hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Hewan Nokturnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Nokturnal. Tampilkan semua postingan

Chevrotain, Hewan Yang Sering Difitnah Mencuri Mentimun


chevrotain
Apakah anda merasa familiar dengan sosok ini? Binatang yang sedang anda lihat ini sesungguhnya adalah salah satu binatang yang sudah sangat sering kita dengar namanya semenjak kita masih kecil. 

Nama ilmiahnya adalah Chevrotain yang diambil dari bahasa Perancis yang berarti “little goat”. Dalam bahasa Inggris, ia bernama mousedeer. Nahh.. sekarang apakah anda sudah ingat? Ya.. Sejak kecil kita biasa mengenalnya dengan nama Kancil.

Hewan ini memang terlihat menyerupai perpaduan tikus dan rusa. Ia memiliki tampilan seperti tikus dengan memiliki kaki layaknya seekor rusa. Tubuhnya berwarna kecokelatan, dengan garis-garis putih dan cokelat kehitaman membujur di tenggorokan dan dadanya, dan garis hitam di tengkuknya

Hewan ini termasuk hewan yang aktif di waktu malam (nokturnal). Mereka gemar memakan dedaunan, buah, rerumputan, dan bagian-bagian tumbuhan lainnya di dasar hutan yang rapat dengan tumbuh-tumbuhan.

Ada sebuah fakta unik yang sangat bertentangan dengan apa yang kita ketahui selama ini. Ternyata kancil tidak menyukai mentimun. Sungguh berbeda dengan lirik lagu anak-anak yang selama ini kita dengarkan.

Djalal Rosyidi, mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Ternak dari IPB mengungkapkan hasil penelitian bahwa jika kancil diberikan berbagai makanan, ia akan memilih mentimun sebagai alternative terakhir. Disebutkan bahwa kancil lebih menyukai daun atau buah-buahan yang harum dan lunak. Selain itu dikatakan juga bahwa timun selain keras juga mengeluarkan lender dan aroma yang tidak disukai oleh kancil.

Chevrotain bukan termasuk binatang yang suka berkelompok. Biasanya ia hidup menyendiri (soliter) atau hanya bersama pasangannya. Chevrotain bisa dijumpai di beberapa hutan di Asia Selatan sampai Asia Tenggara dengan wilayah endemik di hutan hujan tropis kawasan Afrika Tengah dan Barat.

Referensi: wikipedia dan joglosemar


0 komentar

Loris, Mammalia Lucu Tapi Mematikan


loris
Lihatlah  wajahnya! Sungguh lucu dan polos bukan binatang ini? Namanya adalah Loris.

Loris memang merupakan salah satu hewan mamalia yang lucu, manis, dan pemalu yang ada di bumi. Sepintas hewan ini kelihatan sangat menggemaskan. Hewan primata yang terancam punah ini dapat ditemukan di Serawak, Borneo dan Filipina selatan juga Indonesia, Vietnam, Bangladesh, India, Cina Selatan dan Thailand. Selama ini, para ilmuwan mengalami banyak kesulitan dalam meneliti binatang ini.

Loris termasuk ke dalam kategori hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Hewan ini memiliki panjang sekitar 6-10 inci (15cm-25cm) dan memiliki mata seperti piring besar yang membantu perburuan malam hari mereka. Makanan utama mereka adalah serangga, tetapi kadang mereka juga memakan buah-buahan dan daun. Saat ini, makhluk ini diperkirakan hanya tersisa 100 spesies di alam liar dan membuat hewan ini masuk di antara lima primata teratas yang paling terancam di dunia.

Beberapa orang kerap menjadikan hewan ini sebagai hewan peliharaan, meskipun tindakan ini salah satu perbuatan yang ilegal. Hewan ini termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah untuk mencegah mereka dari kepunahan.

Namun sebaiknya anda jangan tertipu oleh penampilan Loris ini, hewan ini sesungguhnya termasuk hewan yang sangat beracun dan berbisa. Dikatakan beracun karena Loris menghasilkan racun dalam sikunya melalui kelenjar, yang apabila tertelan oleh anda maka akan memberikan kasus sakit perut extrim. Hal ini sangat membantu mereka  di masa muda untuk melindungi diri mereka dari para predator di alam liar. 

Selain itu, gigitan Loris juga dapat menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan. Jenis racun toksinnya ringan dan tidak fatal. Kasus kematian pada manusia lebih disebabkan karena syok anafilaksis (anaphylactic shock). 

Referensi: wikipedia

0 komentar

Primata Terkecil di Dunia Asli Indonesia



Singapuar 
Ini dia spesies asli Indonesia yang mempunyai ukuran mungil dan wajah unik yang seolah seperti melotot. Singapuar yang memiliki nama latin Tarsius Bancanusini disebut-sebut sebagai primata terkecil di dunia. Hal ini didasari fakta bahwa Singapuar hanya memiliki berat berkisar antara 80-140 gram dengan panjang berkisar antara 12-15 cm.
Singapuar memiliki mata yang tajam dan besar, tetapi ia hanya bisa melihat dengan jelas pada malam hari, sedangkan pada siang hari pandangannya agak rabun. Yang unik dari singapuar ini adalah bahwa bola matanya tidak dapat bergerak ke kiri dan kanan sehingga ia tidak bisa melirik ke sekitarnya. Untungnya, ia terbantu dengan kemampuan lehernya untuk berputar 180 derajat sehingga ia tetap bisa mengamati sekitarnya. Singapuar memiliki tubuh dengan bulu lembut dan mirip beludru berwarna cokelat abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda.

Singapuar temasuk binatang nokturnal yang aktif mencari makanan pada malam hari. Makanan mereka adalah para serangga kecil. Mereka banyak menghabiskan waktunya di atas pepohonan dan melompat dari satu pohon ke pohon lain. Walaupun ukuran tubuhnya cukup kecil, singapuar dapat melompat cukup jauh hingga kurang lebih sejauh 3 meter.

Singapuar adalah binatang soliter atau penyendiri. Mereka tidak pernah hidup secara berkelompok. Bahkan jika mereka ditempatkan dalam satu kelompok, maka mereka akan melukai dirinya sendiri karena mengalami stress.

Saat ini Singapuar termasuk ke dalam satwa dalam kategoti terancam punah. Di Indonesia, penyebaran Singapuar meliputi daerah di Sumatera bagian Selatan dan Tenggara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan

Referensi: wikipedia

0 komentar

Bilby, Kado Pemerintah Australia Untuk Royal Baby Kerajaan Inggris


Royal Baby
Pangeran William (kanan) dan istrinya Kate Middleton (tengah) yang menggendong bayi kerajaan di urutan ketiga pewaris tahta Inggris, meninggalkan rumah sakit St Mary, Selasa (23/7/2013) petang waktu setempat. Tampilan pertama "royal baby" ini disambut meriah warga setempat. | BEN STANSALL / AFP
Kerajaan Inggris mempunyai anggota keluarga baru setelah Kate Middletone melahirkan bayi dengan berat lahir 3,7 kilogram pada hari Senin, 22 Juli 2013 pukul 16.24 waktu setempat.Atas kelahiran putra pertama pasangan Pangeran William dan Putri Kate Middleton tersebut, pemerintah Australia memberikan hadiah boneka Bilby kepada The Royal Baby. 

Bilby adalah binatang khas Australia, selain koala dan kanguru, yang penampilannya menyerupai tikus dan kebanyakan hidup di daerah gurun di pedalaman Australia. Bilby merupakan salah satu satwa yang sekarang terancam punah karena serangan dari binatang lain seperti kucing. 
Bilby
Bilby, Hewan Khas Australia
Nama Bilby sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Aborigin Yuwaalaraay bagian utara New South Wales, yang berarti tikus berhidung panjang. Bilby mempunyai ciri fisik berupa moncong dan telinga yang panjang. Ukuran tubuh mereka berkisar antara 29–55 cm in length. 

Bilby adalah hewan nokturnal yang biasa memakan biji-bijian, buah, jamur,serangga, larva, dan berbagai binatang kecil lainnya. Bilby terkenal ahli sebagai binatang penggali tanah. Mereka dapat membangun sebuah sistem terowongan yang berfungsi sebagai rumah dan persembunyian dari predator. Saat menggali, seekor bilbi betina akan menghadap belakang untuk menghindarkan kantongnya dari kemasukan debu dan tanah. Masa kehamilan seekor Bilby berkisar 12 – 14 hari, salah satu yang tercepat di antara mammalia. 

Bilby yang juga menjadi simbol Paskah, selain kelinci, merupakan masalah hama yang serius di Australia. Mereka telah menyebabkan kerusakan yang tak terhitung ke seluruh benua Australia. Bilby dulunya dibawa ke Australia oleh orang Eropa sehingga orang kaya bisa pergi berburu. Sedikit yang mereka menyadari kerusakan yang akan ditimbulkan saat itu. 

Untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan, terdapat berberapa konservasi Bilbby salah satunya terdapat di Arid Recovery Reserve di Australia bagian selatan dan Currawinya National Park di Queensland. Hal ini diikuti dengan munculnya beberapa konservasi di Peron Peninsula, the Australian Wildlife Conservancy's, Scotia, Yookamurra Sanctuariesdan Kanyana Wildlife Rehabilitation Centre.

referensi: wikipedia dan  kompas

0 komentar

Semut Banteng, Semut Malam Yang Tersesat Saat Malam


Semut Banteng
Unik memang. Semut Banteng Australia yang termasuk dalam kategori binatang nokturnal ini justru mengalami kesulitan menemukan jaln kembali ke sarangnya saat hari sudah mulai gelap.

Fakta ini ditemukan setelah diadakannya penelitian oleh Vision Centre di Australia. Meskipun memiliki status sebagai binatang yang aktif di malam hari, semut Banteng Australia yang sedang berkelana di malam hari ditemukan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai sumber makanan ataupun kembali ke sarangnya.

Diungkapkan oleh Ajay Narendra dari Vision Centre dan The Australian National University, semut banteng yang nokturnal memiliki lensa lebih besar dan photoreseptor lebih besar dibandingkan dengan saudaranya yang aktif di siang hari. Adaptasi ini dilakukan untuk mengatasi lingkungan yang redup atau pun gelap.

"Kami menemukan bahkan dengan kompensasi seperti ini pun, semut banteng yang nokturnal masih memiliki waktu lebih lama untuk mencapai sumber makanan atau sarang di malam hari," kata Narendra. Menurut penelitian tersebut, kesulitan yang dialami semut banteng di malam hari karena mereka menggunakan lingkungannya untuk navigasi, sedangkan lingkungan tersebut menjadi tidak begitu terlihat saat malam tiba.

Studi ini dilakukan dengan menggunakan Differential GPS dengan akurasi sentimeter, untuk melacak jejak para semut. Di dekat sarang semut, ditempatkan stasiun berbasis satelit yang menyediakan koordinat tepat. Kemudian, semut-semut ini diikuti oleh para penelitinya berdasarkan koordinat GPS jelajah tersebut. Informasi yang ada dicocokkan antara GPS jelajah dengan stasiun yang ada hingga akhirnya memberikan posisi si semut.

Daripenelitian tersebut, diketahui bahwa semut pekerja yang meninggalkan sarang sebelum hari gelap dapat mencapai pohon eucalyptus (sumber makanan semut banteng) lebih cepat dibanding semut yang menuju pohon yang sama sejam sesudah matahari terbenam. "Semut 'malam' berjalan lebih lambat, lebih sering berhenti, dan mengambil jeda lebih panjang dibanding semut pengumpul sebelumnya," ujar Narendra.

referensi : nationalgeographic

0 komentar

Kelinci Sumatera, Belangnya Mirip Harimau

Kelinci Belang Sumatera


Banyak orang menyangka bahwa kelinci adalah binatang “impor”. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah karena memang kelinci yang biasa kita pelihara pada umumnya berasal dar Inggris, Belanda, Jerman dan berbagai negara Eropa lainnya.
Tapi ternyata, Indonesia mempunyai spesies kelinci asli Indonesia yang belum banyak dikenal, bahkan oleh orang Indonesia sendiri.  Spesies kelinci ini bernama Kelinci Sumatera telinga pendek atau Kelinci Belang Sumatera. Spesies kelinci ini merupakan jenis kelinci liar yang hanya dapat ditemukan di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra, Indonesia.

Jika pada umumnya seekor kelinci identik dengan telinganya yang panjang, maka spesies kelinci Sumater yang mempunyai nama latin nesolagus netscehri ini mempunyai keunikan tersendiri berupa ukuran telinganya yang pendek. Ukuran tubuhnya pun juga kecil, yakni berkisar hanya sekitar 40 cm dan berat sekitar 1,5 kg.

Kelinci Sumatera mempunyai ciri khusus berupa warna coklat dengan belang hitam membujur lurus di bagian punggungnya. Sedangkan pada bagian perutnya berwarna putih serta ekornya berwarna merah. Di sekitar mata dan sisi kepala di bagian belakang mata hingga pangkal telinga berwarna hitam.

Kelinci Sumatera merupakan binatang nokturnal yang beraktivitas di malam hari. Mereka biasa bersembunyi di dalam lubang atau liang bekas binatang lain. Seperti kelinci lainnya, kelinci liar ini merupakan binatang herbivora yang menyukai pucuk daun muda dan tangkai tanaman yang rendah.

Kelinci ini biasa hidup pada tempat yang sangat terisolasi, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatera. Habitatnya adalah hutan-hutan tropis di beberapa gunung di pulau Sumatera seperti Gunung Kerinci, Gunung Barisan, dan Gunung Leuser. Binatang ini mendiami kawasan pada ketinggian antara 600-1600 meter di atas permukaan laut.

Hewan ini termasuk satwa langka dan dilindungi. Populasi kelinci Sumatera ini juga sangat sedikit. Ancaman terhadap mereka berasal dari rusaknya hutan akibat kebakaran hutan dan perubahan fungsi hutan sebagai habitat alami yang dibuka menjadi lahan pertanian, terutama teh, kopi dan kakao.

Bahkan terdapat aktivitas perburuan terhadap satwa ini, terbukti dengan adanya beberapa foto jebakan menangkap kelinci sumatera di hutan Bukit Barisan. Menipisnya jumlah mereka akibat perburuan hewan ini untuk diambil dagingnya yang lezat. Padahal jika dipelihara mungkin hewan ini juga bisa akan berkembang seperti halnya kelinci peliharaan yang orang sering pelihara. Hal ini juga bisa menambah populasi kelinci sumatera dan menyelamatkan mereka dari kepunahan.


Referensi: kumpulberita dan wikipedia


0 komentar

Siput Pink, Spesies Baru Penghuni Gunung Kaputar


Siput Merah Jambu


Warnanya yang sungguh “feminim”, ukurannya besar, dan tubuhnya berlendir. Inilah speisies baru bernama Siput Merah Jambu, yang memiliki nama ilmiah Triboniophorus aff. Graeffei, asal Gunung Kaputar, Australia.

Siput Merah Jambu memiliki panjang sekitar 20 cm, mereka biasa ditemukan di pohon-pohon pada pagi hari saat udara dingin, basah dan berkabut. Sedangkan pada siang hari, binatang ini biasanya bersembunyi bawah pohon. Mereka kemudian memanjat pohon saat malam tiba untuk memakan lumut dan ganggang yang tumbuh di batang pohon.

Pada awalnya diduga siput ini merupakan bagian dari Siput Segitiga Merah (jenis siput yang umum ditemukan di wilayah itu), tetapi setelah melalui penelitian lebih lanjut spesies ini dinyatakan sebagai spesies yang berbeda.

Jagawana National Parks and Wildlife Service Australia, Michael Murphy mengungkapkan bahwa penelitian baru dalam morfologi dan genetik dari famili Athorcophoridae mengindikasikan bahwa siput kaputar sebagai spesies endemik Gunung Kaputar dan jadi satu-satunya perwakilan famili ini di daratan Australia.

Minimnya jumlah malakolog --peneliti siput dan keong menjadi salah satu alasan siput merah jambu ini tidak mendapat observasi mendalam. Oleh karenanya penelitian mengenai siput ini secepatnya akan dimasukkan dalam publikasi ilmiah.
Puluhan juta tahun lalu, Australia merupakan bagian dari benua selatan yang disebut Gondwana yang meliputi Australia, Papua Nugini, India, sebagian Afrika, dan Amerika Selatan. Alamnya saat itu tertutup hutan hujan, mirip dengan kondisi Papua Nugini sekarang.

Letusan gunung api sekitar 17 juta tahun lalu di Gunung Kaputar membuatnya memiliki sekitar sepuluh kilometer persegi lahan basah dan subur. Sementara, sebagian besar wilayahnya berubah menjadi gurun pasir.

Perubahan ini mengakibatkan tanaman dan hewan yang hidup di Gunung Kaputar berbeda dengan para tetangganya. Menurut Murphy, warna siput yang hidup di daun eucalyptus ini berubah menjadi merah jambu sebagai bentuk kamuflase atau permainan evolusi.

Di dalam sistem rantai makanan, mereka berfungsi sebagai pengurai sampah organik dari pohon untuk kemudian menjadi tanah yang subur. Di dalam ekosistem tersebut, hewan ini juga biasanya menjadi makanan bagi burung dan beberapa hewan lain. Pihak Australia akan mengupayakan berbagai cara untuk mencegahnya punah salah satunya dengan mengambil tindak pelestarian spesies unik ini dan menjadikan gunung habitatnya sebagai "area ekologi terancam punah".



Referensi: wikipedia dan nationalgeographic

0 komentar

Luwak, Si Penghasil Kopi Termahal


Musang Luwak
Para penggemar kopi tentu sudah tidak asing dengan nama kopi luwak. Tapi tidak sedikit di antara mereka yang tidak tahu seperti apa wujud binatang yang berjasa menghasilkan kopi yang sangat digemari oleh banyak masyarakat ini.

Luwak atau musang luwak yang mempunyai nama latin Paradoxurus hermaphroditus ini adalah mammalia yang termasuk dalam kategori musang dan garangan (viverridae). Binatang ini mempunyai ukuran sedang dengan panjang sekitar 90 cm ( termasuk ekornya yang memiliki panjang sekitar 50 cm). Tubuhnya dipenuhi oleh bulu berwarna abu-abu kecoklatan dan totol berwarna hitam.

Musang luwak dapat ditemukan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Burma, Filipina Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, Luwak didapati di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, serta Taliabu dan Seram di Maluku.

Musang Luwak termasuk binatang nocturnal yang aktif pada malam hari. Mereka suka memanjat pohon atau bersembunyi di semak dalam mencari mangsanya. Luwak termasuk binatang karnivora. Mangsa mereka antara lain serangga, moluska, cacing tanah, kadal serta berbagai hewan kecil lain yang bisa ditangkapnya, seperti tikus. Selain itu, luwak juga memakan aneka buah yang ada di pekarangan. Di area yang sering dilewati luwak ini, sering didapati biji-bijian yang tidak tercerna dengan sempurna oleh luwak. Dari situlah ditemukan jenis kopi yang menurut salah satu situs web internasional penjual kopi ini mematok harga hingga 280 dollar AS (Rp 2,7 juta-an) per 0,45 kilogram. Sungguh luar biasa bukan??

Sungguh amat disayangkan jika saat ini populasi luwak justru semakin terancam keberadaannya. Karena nilai kopi luwak yang dihasilkannya, banyak produsen yang kemudian menangkap luwak di alam liar, menangkar, dan memaksanya memakan biji kopi.

Direktur Deputi Regional TRAFFIC (LSM anti-perdagangan hewan liar) Chris Shepherd melaporkan dari kunjungannya pada tahun 2010 dan 2012 di Jakarta bahwa terdapat penjualan 30 luwak dari tiga spesies, yaitu Viverricula indica, Paradoxurus hermaphroditus, dan Arctogalidia trivirgata.

Layaknya hewan dari kategori viverridae, musang luwak mengeluarkan bau dari kelenjar di sekitar anus yang memiliki bau yang khas untuk menandai wilayahnya serta mengetahui keberadaan lawan jenisnya. Seekor induk musang luwak biasanya melahirkan 2-4 ekor anak musang luwak. Mereka diasuh oleh si induk betina hingga mereka mampu untuk mencari makan sendiri

Referensi: wikipedia

0 komentar

Mengenal Kukang Jawa

Foto Kukang Jawa
Kukang Jawa memiliki nama latin Nycticebus javanicus dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Javan slow loris. Mereka adalah spesies kukang yang tinggal di Pulau Jawa bagian Tengah dan Barat.

Dulunya kukang jawa dianggap sebagai subspesies dari kukang Sunda (Nycticebus Coucang). Hingga pada tahun 2000-an penelitian genetik dan morfologi memisahkannya menjadi satu spesies tersendiri. Spesies kukang jawa sendiri ada 2 varian yang dibedakan berdasarkan panjang bulu, dan pewarnaannya.

Kukang jawa memiliki berat sekitaran 565 hingga 687 gram dengan panjang tubuh sekitar 11,5 inci. Mereka adalah binatang arboreal yang menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Pergerakan mereka lambat dengan merambat dari satu pohon ke pohon lain, bukan dengan melompat. Kukang jawa juga termasuk binatang nokturnal, yang lebih aktif di malam hari.

Habitat kukang jawa meliputi hutan primer dan sekunder. Namun mereka terkadang juga dapat ditemukan di hutan bambu, mangrove, dan kebun cokelat. Makanan kukang jawa antara lain buah, getah, kadal, dan telur. Mereka biasa tidur di cabang pohon, terkadang dalam sebuah grup, tetapi lebih sering berkeliaran berpasangan atau sendirian.

Populasi kukang jawa mengalami penurunan yang sangat signifikan, terutama diakibatkan oleh perburuan liar untuk diperjualbelikan di pasar gelap untuk dijadikan hewan piaraan atau untuk bahan pembuatan obat tradisional.

Berkurangnya habitat asli dan penyebarannya yang terbatas, juga menjadi penyebab kelangkaan hewan eksotis ini. Oleh sebab itu IUCN memasukkan kukang jawa dalam status "Terancam PUnah (EN)". Binatang endemik Indonesia ini bahkan juga masuk ke dalam "25 primata paling terancam punah di dunia" selama 2008 - 2010.

Saat ini kukang jawa termasuk binatang yang dilindungi oleh Undang-Undang, dan sejak 2007 masuk dalam daftar CITES Appendix I. Namun, TOLOLnya warga negara Indonesia adalah, sudah tahu dilindungi Undag-Undagn dan sudah berada di area perlindungan, tetapi masih saja diburu. IDIOTnya lagi, hukum yang sudah dibuat, sangat jarang ditegakkan oleh penegaknya. TOLOL!!!
Referensi : wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Beruang Sloth

Informasi Tentang Beruang Sloth
Beruang Sloth memiliki nama latin Melursus ursinus. Beruang yang memiliki nama lain beruang stickney ini dapat ditemukan di wilayah anak benua India, meliputi Sri Lankda, India, dan sekitarnya. Beruang ini adalah hasil evolusi dari nenek moyang beruang cokelat selama masa Pleistocene.

Beruang ini merupakan binatang nokturnal yang aktif di malam hari, tetapi induk beruang akan menjadi lebih aktif di siang hari bersama dengan anak-anaknya. Beruang Sloth merupakan binatang pemakan serangga  Mereka memakan rayap, koloni lebah madu, dan buah. 

Tidak seperti beruang hitam atau beruang cokelat, beruang sloth memiliki bulu panjang di sekitar wajah yang menyerupai surai. Mereka juga memiliki kuku menyerupai sabit yang tajam, serta memiliki bibir bawah yang didesain khusus untuk menghisap serangga.

Binatang ini dikenal sebagai salah satu binatang yang cukup ganas. Mereka sering berkelahi untuk memperebutkan makanan. Mereka juga sering menyerang manusia yang memasuki wilayahnya. Meskipun demikian, beruang ini dapat juga digunakan sebagai binatang pertunjukan.

Beruang Sloth dewasa biasanya keluyuran bersama dengan pasangannya. Untuk yang memiliki anak kecil, beruang jantanlah yang akan menjaganya. Mereka cenderung berjalan dengan lambat. Namun sebenarnya mereka dapat berlari lebih cepat dari pada manusia.

Beruang Sloth juga dikenal sebagai pemanjat yang ulung. Mereka biasanya memanjat untuk mencari makan atau mencari tempat beristirahat, tetapi tidak untuk melarikan diri dari musuh, karena mereka lebih memilih untuk menghadapinya.

Beruang Sloth juga dikenal mampu berenang dengan baik. Biasanya mereka menceburkan diri ke air hanya untuk bermain. Untuk menandai wilayahnya, mereka akan mencakar pohon menggunakan kuku tajamnya, dan menggesekkan panggulnya ke pohon.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Solenodon, Mamalia Beracun yang Sangat Langka

Foto Hispaniolan solenodon
Solenodon merupakan jenis mamalia berbisa satu-satunya dari keluarga Solenodontidae. Mereka adalah binatang nokturnal yang tinggal di dalam liang dan pemakan serangga. Dan mereka adalah mamalia yang memiliki karakter primitif yang konon spesies ini sudah ada di akhir era dinosaurus.

Solenodon adalah satu dari dua spesies dari family Caribbean soricomorphs. Masih belum jelas apakah family Nesophontidae yang punah pada masa Holocene memiliki hubungan dekat dengan Solenodon atau tidak.

Ada dua spesies Solenodon yang masih hidup saat ini yaitu Cuban solenodon (Solenodon cubanus),dan  Haitian Solenodon atau Hispaniolan solenodon (Solenodon paradoxus). Dua spesies Solenodon yang lain sudah punah selama masa Quarternary.

Penampilan Solenodon menyerupai sosok tikus yang sangat besar. Moncong panjangnya fleksibel, dan pada Haitian Solenodon terdapat ball-and-socket joint di bagian bawah mereka untuk meningkatkan mobilitas. Hal ini memungkinkan mereka untuk menlisik celah-celah sempit tempat mangsa mereka biasanya bersembunyi.

Panjang tubuh Solenodon  sekitar 28 hingga 32 cm diukur dari ujung hidung hingga pantat. Berat badan Solenodon sekitar 0,7 hingga 1 kg. Binatang langka ini terbilang sangat mudah gelisah, sehingga mereka rawan menggigit bahkan dengan gangguan yang sangat minim dan tanpa disengaja.

Solenodon memiliki beberapa sifat yang cukup menarik, dua diantaranya adalah puting susu pada Solenodon betina posisinya sangat dekat dengan pantat, dan liur solenodon yang keluar dari dua gigi taringnya ternyata beracun.

Gejala yang diakibatkan dari terkena racun Solenodon antara lain depresei, susah bernafas, kejang-kejang, dan lumpuh. Bahkan dalam sebuah pengujian menggunakan tikus percobaan, jika terkena racun Solenodon dalam jumlah besar dapat mengakibatkan si tikus mengalami kematian.

Makanan utama Solenodon adalah serangga, cacing tanah, dan beberapa binatang tak bertulang belakang. Mereka juga memakan bangkai binatang bertulang belakang, dan beberapa ada yang memangsa binatang bertulang belakang yang masih hidup seperti reptil kecil, dan amfibi.

Solenodon memiliki indera penciuman yang bagus yang digunakannya untuk menemukan mangsanya. Setelah menemukan mangsanya, Solenodon akan menggunakan kedua kaki depannya untuk mematikan langkah kiri-kanan si mangsa, lalu menggerakkan kepalanya untuk memangsa mangsanya tersebut. Solenodon juga memiliki cakar yang tajam yang akan membantunya dalam berburu mangsa.

Solenodon melahirkan anaknya di dalam sarang. Biasanya dalam sekali persalinan mereka akan melahirkan satu atau dua ekor anakan. Anakan Solenodon akan bersama induknya selama kurang lebih 7 bulan, dan biasanya mereka akan menggantung pada puting susu induknya yang panjang. Dan ketika sudah dewasa, Solenodon adalah binatang soliter, mereka sangat jarang berkomunikasi dengan yang lain kecuali untuk kawin.

Kedua spesies Solenodon saat ini dalam status terancam punah akibat dimangsa oleh musang, khususnya musang jenis Herpestes javanicus auropunctatus yang pada masa kolonial dilatih untuk berburu ular dan tikus seperti kucing dan anjing..

Cuban solenodon sempat dianggap sudah punah, sebelum pada tahun 2003 ditemukan spesies mereka yang masih hidup. Hispaniolan solenodon juga sempat dinyatakan punah karena populasi mereka yang sangat sedikit, serta perilaku mereka yang masih belum terlalu dipahami.

Pembangunan manusia di Kuba dan Hispanola juga memperburuk populasi Solenodon. Habitat mereka pun menjadi terampas yang berimbas pada menyempitnya penyebaran, dan berkurangnya populasi mereka. Binatang ini pun menjadi salah satu binatang yang sangat langka.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Lemur, Binatang yang Menjadi Kunci dari Kebenaran Teori Evolusi

foto lemur
Lemur merupakan primata endemik Pulau Madagaskar. Nama 'lemur' sendiri berasal dari kata 'lemures' yang berasal dari mytologi Romawi yang berarti hantu atau arwah, yang pertama kali digunakan untuk menggambarkan jenis kukang yang aktif di malam hari dan pergerakannya lambat, tetapi belakangan lebih ditujukan kepada jenis primata asli Madagaskar ini.

Meski lemur adalah salah satu jenis primata, tetapi mereka bukanlah hasil dari evolusi monyet dan kera. Mereka hanya memiliki morfologi dan kebiasaan yang sama dengan jenis primata lainnya.

Lemur tiba di Madagaskar sekitar 62 hingga 65 juta tahun yang lalu melintasi lautan. Sejak saat itu, lemur hidup dan beradaptasi dengan lingkungan Madagaskar. Pada saat manusia tiba pertama kali di Pulau tersebut sekitar 2000 tahun yang lalu, masih ada lemur yang ukurannya sebesar gorilla.

Saat ini diketahui ada sekitar 100 spesies lemur, dan sebagian dari spesies tersebut telah ditemukan atau dipromosikan untuk diakui sebagai satu spesies tersendiri sejak tahun 1990-an. Namun klasifikasi taksonomi lemur masih kontroversial dan berbeda-beda tergantung dari konsep spesies mana yang digunakan.

Ukuran Lemur beragam, mulai dari seberat 30 gram hingga 9 kg. Lemur memiliki banyak kesamaan dengan primata basal, seperti jumlah jari pada tangan dan kaki mereka dan mereka memiliki kuku bukan cakar. Namun, perbandingan ukuran otak dengan tubuh mereka lebih kecil daripada primata antropoid.

Lemur bisa dibilang yang paling sosial dari jenis primata strepsirrhine dan berkomunikasi lebih menggunakan bau dan suara dari pada dengan sinyal visual. Lemur memiliki metabolisme basal yang rendah, mempunyai musim kawin, dormansi (semacam hibernasi), atau dominasi lemur betina.

Makanan utama lemur adalah buah-buahan dan daun-daunan. Meski makanan para lemur itu sama, tetapi lemur yang berbeda spesies memiliki 'buruan' mereka masing-masing, meskipun tinggal dalam hutan yang sama.

Penelitian terhadap lemur lebih fokus dalam bidang Taksonomi dan specimen collectionselama abad ke-18 dan abad ke-19. Penelitian modern terhadap lemur baru dimulai pada awal tahun 1950-an dan 1960-an. Lemur merupakan bagian yang penting dalam penelitian karena mereka memiliki gabungan dari karakteristik primitif dengan sifat-sifat primata antropoid yang mungkin akan menjelaskan tentang evolusi primata dan manusia.

Sayangnya, banyak spesies lemur yang terancam punah karena kehilangan habitat dan perburuan liar. Meskipun tradisi warga setempat cenderung membantu melindungi lemur dan hutan mereka, tetapi pembalakan liar, kemiskinan, dan konflik politik membuat konservasi terhadap primata tersebut menjadi sulit.


Referensi : wikipedia

0 komentar

Mengenal Trenggiling si pemburu semut dan rayap

Foto Trenggiling
Trenggiling Jawa atau biasa disebut Trenggiling Sunda atau Trenggiling, memiliki nama latin Manis javanica. Trenggiling ini merupakan spesies trenggiling yang hidup di wilayah Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Laos, Kamboja, Filipina, dan Vietnam. Di Indonesia sendiri trenggiling dapat ditemukan di Sumatrea, Jawa, dan Kalimantan.

Habitat Trenggiling adalah di hutan, dan perkebunan. Biasanya mereka lebih banyak menghabiskan waktu mereka di pohon untuk beristirahat atau untuk mencari makan. Trenggiling tidak memiliki gigi. Mereka hanya memiliki lidah yang panjang, dan lengket untuk menangkap semut dan rayap.

Trenggiling memiliki cakar yang tebal dan kuat yang digunakan untuk menggali tanah saat berburu sarang semut atau sarang rayap. Trenggiling adalah penggali yang kuat dan akan membuat sarang di dekat sarang semut atau sarang rayap. Trenggiling juga memiliki indera penciuman yang sangat tajam sehingga bisa menemukan sarang semut atau rayap yang berada di dalam tanah.

Tubuh Trenggiling dilapisi oleh sisik dan rambut berserat. Panjang tubuh Trenggiling bisa mencapai 65 cm, dengan panjang ekor mencapai 56 cm. Berat tubuh Trenggiling bisa mencapai 10 kg, dan Trenggiling jantan cenderung lebih besar dari Trenggiling betina.

Trenggiling melahirkan setahun sekali. Biasanya dalam sekali persalinan mereka akan melahirkan satu atau 2 ekor anakan trenggiling. Selama tiga bulan berikutnya, induk trenggiling akan merawat anak-anaknya.

Trenggiling terkadang ditemukan berpasangan, tetapi pada hakekatnya mereka adalah binatang yang soliter, nokturnal, dan penakut. Mereka akan menggulung tubuh mereka seperti bola saat merasa terancam. 

Predator utama Trenggiling adalah Harimau dan Macan tutul. Namun sepertinya manusialah yang paling memburu mereka. Trenggiling diburu untuk diambil kulit, sisik dan dagingnya yang dipercaya memiliki kemampuan penyembuhan super. Sisik trenggiling akan dibuat cincin untuk mengobati rematik, dan daing mereka akan dimakan oleh masyarakat adat. Kulit trenggiling juga digunakan untuk membuat sepatu. Salah satu pengimpor kulit trenggiling pada tahun 1980-1985 adalah Amerika Serikat. How idiot they are!!!

Saat ini populasi trenggiling berada dalam status trencam punah, dan menjadi salah satu binatang yang dilindungi Undag-Undang. Meski masih ada beberapa orang idiot yang memburunya.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Kukang, Mamalia yang Hanya Memiliki Satu Pasangan Seumur Hidup

foto kukang
Kukang memiliki nama latin (Nycticebus coucang). Kukang merupakan jenis primata kecil yang lamban dalam bergerak, makanya tidak mengherankan kalau dalam bahasa Inggris kukang disebut dengan nama slow loris.

Kukang merupakan hewan nokturnal (aktif dimalam hari), dan arboreal (banyak menghabiskan waktunya di atas pohon). Makanan utama mereka adalah getah pohon, madu bunga, buah dan anthropoda. 

Kukang merupakan binatang yang suka menyendiri (soliter). Bahkan dalam sebuah study ditemukan fakta bahwa dalam sepanjang harinya hanya 8% dari waktu aktifnya yang mereka gunakan untuk berada di dekat makhluk lain.

Kukang juga dikenal sebagai binatang monogami (satu pasangan seumur hidup). Bayi mereka akan lahir setelah mengalami masa kandungan selama 192 hari. Dan setelah si anak berumur antara 16 -27 bulan atau sudah siap untuk kawin, mereka akan meninggalkan kedua orang tua mereka.

Kukang dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 19 hingga 30 cm dengan berat antara 0,375 kg hingga 0,9 kg. Penampilan kukang yang lucu dan menggemaskan membuat hewan langka ini menjadi incaran orang untuk dijadikan binatang peliharaan. Padahal hewan ini sudah dilindungi oleh Undang-Undang.

Penyebaran hewan yang sering juga disebut dengan nama 'malu-malu' ini ternyata sangat luas. Ada sekitar 8 genus yang terbagi dalam 14 jenis kukang yang mendiami wilayah mulai dari Selatan Gurun Sahara di Afrika, Asia Selatan seperti India, Sri Langka, Asia Timur dan Asia Tenggara. 

Yang dapat ditemui di Indonesia adalah kukang yang bermarga Nycticebus. Marga kukang ini terdiri dari 5 jenis yaitu Nycticebus coucang (tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sekitarnya),
Nycticebus pygmaeus (mendiami Kamboja, Laos, dan Indocina), Nycticebus bengalensis (mendiami India hingga Thailand), Nycticebus javanicus (hanya ada di Pulau Jawa), dan Nycticebus menagensis (mendiami Kalimantan dan sekitarnya)

Habitat kukang adalah semak belukar, dan rumpun bambu di hutan tropis. Belum ada data yang pasti yang menunjukkan berapa jumlah populasi kukang di Indonesia. Namun diperkirakan jumlahnya terus menurun akibat semakin menipisnya habitat mereka, dan maraknya perburuan terhadap binatang imut ini.

Populasi kukang yang kian menurun ini membuat status mereka menjaid binatang terancam punah. Pemerintah pun memasukkan mereka ke dalam jenis binatang yang dilindungi Undang-Undang. Namun perburuan kukang seperti tidak ada hentinya.

Kukang diburu untuk dijual secara ilegal. Ada yang digunakan sebagai bahan baku obat tradisional, ada juga yang hanya untuk dijadikan hewan peliharaan. bahkan ada yang sampai memotong gigi-gii kukang agar si kukang terlihat sebagai binatang yang jinak.


Referensi : wikipedia

0 komentar

Puma, Kucing Besar yang Lebih Mirip Kucing Domestik

Foto Puma atau Panther
Puma atau Singa gunung atau Panther atau cougar memiliki nama latin Puma concolor. Mereka adalah spesies kucing besar dari keluarga Felidae. Binatang ini merupakan spesies kucing terbesar kedua di Benua Amerika setelah Jaguar. Meski disebut Singa Gunung, sebenarnya secara genetik Puma lebih dekat dengan kucing domestik daripada spesies Singa.

Daerah penyebaran Puma meliputi Yukon Kanada hingga Andes Selatan, Amerika Selatan. Mereka adalah binatang yang mudah beradaptasi, sehingga mereka dapat ditemukan di banyak tipe habitat di Benua Amerika. Namun mereka lebih menyukai habitat yang banyak ditumbuhi semak padat dan juga area berbatu. Meski mereka juga dapat hidup di area terbuka.

Puma merupakan binatang yang soliter, dan lebih aktif di malam hari (nokturnal). Mereka adalah predator yang cerdas. Mangsa mereka pun sangat beragam. Mangsa utama mereka antara lain rusa, kambing, dan bahkan ternak warga seperti kuda dan domba. Terutama bagi Puma yang hidup di wilayah Utara. Puma juga memangsa binatang-binatang kecil seperti binatang-binatang pengerat, dan serangga.

Puma merupakan binatang teritorial, dan bertahan hidup di daerah yang tingkat populasinya rendah. Luas daerah kekuasaan mereka berbeda-beda tergantung kepadatan populasi, medan, dan banyaknya mangsa. Namun, meski penyebarannya luas, Puma tidak selalu menjadi puncak dari rantai makanan. Mereka masih kalah dengan Jaguar, Srigala abu-abu, Beruang Hitam Amerika, dan Beruang Grizzy.

Sebenarnya Puma lebih suka menghindari kontak dengan manusia. Serangan Puma terhadap manusia bisa dibilang sangatlah langka. Namun akhir-akhir ini sering terdengar berita penyerangan Puma terhadap manusia, yang sebenarnya lebih disebabkan karena si manusia telah masuk ke daerah mereka.

Perburuan besar-besaran pada masa kolonisasi Eropa di benua Amerika dan pembangunan yang terus menerus dilakukan oleh manusia telah mempersempit habitat mereka dan menyebabkan populasi mereka kian berkurang.

Pada kenyataannya, sejak awal abad ke-20, Puma sudah punah di Amerika Utara bagian Timur, kecuali di beberapa bagian terisolir di Florida. Namun dalam beberapa dekade terakhir, populasi mereka mulai berpindah dari Timur ke bagian Barat meliputi Dakotas, Nebraska, dan Oklahoma.

Beberapa Puma jantan sempat terlihat di Minnesota, Wisconsin, Iowa, Semenanjung atas Michigan, dan Illinois. Dimana seekor Puma telah ditembak di dekat kota Chicago, dan setidaknya ada satu yang sudah terlihat muncul di Connecticut.
Referensi : Wikipedia

0 komentar

Informasi Tentang Macan Tutul Jawa, si Macan Kumbang

foto macan kumbang atau macan tutul jawa
Macan Tutul Jawa atau sering juga disebut macan kumbang memiliki nama latin Panthera pardus melas. Kucing besar ini merupakan salah satu dari subspesies macan tutul yang hanya bisa ditemukan di hutan-hutan tropis di Pulau Jawa. Dengan kata lain, Macan Kumbang merupakan salah satu hewan endemik Indonesia.

Macan Tutul Jawa memiliki 2 variasi, yaitu berwarna terang, dan berwarna hitam. Namun sepertinya yang berwarna hitam lebih banyak. Nah, yang berwarna hitam inilah yang lebih dikenal dengan nama Macan Kumbang. Disebut demikian karena pada umumnya mereka memiliki bulu yang menyerupai warna sayap kumbang yang hitam mengkilap dengan bintik-bintik gelap yang hanya akan tampak jika berada di bawah cahaya.

Hewan yang menjadi identitas Provinsi Jawa Barat ini merupakan jenis macan tutul yang berukuran paling kecil jika dibandingkan dengan spesies macan tutul lainnya yang ada di dunia. Ukuran tubuh macan kumbang jantan cenderung lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuh betinanya.

Hewan predator ini memiliki indera penciuman dan penglihatan yang tajam. Dan mereka adalah pemanjat pohon yang ulung. Warna bulu macan kumbang yang hitam akan membantunya beradaptasi dengan lingkungan hutan lebat yang gelap. Terlebih lagi karena binatang ini lebih aktif berburu di malam hari. Mangsa Macan Kumbang adalah hewan-hewan penghuni hutan yang ukurannya lebih kecil darinya.

Hewan yang suka menyendiri (Soliter) ini merupakan satu-satunya spesies kucing besar di Pulau Jawa.yang masih tersisa. Sejak 2007, IUCN memasukkan Macan Kumbang sebagai salah satu hewan yang berstatus "Kritis". Dan terdaftar dalam status Appendix I oleh CITES.

Saat ini, hewan yang dilindungi UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999 ini hanya dapat ditemui di beberapa cagar alam di Pulau Jawa, seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Referensi :  wikipedia

0 komentar

Mengenal Rusa Bawean, hewan endemik Jawa Timur

Gambar Rusa Bawean
Rusa Bawean atau yang memiliki nama latin Axis kuhlii ini merupakan hewan endemik Jawa Timur (hanya dapat dijumpai di Jawa Timur), tepatnya di Pulau Bawean yang masih merupakan bagian dari kabupaten Gresik.
Rusa Bawean merupakan binatang langka asli Indonesia yang populasinya saat ini sungguh mengkhawatirkan. IUCN bahkan telah menggolongkan hewan langka asli Indonesia ini kedalam kategori terancam punah. Diperkirakan salah satu spesies rusa ini saat ini hanya tinggal tersisa sekitar 300-an ekor di alam liar.
Rusa Bawean merupakan hewan nokturnal (aktif dimalam hari). Biasanya mereka hidup dalam sebuah kelompok kecil yang berisi rusa betina dengan anak-anaknya. Atau jika sedang musim kawin, ikutserta juga seekor pejantan dalam kelompok tersebut.
Ukuran tubuh Rusa Bawean jantan diperkirakan memiliki tinggi badan antara 60 hingga 70 cm, panjang ekor 20 cm, dan panjang tubuhnya sekitar 140 cm, dengan berat badan rusa bawean dewasa sekitar 50 hingga 60 kg.
Warna bulu Rusa Bawean adalah cokelat, dengan ciri khas rusa jantan adalah tanduk yang bercabang tiga dengan panjang sekitar 25 hingga 47 cm. Tanduk inilah yang akan digunakan oleh Rusa Bawean jantan untuk menarik perhatian betina ketika musim kawin.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Hyena

Hyena atau Hyaena
Hyena atau Hyaena merupakan binatang dari keluarga Hyaenida, suborder feliform dari Carnivora. Hewan ini sangat unik dan penting peranannya dalam ekosistem di Afrika dan beberapa daerah Asia. Meskipun secara phylogenetical hewan ini termasuk kerabat dekat kucing, tetapi pada kenyataannya hewan ini memiliki perilaku serta beberapa aspek lain yang mirip dengan anjing.
Baik Hyena maupun anjing merupakan hewan yang tidak bisa memanjat, serta termasuk hewan cursorial yang memburu mangsanya dengan lebih mengandalkan gigi daripada cakar. Keduanya juga termasuk pemakan yang cepat dan dapat menyimpannya, memiliki kepalan kaki yang besar, tumpul, serta tidak bisa menyembunyikan kuku, yang mengadaptasi mereka untuk dapat lari dan menikung dengan tajam. Selebihnya sifat Hyena masih mirip dengan perilaku kucing.
Meskipun Hyena terkenal sebagai hewan pengecut, licik dan suka merebut hasil buruan predator lain, pada kenyataannya, terutama untuk Hyena tutul, 95% makanan yang mereka makan adalah hasil dari mereka berburu sendiri.
Sebenarnya Hyena adalah hewan yang aktif di malam hari (nokturnal). namun dalam beberapa kasus kita bisa temui mereka di pagi ataupun siang hari. Selain itu, meskipun Hyena hidup dan berburu secara berkelompok, sebenarnya hewan ini bukanlah hewan yang suka berteman. Namun ada pengecualian untuk Hyena tutul.
Hyena pertama kali muncul di Eurasia selama periode Miocene dari nenek moyang yang menyerupai viverrid dan terbagi menjadi 2 jenis yaitu Hyena yang seperti anjing ( lightly built dog-like hyena)  dan Hyena penghancur tulang (robust bone-crushing hyena).
"Dog-like hyena" sudah ada sejak 15 juta tahun yang lalu, tetapi mereka musnah ketika terjadi perubahan iklim dan kedatangan anjing ke Eurasia. Dari ras ini hanya jenis insectivorous aardwolf yang dapat bertahan. Sedangkan "bone-crushing hyena" termasuk di dalamnya Hyena tutul, Hyena cokelat, dan Hyena bergaris menjadi binatang pengambil sisa buruan predator di Eurasia dan Afrika.
Proses perkawinan pada Hyena tergolong cepat dan singkat tidak seperti anjing. anak Hyena tutul terlahir dengan kondisi yang sudah "siap tempur" dengan mata yang sudah terbuka sepenuhnya, serta gigi taring dan gigi seri, tetapi corak pada bulunya belum sama seperti Hyena tutul dewasa. Namun lain halnya dengan bayi Hyena bergaris yang terlahir dengan mata masih tertutup, telinga kecil, tetapi corak bulunya sudah sama dengan Hyena bergaris dewasa.
Hyena tidak memamahkan makanan untuk anak-anak mereka. Selain itu Hyena tutul jantan tidaklah punya peranan dalam melatih anaknya, berbeda dengan Hyena bergaris jantan yang melakukan pelatihan kepada anak-anaknya.
Di beberapa daerah Hyena diburu untuk dijadikan makanan dan juga obat. Termasuk di dalamnya negara-negara muslim yang menganut mahzab Syafii yang menganggap Hyena halal dikonsumsi karena mereka termasuk omnivora. Pada zaman Romawi dan Yunani kuno, beberapa bagian tubuh dari Hyena juga digunakan sebagai pengusir setan.
Referensi : wikipedia

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio