hewan liar

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?

Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?

dari: http://pondok.omasae.com/2013/07/apakah-keadaan-surga-itu-sama-dengan.html

Apakah keadaan Surga itu sama dengan dunia

Adam Cholil
Alhamdulillaah.. baru selesai khutbah dan pengajian ba’da jum’at di msjd MIFTAHUL JANNAH Pangalangan (blkng citraland surabaya). Dalam sessi dialog tadi seorang bapak tua bertanya tentang surga. Semoga Allah memasukkan bapak tersebut ke dalam surgaNya.. nampaknya dia rindu ingin masuk surga. Sampai dia menanyakan apakah keadaan surga itu sama dengan dunia? para jama’ah lain serempak melirik ke arah bapak itu. mungkin bagi mereka ini pertanyaan bodoh. tapi bagi saya ini pertanyaan penuh makna. ‪#‎rinduSURGA‬

Afandi Kusuma 
Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?

Neng Herlina Jusuf 
(¤_¤)

Neng Herlina Jusuf 
Apakah di syurga kita masih bisa mengenal orang2 yg kita sayang selain keluarga kita ustadz ?

Nisrina Nitisastro 
Subhanalllah….

Adam Cholil 
Kang Fandi: terkait gambaran surga kita bisa lihat diantaranya pada QS. 3:133 …surga yg luasnya seluas langit & bumi. sedangkan isinya bisa kita lihat pada banyak ayat di surat arrahman dan waqi’ah. namun yg patut dicatat bhw apa yg ada di surga itu …Lihat Selengkapnya

Adam Cholil 
Neng Herlina: di akhirat nanti semua org bisa mengenal dan mengetahui keadaan org yg dulu dikenalnya sewaktu di dunia. apkh dia msk surga atau neraka. bahkan org yg saling mencintai krn Allah akan bersama kekasihnya di akhirat nanti saat ia berada di mahsyar krn dikumpulkan di bawah ‘arasy ALLAH. lihat hadis 7 golongan yg akan dinaungi dibawah naungan ‘arasy ALLAH. (HR. Muttafaq ‘alaih)

Neng Herlina Jusuf 
Orang yg bertemu dan berpisah karena alloh itu seperti apa, mhn penjelasnnya? Syukron

Adam Cholil 
Neng Herlina: 2 org yg bertemu & berpisah krn ALLAH maksudnya adalah bhw kebersamaan mereka akan terus jika keduanya masih berkomitmen menjaga persahabatan dlm ketaatan kpd Allah. jika salahsatunya melakukan pelanggaran komitmen dan dia bermaksiat kpd …Lihat Selengkapnya

Neng Herlina Jusuf 
Syukron… Tp klw bgtu berarti mereka ga mungkin bertemu lagi di syurga krn yg satux tdk mau berbuat baik…. Klw yg dimaksud kelak mereka akan bersama diyurga itu seperti apa? Afwan

Adam Cholil 
yg dimaksud mereka masuk surga krn mereka saling mencintai krn Allah. jika salasatunya bermaksiat kpd Allah berarti ia batal dan tdk dijamin masuk surga.


وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. 3:133)

0 komentar

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI
1. ar-Rohman Maha Pengasih
2. ar-Rohim Maha Penyayang
Tas Nonni3. al-Malik Maha Merajai
4. al-Quddus Maha Suci
5. as-Salam Maha Penyelamat
6. al-Mukmin Maha Mengamankan
7. al-Muhaimin Maha Pembela
8. al-Aziz Maha Mulia
9. al-Jabbar Maha Pemaksa
10. al-Mutakabbir Maha Besar
11. al-Khaliq Maha Pencipta
12. al-Mushawwir Maha Pembentuk
13. al-Ghaffar Maha Pengampun
14. al-Qahir Maha Keras
15. al-Wahhab Maha Pemberi
16. ar-Razzaq Maha Penganugerah
17. al-Fattah Maha Pembuka
18. al-Alim Maha Mengetahui
19. al-Qabidh Maha Memegang
20. al-Basith Maha Menghamparkan
21. al-Khafidh Maha Memudahkan
22. ar-Rafi’ Maha Mengangkat
23. al-Mu’iz Maha Memuliakan
24. al-Muzil Maha Merendahkan
25. as-Sami’ Maha Mendengar
26. al-Bashir Maha Melihat
27. al-Hakam Maha Bijaksana
28. al-Adlu Maha Adil
29. al-Latif Maha Halus
30. al-Khabir Maha Selidik
31. al-Halim Maha Penyantun
32. al-Azhim Maha Agung
33. al-Ghafur Maha Pengampun
34. as-Syakur Maha Mensyukuri
35. al-Aliyya Maha Tinggi
36. al-Kabir Maha Besar
37. al-Hafizh Maha Melindungi
38. al-Muqith Maha Menentukan
39. al-Hasib Maha Memperhitungkan
40. al-Jalil Maha Utama
41. al-Karim Maha Mulia
42. al-Raqib Maha Pengawas
43. al-Mujib Maha Memperkenankan
44. al-Wasi’ Maha Luas
45. al-Hakim Maha Bijaksana
46. al-Wadud Maha Cinta
47. al-Majid Maha Jaya
48. al-Ba’its Maha Pembangkit
49. as-Syahid Maha Menyaksikan
50. al-Haq Maha Hak
51. al-Wakil Maha Mengatasi
52. al-Qawiyyu Maha Kuat
53. al-Matin Maha Teguh
54. al-Waliyyu Maha Setia
55. al-Hamid Maha Terpuji
56. al-Muhshi Maha Menghitung
57. al-Mubdi’u Maha Memulai
58. al-Mu’id Maha Mengembalikan
59. al-Muhyi Maha Menghidupkan
60. al-Mumit Maha Mematikan
61. al-Hayyu Maha Hidup
62. al-Qayyim Maha Tegak
63. al-Wajid Maha Mengadakan
64. al-Maajid Maha Mulia
65. al-Wahid Maha Esa
66. al-Ahad Maha Esa
67. as-Shamad Maha Pergantungan
68. al-Qadir Maha Kuasa
69. al-Muqtadir Maha Pemberi Kuasa
70. al-Muqaddim Maha Mendahulukan
71. al-Muakhir Maha Mengakhirkan
72. al-Awwal Maha Permulaan
73. al-Akhir Maha Kemudian
74. az-Zhahir Maha Zhahir
75. al-Bathin Maha Bathin
76. al-Wali Maha Melindungi
77. al-Muta’alli Maha Meninggikan
78. al-Barr Maha Penyantun
79. at-Tawwabu Maha Penerima Tobat
80. al-Muna’am Maha Pemberi ni’mat
81. al-Muntiqam Maha Pembela
82. al-Afuwwu Maha Pemaaf
83. ar-Ra’uf Maha Belas Kasih
84. Malikul-Muluk Maha Raja di raja
85. Zul Jalali Wal Ikram Maha Luhur dan Mulia
86. al-Muqsith Maha Menimbang
87. al-Jami’ Maha Mengumpulkan
88. al-Ghani Maha Kaya
89. al-Mughni Maha Mengkayakan
90. al-Mani Maha Menghalangi
91. ad-Dharr Maha Memudharatkan
92. an-Nafi’ Maha Pemaaf
93. an-Nur Maha Cahaya
94. al-Hadi Maha Menunjuki
95. al-Badi Maha Pencipta yg baru
96. al-Baqi Maha Kekal
97. al-Warits Maha Pewaris
98. ar-Rasyid Maha Cendikiawan
99. as-Shabur Maha Penyabar

0 komentar

Belajar Bahasa Arab

Belajar Bahasa Arab

Daftar tulisan mengenai pelajaran Bahasa Arab. Mengajak belajar bahasa Arab mulai dari dasar. Bersama menunjukkan bahwa menguasai bahasa Arab itu adalah mudah.
Ayo belajar bahasa Arab, karena orang Indonesia juga bisa berbahasa Arab.
      • DHAMIR RAFA’ (Kata Ganti Subjek) (Belajar Bahasa Arab)
        ضَمِيْر رَفْعDHAMIR RAFA’ (Kata Ganti Subjek)Semua Dhamir dapat dikelompokkan menjadi tiga macam:1. MUTAKALLIM ( مُتَكَلِّم ) atau pembicara (orang pertama).a) Mufrad: أَنَا (= aku, saya) untuk…
      • DHAMIR (Kata Ganti) (Belajar Bahasa Arab)
        ضَمِيْرDHAMIR (Kata Ganti)Dhamir atau “kata ganti” ialah Isim yang berfungsi untuk menggantikan atau mewakili penyebutan sesuatu/seseorang maupun sekelompok benda/orang. Dhamir termasuk dalam golongan Isim…
      • SIFAT – MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati) MUDHAF – MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk) MUBTADA’ – KHABAR (Subjek dan Predikat)
        صِفَة-مَوْصُوْف / مُضَاف-مُضَاف إِلَيْهِ / مُبْتَدَأ-خَبَرSIFAT – MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati)MUDHAF – MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk)MUBTADA’ – KHABAR (Subjek dan Predikat)Berkaitan dengan Nakirah dan Ma’rifah, khususnya penggunaan…
      • NAKIRAH (Sebarang) – MA’RIFAH (Tertentu) (Belajar Bahasa Arab)
        نَكِرَة – مَعْرِفَةNAKIRAH (Sebarang) – MA’RIFAH (Tertentu)Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua:1) ISIM NAKIRAH atau kata benda sebarang atau tak dikenal (tak tentu).2) ISIM MA’RIFAH atau kata…
      • ISIM MAUSHUL (Kata Sambung) (Belajar Bahasa Arab)
        اِسْم مَوْصُوْلISIM MAUSHUL (Kata Sambung)Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam ini diwakili oleh…
      • ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk) (Belajar Bahasa Arab)
        اِسْم إِشَارَةISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau…
      • MUFRAD (Tunggal) – MUTSANNA (Dual) – JAMAK (Belajar Bahasa Arab)
        مُفْرَد – مُثَنَّى – جَمْعMUFRAD (Tunggal) – MUTSANNA (Dual) – JAMAKDari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:1) ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.2) ISIM…
      • MUDZAKKAR (Laki-laki) – MUANNATS (Perempuan) (Belajar Bahasa Arab)
        مُذَكَّر – مُؤَنَّثMUDZAKKAR (Laki-laki) – MUANNATS (Perempuan)Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang…
      • ISIM ‘ALAM (Kata Benda Nama) (Belajar Bahasa Arab)
        اِسْم عَلَمُISIM ‘ALAM (Kata Benda Nama)Dalam golongan Isim, ada yang disebut dengan Isim ‘Alam yaitu Isim yang merupakan nama dari seseorang atau sesuatu. Di bawah ini beberapa contoh Isim ‘Alam (nama), bacalah dengan suara nyaring…
      • PEMBAGIAN KATA (Belajar Bahasa Arab)
        أَقْسَامُ الْكَلِمَةُPEMBAGIAN KATASemua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:1. Satuan bunyi yang disebut “huruf” atau “abjad”.Contoh: م – س – ج – د2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut…

      . Dengan menguasai bahasa Arab, kita akan menjadi lebih mudah dalam mempelajari literatur-literatur dan kitab-kitab yang berbahasa Arab.

0 komentar

Keutamaan dari Surat Al Ikhlas banyak sekali

Ada banyak sekali Keutamaan dari Surat Al Ikhlas yang mungkin belum kita ketahui. Beberapa hadits shahih dibawah ini insyaallah bisa membantu kita untuk mengetahui fadhilah surat Al Ikhlas.

Keutamaan Surat Al Ikhlas
QS. Al Ikhlash




1. Surat Al Ikhlas Sebanding Dengan Sepertiga Alqur'an

- Hadits Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Sesungguhnya seseorang mendengar orang lain membaca قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ dengan mengulang-ulangnya, maka tatkala pagi harinya, ia mendatangi Rasulullah n dan menceritakan hal itu kepadanya, dan seolah-olah orang itu menganggap remeh surat itu, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur`an”. (HR. Bukhori)

- Hadits Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu 'anhu pula, ia berkata:

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya: “Apakah seseorang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga al Qur`an dalam satu malam (saja)?” Hal itu membuat mereka keberatan, (sehingga) mereka pun berkata: “Siapa di antara kami yang mampu melalukan hal itu, wahai Rasulullah?” Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Allahul Wahidush Shamad (surat al Ikhlash, Red), (adalah) sepertiga al Qur`an”. (HR. Bukhori)

- Hadits Abu ad Darda` Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia bersabda: “Apakah seseorang dari kalian tidak mampu membaca dalam satu malam (saja) sepertiga al Qur`an?” Mereka pun berkata: “Dan siapa (di antara kami) yang mampu membaca sepertiga al Qur`an (dalam satu malam, Red)?” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ sebanding dengan sepertiga al Qur`an." (HR. Muslim)

- Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Berkumpullah kalian, karena sesungguhnya aku akan membacakan kepada kalian sepertiga al Qur`an,” maka berkumpullah orang yang berkumpul, kemudian Nabiyullah Shallallahu 'alaihi wa asllam keluar dan membaca قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (surat al Ikhlash, Red), kemudian beliau masuk (kembali). Maka sebagian dari kami berkata kepada sebagian yang lain: “Sesungguhnya aku menganggap hal ini kabar (yang datang) dari langit, maka itulah pula yang membuat beliau masuk (kembali),” lalu Nabiyullah Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dan bersabda: “Sesungguhnya aku telah berkata kepada kalian akan membacakan sepertiga al Qur`an. Ketahuilah, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur`an”. (HR. Muslim)


2. Bisa menjadi Penyebab Masuk Surga

- Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

"Aku datang bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau mendengar seseorang membaca:

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اللهُ الصَّمَدُ

Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Telah wajib,” aku bertanya: “Apa yang wajib?” Beliau bersabda, "(Telah wajib baginya) surga. " (Tafsir Alqur'anul Adzim, Ibnu Katsir)

3. Melindungi Orang Yang Membacanya

- Hadits Uqbah bin ‘Amir al Juhani Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Tatkala aku menuntun kendaraan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah peperangan, tiba-tiba beliau berkata: “Wahai Uqbah, katakan," aku pun mendengarkan, kemudian beliau berkata (lagi): “Wahai Uqbah, katakan," aku pun mendengarkan. Dan beliau mengatakannya sampai tiga kali, lalu aku bertanya: “Apa yang aku katakan?”

Beliau pun bersabda: “Katakan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ”, lalu beliau membacanya sampai selesai. Kemudian beliau membaca قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّالفَلَقِ, aku pun membacanya bersamanya hingga selesai. Kemudian beliau membaca قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ, aku pun membacanya bersamanya hingga selesai. Kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang pun yang berlindung (dari segala keburukan) seperti orang orang yang berlindung dengannya (tiga surat) tersebut”. (HR. Nasa'i)

4. Dibaca Nabi Ketika Hendak Tidur Untuk Penjagaan Diri

- Hadits A’isyah Radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

Sesungguhnya apabila Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ingin merebahkan tubuhnya (tidur) di tempat tidurnya setiap malam, beliau mengumpulkan ke dua telapak tangannya, kemudian beliau sedikit meludah padanya sambil membaca surat “Qul Huwallahu Ahad” dan “Qul A’udzu bi Rabbin Naas” dan “Qul A’udzu bi Rabbil Falaq,” kemudian (setelah itu) beliau mengusapkan ke dua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat beliau jangkau. Beliau memulainya dari kepalanya, wajahnya, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhori)

5. Akan Diampuni Dosa-dosanya Dengan Izin Allah SWT

- Hadits Mihjan bin al Adru’ Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke dalam masjid, tiba-tiba (ada) seseorang yang telah selesai dari shalatnya, dan ia sedang bertasyahhud, lalu ia berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta (kepadaMu) bahwa sesungguhnya Engkau (adalah) Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya, ampunilah dosa-dosaku, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh ia telah diampuni (dosa-dosanya),” beliau mengatakannya sebanyak tiga kali.(HR. Abu Dawud)

6. Berdoa Dengan Wasilah Surat Al Ikhlas Insyaallah Doa Akan Cepat Dikabulkan

"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar seseorang berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu, bahwa diriku bersaksi sesungguhnya Engkau (adalah) Allah yang tidak ada ilah yang haq disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya,” kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dirimu telah meminta kepada Allah dengan namaNya, yang jika Ia dimintai dengannya (pasti akan) memberi, dan jika Ia diseru dengannya, (pasti akan) mengabulkannya”. (HR. Abu Dawud)

7. Dengan Mencintainya Maka Akan Dicintai Allah

- Hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

"Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus seseorang kepada sekelompok pasukan, dan ketika orang itu mengimami yang lainnya di dalam shalatnya, ia membaca, dan mengakhiri (bacaannya) dengan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ, maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau pun bersabda: “Tanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?” Lalu mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab: “Karena surat ini (mengandung) sifat ar Rahman, dan aku mencintai untuk membaca surat ini,” lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Beritahu dia, sesungguhnya Allah pun mencintainya”. (HR. Bukhori)

MasyaAllah, Begitu banyak sekali keutamaan dari Surat Al Ikhlas, Semoga kita semua bisa mengamalkannya dan mengambil pelajaran dari hadits-hadits diatas, Amiin.

0 komentar

an-Nizhâm al-Ijtimâ‘î (Pergaulan Pria-Wanita)

an-Nizhâm al-Ijtimâ‘î (Pergaulan Pria-Wanita)

PRIA DAN WANITA
Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَ…
Selengkapnya…
 MUQODDIMAH AN-NIZHOM AL-IJTIMA’IY
DAMPAK KESALAHAN PERSEPSI EKSTRIM KIRI Kelompok liberalis  memberikan ruang kebebasan yang…
Selengkapnya…
Pengaruh Peradaban Barat dalam Pergaulan Pria Wanita dan Solusinya
Dikhawatirkan rumah tangga Islam akan kehilangan identitas keislamannya dan kehilangan kecemerlanga…
Selengkapnya…
Dua Golongan Ekstrim dalam Sistem Pergaulan Pria – Wanita
Atas dasar inilah,  an-nizhâm al-ijtimâ‘î didefinisikan sebagai sistem yang mengatur pergaulan pria…
Selengkapnya…
Perbedaan anzhimah al-mujtama‘ (sistem sosial) dan an-nizhâm al-ijtimâ‘î (pergaulan pria-wanita)
Banyak orang berlebihan menggunakan istilah an-nizhâm al-ijtimâ‘î untuk menyebut seluruh peraturan k…
Selengkapnya…
TRAINING AN-NIZHOM AL-IJTIMA’IY (Sistem Pergaulan Dalam Islam)
LATAR BELAKANG Kita harus menjadi TELADAN di tengah-tengah umat, karenanya harus senantiasa terja…
Selengkapnya…
SISTEM PERGAULAN DALAM ISLAM
Terjemahan Text Qur’an Ayat Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang t…
Selengkapnya…

0 komentar

Allah mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi


Allah menggelar alam semesta termasuk bumi di dalamnya. Setelah bumi tercipta lengkap dengan segala tumbuhan dan hewan, Allah menciptakan manusia. Tidak hanya sekadar menciptakan, Allah mengangkat makhluk baru bernama manusia itu sebagai khalifah di bumi. Sebagai khalifah, manusia memiliki tugas yang sangat berat. Salah satunya adalah tugas untuk mengolah dan melestarikan bumi ini. Allah Mahaadil. Setelah memberikan tugas sebagai khalifah, Allah memberikan bekal hidup kepada manusia. Apa sajakah bekal hidup itu? Marilah kita pelajari bersama.

Terlepas dari kedua makna khalifah, manusia menempati kedudukan istimewa di muka bumi ini. Bukan berarti manusia diistimewakan kemudian boleh berbuat semaunya, melainkan sebaliknya. Kedudukan istimewa manusia menuntut kearifan dan tanggung jawab besar terhadap alam dan masyarakatnya. Amanah ini merupakan tugas bagi semua manusia. Dengan demikian, setiap manusia harus melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya. Melakukan tindakan yang dapat merusak alam menyebabkan manusia lalai terhadap tugas yang diembannya.

Ayat-ayat tentang manusia dan tugasnya di bumi:


Surah Al-Baqarah [2] Ayat 30 tentang Manusia sebagai Khalifah
Kandungan Surah Al-Baqarah [2] Ayat 30

Surah Al-Mu’minun [23] Ayat 12–14 tentang Proses Penciptaan Manusia
Kandungan Surah Al-Mu’minun [23] Ayat 12–14

Surah Az .Zariyat [51] Ayat 56 tentang Kewajiban Manusia untuk Beribadah
Kandungan Az .Zariyat [51] Ayat 56

Surah An-Nahl [16] Ayat 78 tentang Nikmat Allah kepada Manusia
Kandungan Surah An-Nahl [16] Ayat 78

Kita sebagai manusia yang beriman kepada Allah harus melaksanakan tugas sebagai
khalifah Allah di bumi sebaik-baiknya. Untuk itu, kita perlu membiasakan diri dengan ibadah
dan tuntunan hidup yang telah Allah turunkan kepada kita. Di antaranya sebagai berikut.
1. Melaksanakan salat dengan khusyuk dan tepat waktu. Hal ini sangat penting untuk
menjaga hubungan kita dengan Allah.
2. Berbuat baik kepada sesama sebagai bentuk hubungan sosial kemasyarakatan.
3. Senantiasa menjaga lingkungan di sekitar kita. Hal ini mencerminkan kedudukan kita
sebagai pemakmur di muka bumi.
4. Menyebarkan kebaikan dan rahmat kepada siapapun. Hal ini merupakan pelaksanaan
dari tugas kita sebagai khalifah di bumi.
5. Mencegah kerusakan yang terjadi di sekitar kita.

1. Dalam Surah al-Baqarah [2] ayat 30 Allah menyatakan kehendak-Nya untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.
2. Surah al-Mu’minun [23] ayat 12–14 menceritakan proses penciptaan manusia sejak berujud unsur bumi hingga menjadi manusia yang utuh.
3. Surah Az .Zariyat [51] Ayat 56 mengingatkan manusia tentang tugas yang Allah berikan yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Tugas ini sekaligus menjadi alasan penciptaan manusia di bumi ini.
4. Surah an-Nahl [16] ayat 78 menyatakan tentang bekal yang Allah berikan kepada manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi untuk beribadah kepada-Nya.
5. Dalam Surah al-Baqarah [2] ayat 30, al-Mu’minun [23] ayat 12–14, Az .Zariyat [51] Ayat 56, dan an-Nahl [16] ayat 78 terdapat beberapa bacaan tajwid seperti mad wajib muttasil, gunnah, alif lam qamariyah, dan qalqalah sugra.


Apakah yang kita lakukan dengan hidup kita? Apakah Anda pernah bertanya mengapa Anda ada dan tujuan Anda hidup? Mungkin Anda belum pernah bertanya atau tidak mau tahu dengan hal tersebut. Satu hal yang pasti, semakin cepat Anda menyadari hal ini, semakin tertata hidup Anda karenanya. Sebaliknya, semakin lambat Anda menyadarinya, semakin tidak terkendali hidup Anda.

Mengapa demikian? Karena saat seseorang menyadari tujuan kehadirannya di suatu tempat, hal tersebut akan mempengaruhi cara berpikirnya, cara bertindaknya, dan caranya memandang sesuatu. Semakin dekat Anda dengan Allah dan kebenaran hakiki yang disampaikan-Nya, semakin baik hidup Anda untuk bertindak sebagai khalifah dan beribadah kepada-Nya. Demikian pula sebaliknya.

0 komentar

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar PAI dan Budi Pekerti SMA Kelas XI

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

1.1 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada kitab-kitab Allah Swt.
1.2 Menghayati nilai-nilai keimanan kepada rasul-rasul Allah Swt.
1.3 Berperilaku taat kepada aturan.
1.4 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam penyelenggaraan jenazah.
1.5 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam pelaksanaan khutbah, tabl³g dan dakwah di masyarakat.

2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

2.1 Menunjukkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. at-Taubah/9: 119 dan hadis terkait.
2.2 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al- Isrā’/17: 23-24 dan hadis terkait.
2.3 Menunjukkan perilaku kompetitif dalam kebaikan dan kerja keras sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. an- Nisā/4: 59; Q.S. al-Māidah/5: 48; dan Q.S. at-Taubah/9: 105 serta hadis yang terkait.
2.4 Menunjukkan sikap toleran, rukun dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Yūnus/10: 40-41 dan Q.S. al-Māidah/5: 32, serta hadis terkait.
2.5 Menunjukkan sikap semangat menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan dan kerja keras sebagai implementasi dari masa kejayaan Islam.
2.6 Menunjukkan perilaku kreatif, inovatif, dan produktif sebagai implementasi dari sejarah peradaban Islam di era modern.

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai de-ngan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

3.1 Menganalisis Q.S. an-Nisā'/4: 59; Q.S. al- Māidah/5: 48; dan Q.S. at-Taubah/9: 105, serta hadis tentang taat, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja.
3.2 Menganalisis Q.S. Yūnus/10: 40-41 dan Q.S. al-Māidah/5: 32, serta hadis tentang toleransi dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan.
3.3 Memahami makna iman kepada kitab-kitab Allah Swt.
3.4 Memahami makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt.
3.5 Memahami makna taat kepada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras.
3.6 Memahami makna toleransi dan kerukunan. 3.7 Memahami bahaya perilaku tindak kekerasan dalam kehidupan.
3.8 Menelaah prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
3.9 Memahami pelaksanaan tata cara penyelenggaraan jenazah.
3.10 Memahami pelaksanaan khutbah, tabl³g dan dakwah.
3.11 Menelaah perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
3.12 Menelaah perkembangan Islam pada masa modern (1800-sekarang).

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

4.1 Membaca Q.S. an-Nisā'/4: 59; Q.S. al- Māidah/5: 48; Q.S. at-Taubah/9: 105 sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
4.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. an- Nisā'/4: 59; Q.S. al-Māidah/5: 48; Q.S. at-Taubah/9:105 dengan lancar.
4.3 Membaca Q.S. Yūnus/10: 40-41 dan Q.S. al-Māidah/5:32 sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
4.4 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Yunus/10: 40-41 dan Q.S. al-Māidah/5: 32 dengan lancar.
4.5 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
4.6 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada rasul-rasul Allah Swt.
4.7 Menampilkan perilaku taat kepada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan bekerja keras.
4.8 Menampilkan contoh perilaku toleransi dan kerukunan.
4.9 Mendeskripsikan bahaya perilaku tindak kekerasan dalam kehidupan.
4.10 Mempresentasikan praktik-praktik ekonomiIslam.
4.11 Memperagakan tatacara penyelenggaraan jenazah.
4.12 Mempraktikkan khutbah, tabl³g, dan dakwah.
4.13 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa kejayaan.
4.14 Mendiskripsikan perkembangan Islam pada masa modern (1800-sekarang).

0 komentar

Takbiran Idul Fitri Dan Idul Adha Dalam Bahasa Arab Dan Teks Latin

Berikut dibawah ini adalah bacaannya :
  
اللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ 
اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْد

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...
wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.
Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal - kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun. Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah. Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Yang Artinya :

Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

BACAAN LENGKAP TAKBIRAN IDUL FITRI DAN IDUL ADHA DALAM BAHASA ARAB DAN TEKS LATIN, semoga bermanfaat

0 komentar

Postingan Lama Beranda

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • Agama
  • Air
  • Alam
  • Anjing
  • Anoa
  • Armadillo
  • ARSITEKTUR
  • Artikel
  • Ayam
  • Babi Hutan
  • Babi rusa
  • Badak
  • Bahan Busana
  • Bahasa Indonesia
  • BANGUNAN
  • Bank Soal
  • Bank Syariah
  • Banteng
  • Batik
  • Bekantan
  • Berang-berang
  • Beruang
  • Beruang Cokelat
  • Beruang Kutub
  • Beruang Madu
  • Beruang Sloth
  • Beruk
  • Bilby
  • Biologi
  • bisnis
  • Bison
  • Blog
  • Buaya
  • Buku Sekolah Elektronik
  • Buku Tema
  • Busana Muslim
  • Cerber
  • Cerita
  • Cheetah
  • Chevrotain
  • chinchilla
  • Cicak
  • Dares
  • Desain Busana
  • Distribusi
  • Ekonomi
  • Flamingo
  • Foto-foto binatang
  • Gagak
  • Gajah
  • Geografi
  • Gibbon
  • golden monkey
  • Gorilla
  • Harimau
  • Harimau Putih
  • Harimau Sumatera
  • Hewan Beracun
  • Hewan Cerdas
  • Hewan endemik Indonesia
  • Hewan Ganas
  • Hewan Herbivora
  • Hewan Karnivora
  • Hewan langka
  • Hewan Nokturnal
  • Hewan Omnivora
  • Hewan Predator
  • Hewan Purba
  • Hewan Sosial
  • Hewan Unik
  • Hewan yang dilindungi
  • Honey badger
  • Hyena
  • iklan
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Info BInatang
  • Internet
  • IPA
  • IPS
  • Islam
  • Jaguar
  • Jerapah
  • Kadal
  • Kambing
  • Kancil
  • Kanguru
  • Kanguru pohon
  • Kapal
  • Kata
  • Kehidupan
  • Keledai
  • kelelawar
  • Kelinci
  • Kelinci Sumatera
  • kera emas
  • Kesehatan
  • Kesenian
  • Koala
  • Komodo
  • Kucing
  • Kuda
  • Kuda Nil
  • Kuda Thumbelina
  • Kukang
  • Kuliner
  • Kunang-kunang
  • Kurikulum 2013
  • Kuskus
  • Latihan Soal
  • Lemur
  • Lemur Tikus
  • Liger
  • Liliger
  • Llama
  • Loris
  • Luwak
  • Macan Dahan
  • Macan Kumbang
  • Macan Tutul
  • Malayan Tapir atau Tapir Asia
  • Mammalia
  • Marine Cargo
  • Marsupial
  • Masyarakat
  • Matematika
  • Meerkat
  • Musang
  • Nasehat
  • Negara
  • Ngengat
  • Ngoang
  • Nilgai
  • Novel
  • Numbat
  • Olah Raga
  • Onta
  • Orang Utan
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Pengetahuan
  • Perkapalan
  • Persewaan Alat Pesta
  • Pertanian
  • Perumahan
  • Perusahaan
  • Primata
  • Pronghorn
  • Psikologis
  • Puisi
  • Puma
  • Pustaka
  • Resep Masakan
  • Rusa
  • Sastra
  • SD
  • Sejarah
  • Sekolah
  • semut
  • semut banteng
  • Serigala
  • Serigala abu-abu
  • Siamang
  • Simpanse
  • Simpei Mentawai
  • Singa
  • Singa Putih
  • Singapuar
  • Siput
  • Siput Merah Muda
  • Solenodon
  • Southern Pudu
  • Struktur
  • Sugar Glider
  • Sukses
  • Teater
  • Tematik
  • tenaga kerja
  • Tips
  • Tokek
  • Trenggiling
  • Tumbuhan
  • Unta
  • Wallaby
  • Zebra
  • Zonkey

Blog Archive

  • ▼  2016 (69)
    • ▼  September (7)
      • Latihan Soal IPA SD untuk menghadapi ujian
      • Praktek Tata Panggung
      • Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?
      • PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater
      • Desain Balok Statis Tak Tentu
      • Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
      • Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangk...
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2015 (69)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (7)
    • ►  Oktober (11)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (12)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (6)
  • ►  2014 (12)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (7)
  • ►  2013 (142)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (41)
    • ►  Juni (16)
    • ►  Mei (60)
    • ►  April (5)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
Copyright © hewan liar. All rights reserved.
Blogger Templates By NewBloggerTemplates Design UnoDesignStudio