si Penghasil Kopi Termahal


Musang Luwak
Para penggemar kopi tentu sudah tidak asing dengan nama kopi luwak. Tapi tidak sedikit di antara mereka yang tidak tahu seperti apa wujud binatang yang berjasa menghasilkan kopi yang sangat digemari oleh banyak masyarakat ini.

Luwak atau musang luwak yang mempunyai nama latin Paradoxurus hermaphroditus ini adalah mammalia yang termasuk dalam kategori musang dan garangan (viverridae). Binatang ini mempunyai ukuran sedang dengan panjang sekitar 90 cm ( termasuk ekornya yang memiliki panjang sekitar 50 cm). Tubuhnya dipenuhi oleh bulu berwarna abu-abu kecoklatan dan totol berwarna hitam.

Musang luwak dapat ditemukan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Burma, Filipina Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, Luwak didapati di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, serta Taliabu dan Seram di Maluku.

Musang Luwak termasuk binatang nocturnal yang aktif pada malam hari. Mereka suka memanjat pohon atau bersembunyi di semak dalam mencari mangsanya. Luwak termasuk binatang karnivora. Mangsa mereka antara lain serangga, moluska, cacing tanah, kadal serta berbagai hewan kecil lain yang bisa ditangkapnya, seperti tikus. Selain itu, luwak juga memakan aneka buah yang ada di pekarangan. Di area yang sering dilewati luwak ini, sering didapati biji-bijian yang tidak tercerna dengan sempurna oleh luwak. Dari situlah ditemukan jenis kopi yang menurut salah satu situs web internasional penjual kopi ini mematok harga hingga 280 dollar AS (Rp 2,7 juta-an) per 0,45 kilogram. Sungguh luar biasa bukan??

Sungguh amat disayangkan jika saat ini populasi luwak justru semakin terancam keberadaannya. Karena nilai kopi luwak yang dihasilkannya, banyak produsen yang kemudian menangkap luwak di alam liar, menangkar, dan memaksanya memakan biji kopi.

Direktur Deputi Regional TRAFFIC (LSM anti-perdagangan hewan liar) Chris Shepherd melaporkan dari kunjungannya pada tahun 2010 dan 2012 di Jakarta bahwa terdapat penjualan 30 luwak dari tiga spesies, yaitu Viverricula indica, Paradoxurus hermaphroditus, dan Arctogalidia trivirgata.

Layaknya hewan dari kategori viverridae, musang luwak mengeluarkan bau dari kelenjar di sekitar anus yang memiliki bau yang khas untuk menandai wilayahnya serta mengetahui keberadaan lawan jenisnya. Seekor induk musang luwak biasanya melahirkan 2-4 ekor anak musang luwak. Mereka diasuh oleh si induk betina hingga mereka mampu untuk mencari makan sendiri

Referensi: wikipedia

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio