Black Love (Jung and Kim) III

Tulisan berikut disalin dari http://ayuna.duwur.com/107-black-love-jung-and-kim-iii Bagian satu dan dua dapat dilihat di blog tersebut.

Seperti yang dijanjikan Shin, bahwa hari ini ia akan kembali Seoul. Kim, Ibunya dan Jung menunggu kedatangan Shin di Incheon International Airport. Tak ada harapan yang berlebihan, kembalinya Shin sudah merupakan kebahagiaan bagi . Tak ada harapan yang berlebihan, kembalinya Shin sudah merupakan kebahagiaan bagi mereka.
“Kim.. ayo.. kita pulang saja, mungkin ia kembali berbohong pada kita lagi, ia tak akan kembali” kata Ibu Kim lirih
“tunggu saja bu.” Kim menimpali
“Kim, kau yakin… yang menelponmu kemarin lusa itu Shin? Dia mengatakan penerbangannya ke Seoul jam berapa?”
“Iya kemarin dia menelponku lagi, ia mengikuti penerbangan pukul 11 siang” Kim menjelaskan dengan wajah yang kebingungan
“ya… kita tunggu saja..” Kata Ibu sambil memainkan tangannya yang tua dimakan waktu
“Ibu ingin minum? Kubelikan teh ya…” Tanya Jung dengan penuh perhatian
“tidak Jung… terima kasih…Jung… maaf kalau Shin sudah membuatmu menunggu selama ini, ia bahkan membatalkan pernikahan kalian dengan keegoisannya…” ujar Ibu sambil tersedu-sedu.
“ibu… jangan mengungkit masalah itu didepan Jung” Kim menegaskan
“tidak apa bu.. aku sudah memaafkannya…” bisik Jung lirih
Sudah satu jam mereka menunggu kedatangan Shin, tapi yang ditunggu tidak muncul juga. Saat mereka ingin pulang dan menganggap bahwa pernyataan Shin di telepon hanya kebohongan belaka. Shin muncul didepan mereka.
“Ibu…” Shin menyapa lirih
“Shin… oh… Shin… kemana saja kau? Mengapa tidak ada kabar sampai begitu lama? Bagaimana keadaanmu nak? Kau sehat-sehat saja… kau semakin dewasa sekarang… lihatlah dirimu.. oh Shin…”
“ibu… “ kata Shin sambil terisak tangis, dipeluk ibunya yang hangat, Shin menangis sebisa-bisanya
“Aku selalu mengirimkan surat untuk Ibu dan Kim.. mengabarkan bagaimana aku disana, aku tak bisa melupakan ibu dan Kim begitu saja… hanya Ibu dan Kim yang kumiliki didunia ini…”
“Surat? Kapan kau mengirimnya? Sama sekali aku tak menerimanya…” tanya Ibu kebingungan
“Kim… Bagaimana kabarmu?” kata Shin sambil memeluk adiknya yang sudah lebih tinggi darinya
“…”Kim terdiam membisu, tak ada kata-kata yang terlontar dari mulutnya. Dia menatap Shin lekat-lekat, mencoba mempercayai ia adalah Shin yang selama ini pergi meninggalkannya dan ibunya.
“Ibu… aku selalu mengirimi kalian surat setiap dua minggu sekali.. selama 6 tahun ini. apakah ibu tak pernah membacanya?” tanya Shin menggebu-gebu
“tidak pernah… tapi Shin… aku bersyukur kau akhirnya kembali ke Seoul”
“Ah??…. Jung… sedang apa kau disini…?” tanya Shin terkejut melihat Jung
“Aku menunggumu Shin… kemana saja kau? Mengapa tak mengabariku? Mengapa harus lari dariku? Mengapa Shin? Aku sudah menunggumu selama 6 tahun.. apakah aku kurang setia kepadamu?” Sambil memeluk Shin rapat-rapat
“Shin…” kata wanita dibelakang Shin dengan lirih dan rasa terkejut
“Jung… Maaf… aku sudah memberitahumu, kalau hubungan kita tak bisa diteruskan lagi, dan aku ingin berkarir, aku tidak memilih keputusan yang pertama, tapi yang kedua. tidak kah kau menerima suratku 6 tahun yang lalu?”
“surat?… surat apa?” tanya Jung dengan bingung
“Iya.. dua minggu sebelum hari itu, aku menitipkan surat untukmu kepada Kim, tidakkah kau membacanya?”
“Kim…?”tanya Jung sambil memandang benci pada Kim
“Ibu… Kim.. Jung… Mari kukenalkan dengan tunanganku Seoyun.. Seoyun… ini ibu dan adikku.. dan ini Jung temanku”
“Ibu… aku pulang dulu.. sepertinya aku tak pantas berada disini” Kata Jung dengan tegas, namun air matanya tak bisa dibendung lagi..
“Shin… tidakkah kau mengerti perasaan Jung? Ia sudah menunggumu selama 6 tahun… bisa kah kau mengerti perasaannya sedikit?” tanya ibunya lirih
“tidak apa bu… aku tidak apa… Shin.. Seoyun.. selamat atas pertunangan kalian, aku pergi dulu, Shin kau salah kalau mempercayakan Kim untuk mengantarkan penjelasan mengenai keinginanmu… Jangan pernah libatkan orang lain dalam penyelesaian masalahmu. Aku tau tak seharusnya aku mengharapkanmu” kata Jung dengan tubuh yang gemetaran
“Jung!!!” teriak Kim sambil menggapai tangan Jung yang gemetaran
“Kim… lepaskan tanganku.. jangan pernah menemuiku lagi” Jung melepaskan tangannya dari cengkraman Kim dan lari sebisanya
“Jung!!!” teriak Kim sambil berlari mengejar Jung.
“Ada apa ini bu?” tanya Shin kebingungan tak mengerti situasi yang terjadi
“Sudahlah, kita pulang dulu, ceritanya panjang Shin. Dan ini semua juga karena kesalahanmu”
“Aku salah apa bu?”
“Sudahlah… kita bahas dirumah… Seoyun.. namamu cantik seperti wajahmu… bisakah kau membantuku berjalan?”
“ah? Terima kasih bu… baik…” kata Seoyun sambil melirik Kim dan Jung yang berkejaran, lalu melirik tunangannya yang sedang kebingungan
“Shin… ada apa ini sebenarnya? Kau harus menjelaskannya padaku ya…” bisik Seoyun dengan halus pada Shin
“Aku juga tidak mengerti, kita pulang saja dulu ya” Shin
Cerita antara Jung dan Shin sudah berakhir seketika, saat mengetahui kebenaran semuanya… Ibu, Shin dan Seoyun pulang menuju rumah mereka. Sedangkan Kim dan Jung…
Karya Ayuna Kusuma
Nantikan kelanjutannya…..

0 komentar